3

“Pindah”…Senang Atau Sedih?

gambar diambil dari : www.inspired-moms.com

gambar diambil dari : http://www.inspired-moms.com

Dalam dua bulan terakhir dua orang teman saya pamit karena akan pindah ke luar kota dan satu orang sahabat saya suaminya mutasi sedangkan dia dan anak-anaknya akan menyusul beberapa bulan ke depan.

Setiap kali dipamiti oleh teman yang akan pindah membuat perasan saya menjadi senang sekaligus sedih dan ujung-ujungnya malah bingung sendiri. Saya turut merasa senang kalau teman saya pindah ke tempat yang diinginkannya, seperti back to home base atau pindah karena suaminya mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Namun saya juga merasa sedih, karena saya bakal kehilangan teman lagi. Iya sih jaman sekarang kan jaman udah canggih, komunikasi bisa dilakukan kapan saja melaui teknologi, silaturahim masih bisa terjaga dengan baik. Tapi kalau orangnya tidak ada di depan mata dan tidak tinggal dalam satu kota buat saya rasanya lain. Ditambah lagi saya di sini juga merantau jauh dari orang tua dan sanak saudara, jadi teman dan sahabat sudah saya anggap saudara sendiri. Terus saya suka berpikir…..kapan ya giliran saya pindah? Kapan ya suami kena mutasi? Dan kalau mutasi, akan pindah kemana ya? Saya jadi bingung sendiri.

Sejak kecil sebetulnya saya juga sering pindah-pindah tempat tinggal karena profesi Bapak saya  seorang tentara. Gara-gara sering pindah-pindah saya jadi punya banyak sekolah. Pindah yang paling jauh adalah ke Pulau Sumatera tepatnya di Pekanbaru Riau, sedangkan sisanya hanya seputaran Pulau Jawa (Jawa Barat – Jawa Timur). Dulu waktu masih kecil kalau pindah perasaan happy-happy aja deh. Ketika Bapak dan Mamah memberi tahu bahwa kami sekeluarga akan pindah biasanya saya malah senang. Kesibukan packing barang, pamit ke teman-teman sekolah dan tetangga, dan membayangkan akan menempati rumah baru serta masuk ke sekolah baru, teman-teman baru membuat saya semangat sekali kalau mendengar akan pindahan. Bahkan dulu sempat mikir, “Kenapa teman-teman saya pada nangis kalau saya pindah? Kenapa harus sedih sih?”

Jadi, sebetulnya urusan pindah-pindah tempat tinggal dan pindah-pindah kota ini sudah tidak asing lagi buat saya. Pun demikian halnya dengan suami. Ayahnya suami alias mertua saya berprofesi sebagai PNS di Badan Pemeriksa Keuangan. Suami saya sudah berkali-kali pindah kota bahkan sudah menyambangi berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatera sampai Kepulauan di Maluku.

Dilalah, ternyata Tuhan menjodohkan saya dengan suami yang punya background sama (suka pindah-pindah) dan profesi suami saya ini juga mengharuskannya siap dipindahkan ke seluruh penjuru negeri. Saya bersyukur mengawali kariernya, suami cukup lama bekerja di daerah ibu kota Jakarta, 5 tahun malang melintang empat kali pindah kantor. Baru dua tahun yang lalu suami mendapatkan promosi dan harus pindah ke luar pulau nun jauh dari kampung halaman kami yaitu ke pulau Kalimantan. Mungkin karena cukup lama di Jakarta akhirnya suami harus mencicipi juga bagaimana rasanya mutasi ke luar pulau.

Seumur hidup inilah pengalaman pertama kalinya suami pindah membawa serta keluarga ke pulau Kalimantan. Rasanya beda, nggak seperti dulu ketika dibawa pindah oleh orang tua. Sekarang kita yang menjadi orang tua, membawa pindah anak-anak. Perasaan cemas seperti bagaimana nanti kehidupan di tempat baru? Bagaimana nanti sekolah anak-anak? Bagaimana orang-orangnya? Dan seterusnya dan seterusnya. Dan ternyata benar….kami harus melalui proses adaptasi yang lumayan menguras kesabaran. Namun ketika telah melewati tahun pertama, akhirnya kami bisa enjoy tinggal di tempat baru ini.

Mutasi, pindah…itu pasti akan saya alami lagi, namun kapan pastinya dan kemana pindahnya…entahlah hanya Tuhan yang tahu.

10

Acer E1 Slim Series Notebook Andalan Keluarga

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

Ketika melihat kedua malaikat kecilku sedang asyik bermain aku tersenyum-senyum sendiri. Tidak terasa kini mereka sudah besar dan sudah bersekolah di sekolah dasar. Pikiranku kemudian melayang kembali kesepuluh tahun silam, di masa awal-awal pernikahan.

Saat itu kondisi suami baru saja diterima menjadi PNS dan aku sedang hamil muda. Kami tinggal di Jakarta, dan terpaksa ‘nebeng’ tinggal di rumah tante karena kami belum punya cukup uang untuk mengontrak apalagi membeli rumah. Hari-hari kami lalui dengan kerja keras sambil merjut mimpi-mimpi kami di masa depan.

Hanya setahun aku tinggal bersama suami di Jakarta, karena ketika aku sedang hamil lima bulan aku ditawari bekerja di Bandung oleh mantan bos ku. Saat itu aku dan suami memang sedang membangun fondasi ekonomi keluarga, jadi tanpa berpikir panjang, kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Aku pun berpisah dengan suami, mulai bekerja dan tinggal di Bandung, kami mulai menjalani hubungan Long Distance Relationship (LDR istilah kerennya sekarang).

Meskipun aku dan suami tinggal di kota yang berbeda, namun cita-cita kami tidak berubah, kami ingin bisa berkumpul dan bisa menyekolahkan anak-anak sampai ke jenjang yang tinggi. Kami hanya bisa berkumpul seminggu sekali ketika weekend atau ketika ada cuti bersama. Kerinduan untuk berkumpul bersama menyelimuti hari-hari kami saat itu. Namun kami masih harus berjuang demi meraih cita-cita. Alhamdulillah akhirnya doa dan usaha kami akhirnya diijabah oleh Tuhan. Setelah lima tahun hidup terpisah, akhhirnya kami bisa tinggal bersama.

Sekarang aku sudah tidak lagi bekerja di kantor, aku memutuskan resign. Kini kami sudah tinggal bersama sebagai keluarga yang utuh. Bagi ku bisa mendampingi suami dan merawat anak-anakku sendiri setiap hari adalah hal yang luar biasa. Memang capek, tapi rasa capek itu terbayar ketika melihat kedua anakku sedang bermain seperti saat ini.

Kebersamaan kami setiap hari kami lalui dengan berbagai aktivitas. Anak-anak sekolah, suami bekerja, dan aku menjadi emak-emak yang ‘sok sibuk’ menjalankan rutinitas pekerjaan ibu rumah tangga serta menggeluti berbagai kegiatan lainnya. Hobby ku menulis dan aktivitas ku di Dharma Wanita Pajak Kalimantan Timur banyak sekali terbantu oleh keberadaan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer. Keistimewaan produk Acer yang satu ini adalah memiliki bentuk yang 30% lebih tipis serta beratnya yang 15% lebih ringan dibandingkan produk notebook lainnya.

Tidak hanya aku yang dapat memanfaatkan produk keren yang satu ini, anak-anakku juga dapat menggunakannya. Anak sulung ku sekarang kelas 4 SD, banyak sekali tugas-tugas paper yang diberikan dari sekolah. Bahan-bahan papernya pun kebanyakan dicari melalui internet. Anak-anak ku  juga mendapatkan CD pelajaran dari sekolah. CD tersebut digunakan untuk belajar bersama orang tua  di rumah. Bahkan saat ini buku pelajaran telah disediakan oleh Departemen Pendidikan dalam bentuk Buku Sekolah Elektronik atau bisa disingkat BSE. Kita bisa mengunduh materi pelajaran beserta soal-soal latihan dari situs tersebut.Untuk urusan belajar bahkan sekarang tersedia program TV Edukasi dan kita bisa melihat videonya dari Link TV Edukasi ini. Jadi anak-anak ku selain belajar di sekolah, mereka juga belajar dari internet.

Kebetulan si bungsu bubaran sekolahnya lebih cepat dibandingkan dengan si kakak.Kami masih harus menunggu si kakak bubaran sekolah, nah supaya si bungsu tidak bosan dan be-te, dia bisa memanfaatkan nootebook keren ini. Untuk belajar, memutar CD (baik CD film maupun CD pelajaran) atau sekedar main game. Karena meskipun bentuknya tipis, notebook Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer menyediakan sebuah DVD-RW,berbeda dengan notebook lainnya yang tidak mempunyai DVD-RW.

Kebersamaan kami sekeluarga selalu kami jaga. Hari libur biasanya kami jalan-jalan kel luar rumah. Tapi karena Balikpapan ini kota kecil, lama-lama bosan juga ke tempat yang itu-itu lagi. Waktu libur kami selingi dengan bersantai saja di rumah. Kehadiran si notebook tipis ini bisa menghibur kami sekeluarga. Apalagi kalau sedang mati lampu. Asal tau saja,kota Balikpapan ini terkenal dengan kota yang sering mati lampu. Mati lampunya pun bisa berjam-jam lamanya. Mati gaya deh kalau sudah mati lampu. Biar nggak bosan,ya itu tadi kami bisa main game atau nonton menggunakan Acer E1 Sllim series.

Beruntung sekali ada Acer E1 Sllim series. Meskipun bentuknya tipis, namun si notebook keren ini didukung performa Intel@ Processor di dalamnya

Maksudnya begini loh, Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Yang membuat prosesor ini menjadi suatu keunggulan dari Aspire E1 adalah : Pertama, prosesor ini sudah menggunakan arsitektur Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, daya tahan baterai notebook ini dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal. Kedua, prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru dengan peningkatan kinerja yang signifikan dibanding dengan Intel HD graphics sebelumnya.

Performa yang ditawarkan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer ini menggunakan Intel Celeron 2955U yang mampu memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan kedua penerusnya seperti Intel Celeron 877 dan Celeron 1007. Dengan TDP yang berjalan lebih rendah, rasio performance per watt yang ditawarkan prosesor ini sangatlah baik. Artinya si notebook tipis nan keren ini hemat baterai.Baterai dengan kapasitas 2500 mAh dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.

Ngomong-ngomong nih, yang namanya notebook itu kan suka gampang panas ya. Lalu kalau digunakan terlalu lama suka jadi lemot. Nah, notebook tipis yang satu ini tidak demikian. Dengan form factor yang digunakan , Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai, sehingga suhu kerja dapat terjaga dengan baik, selama ditempatkan pada permukaan yang rata (bukan kain, karpet, dll).

Untuk main game juga aman, karena Intel HD Graphics yang tertanam didalam prosesor berbasis Haswell ini menghasilkan performa yang jauh lebih baik. Bahkan sudah diuji pada beberapa game terbaru seperti PES 2014, GRID2, dan COD: MW3 dengan lancar dan nyaman berjalan pada kisaran frame rate diatas 30 fps, menggunakan resolusi HD dan setting kombinasi medium-low.

Kebersamaan dengan keluarga adalah hal yang sangat berarti untuk keluarga ku. Bermain bersama mengisi waktu libur dengan suami dan anak-anak ditemani dengan notebook tipis nan canggih ini sungguh merupakan sebuah kebahagiaan. Kalau sudah begini mau tidak mau keberadaan notebook sangat penting untuk keluarga kami. Keberadaan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Dengan memiliki si notebook Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer ini kita bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

20

Notebook Tipis Asyik Diajak Mobile Dan Online

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

Hidup di jaman serba canggih seperti sekarang ini, kebutuhan online bukan hanya didominasi oleh para pelajar, mahasiswa atau pekerja kantoran semata. Emak-emak seperti saya juga nggak mau ketinggalan loh! Karena ada banyak manfaat positif bagi kehidupan yang dapat saya ambil ketika online dan berselancar di dunia maya. Saya berkenalan dengan dunia online di internet sejak tahun 2000 ketika saya mulai bekerja. Tetapi baru benar-benar eksis sekitar akhir 2006, yaitu ketika saya memiliki blog pribadi. Sejak memiliki blog pribadi saya bertemu dengan teman-teman dari dunia maya, kami saling mengunjungi atau istilah kerennya ‘blogwalking’ dan tak jarang sampai janjian untuk bertemu alias ‘kopi darat’ atau disingkat ‘kopdar’.

Gara-gara online ini juga saya yang tadinya nggak bisa masak jadi bisa masak plus bikin kue dan menerima pesanan kue….ho…ho…ho… Yup, saya bergabung di beberapa milis klub masak dan sampai saat ini saya masih menjadi anggota meskipun sekarang hanya jadi anggota pasif. Dan lagi-lagi gara-gara online di internet, saya bertemu dengan seorang teman dunia maya yang ‘menyeret’ saya untuk nyemplung di milis kesehatan anak. Dua hal yaitu dunia dapur dan dunia kesehatan anak ini yang banyak sekali memepengaruhi kehidupan saya dan keluarga. Tentunya perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

Memang sih pada dasarnya saya itu senang belajar. Dan yang namanya belajar dari internet itu terasa lebih praktis serta fleskibel buat saya. Sehingga sampai sekarang tidak hanya urusan dapur dan kesehatan saja yang menjadi perhatian saya, tatapi saya pun mendalami beberapa hobby saya dengan mendapatkan informasi melalui internet, contohnya menulis, membaca,crochet dan masih banyak lagi yang saat ini menghiasi hari-hari saya sebagai emak yang setiap hari menunggu anak di sekolah.

Hal ini pada akhirnya membuat saya setiap hari harus online. Karena saya ingin belajar setiap hari untuk mengisi waktu luang saya yang ada. Sayang sekali rasanya kalau setiap hari di sekolah sekian jam menghabiskan waktu hanya dengan ngobrol ngalor ngidul nggak jelas juntrungannya atau cuma dipakai untuk arisan di sana-sini. Online itu nggak selalu negatif kok, bagaimana kita menyikapinya. Dapat menjadi positif jika dilakukan pada saat yang tepat, seperti yang saya lakukan yaitu ketika sedang menunggu anak di sekolah. Dan ketika kegiatan online yang dilakukan pun dapat membawa perubahan hidup kita kearah positif sehingga hidup kita lebih berkualitas dan lebih baik lagi.

Jadi, karena saya ingin mengisi hidup saya dengan hal-hal positif dan tidak mau membuang-buang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, saya setiap hari harus online sesuai dengan jadwal yang telah saya tentukan. Jika harus online, maka media untuk online pun harus tersedia. Saat ini untuk online memang tersedia berbagai macam gadget, mulai dari handphone pintar sampai notebook.

Saya lebih memilih notebook untuk media online, karena notebook memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan handphone pintar. Dan untuk saya yang sangat mobile ini, kebutuhan akan notebook ringan dan tipis mutlak saya dapatkan. Tentu saja harus tipis, karena kegiatan saya setiap hari 80% berada di luar rumah. Saya harus membawa sesuatu yang lebih ringkas dan harus ringan serta memiliki fitur yang lengkap. Yah namanya juga emak-emak ya…..pengennya untung, nggak mau rugi…hehehe.

Kalau bisa membawa notebook yang bentuknya lebih tipis itu bakalan menyenangkan sekali. Saya cukup membawa tas yang ukurannya tidak terlalu besar . Bisa saya bawa kemana-mana, praktis. Tinggal mencari tempat yang ada wi-finya, saya sudah bisa online.

Jika dihubungkan dengan menjaga kesehatan tulang belakang, maka pilihan menggunakan notebook tipis ini sangatlah menunjang untuk menjaga kesehatan tulang belakang. Penyebab gangguan tulang belakang antara lain gangguan otot, tulang yang hancur, bantalan yang rusak, gangguan pada sendi dan lain sebagainya. Faktor resiko yang harus diwaspadai salah satunya adalah ketika mengangkat beban berat berulang kali. Selain faktor-faktor yang lain seperti aktivitas gerak dan postur tubuh. Wah…harus hati-hati ini, jangan sampai karena ingin online dan mobile kesehatan tulang belakang kita terabaikan. Jadi agak riskan ya jika harus membawa tas berat yang berisi notebook kemana-mana. Oleh karena itu pilihannya adalah membawa notebook yang lebih tipis dan ringan namun dengan fitur yang lengkap untuk menunjang aktivitas mobile dan online kita.

Untuk itulah Acer mengeluarkan produk yang sangat mengerti akan kebutuhan kita sebagai emak gaul yang kerap kali online dan mobile. Produk keluaran Acer ini adalah Acer E1 Sllim series.
Notebook yang memiliki keunggulan yaitu bentuknya yang lebih tipis 30% dari pada notebook lainnya.

Meskipun tipis, namun notebook yang satu ini tidak kalah fiturnya dengan notebook lain. Tipis tidak berarti menanggalkan fitur-fitur yang harus dimiliki oleh sebuah notebook yang pas sekali untuk digunakan mobile dan online.

Maksudnya bagaimana sih? Begini loh, monitor Acer E1 Sllim series menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game.

Yang tidak kalah menariknya adalah biasanya notebook jaman sekarang jika dilengkapi dengan optical drive DVD-RW pasti bentuknya lebih tebal dan berat. Ternyata produk baru dari Acer E1 Sllim series ini dilengkapi dengan optical drive DVD-RW namun bentuknya tetap langsing, tidak perlu repot-repot lagi membawa DVD-RW external.

Untuk kebutuhan online pun tidak usah khawatir karena Acer E1-432 Sllim series menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya menggunakan jaringan hotspot yang tersedia disekitar kita.

Penggunaan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Artinya si notebook langsing ini bisa bekerja secara efisien dengan menggunakan energi yang cukup hemat.

Lalu bagaimana dengan performa baterainya? Untuk emak yang aktivitasnya mobile seperti saya urusan baterai sangat-sangat penting, karena tidak semua tempat menyediakan colokan listrik untuk mencharger notebook. Acer E1-432 Sllim series menggunakan baterai dengan kapasitas 2500 mAh sehingga dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.

Oh iya, ada lagi nih kehebatan si tipis nan keren ini, yaitu Acer E1-432 Sllim series dilengkapi satu buah VGA port yang untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan juga sebuah HDMI port yang akan sangat berguna untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar untuk pengalaman multimedia yang lebih maksimal.

Selain itu, Acer Acer E1-432 Sllim series juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan melakukan streaming, video chatting.

Duh…duh…duh…..keren banget nggak sih si tipis nan hebat ini Acer E1-432 Sllim series. Semuanya lengkap-kap, memenuhi semua kebutuhan online untuk si emak yang mobile .Dan…pssst….harganya pun tipis setipis bentuknya…hehehe…. Iya, jangan khawatir harganya terjangkau kok. Benar-benar deh si Acer E1-432 Sllim series adalah notebook impian semua emak yang mobile dan ingin eksis di dunia maya.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

10

Notebook Ku Sahabat Ku Menunggu Buah Hati Di Sekolah

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh para ibu yang mempunyai titel sebagai ibu rumah tangga alias yang tidak bekerja di kantor. Menurut saya ibu rumah tangga tidak harus terpaku dengan urusan domestik rumah tangga semata yang mengikatnya selama 24 jam. Bertapa membosankannya jika harus demikian, apalagi pekerjaan rumah tangga itu tidak pernah ada habisnya. Terutama bagi ibu seperti saya yang pernah bekerja di kantor, ketika memutuskan untuk keluar dari perusahaan saya sempat dilanda rasa bosan dan lelah menghadapi rutinitas saya yang itu-itu saja di rumah.

Rasa bosan dan lelah yang saya alami pada awal menjalani sebagai ibu rumah tangga berdampak negatif terhadap suami dan anak-anak saya. Saya menjadi mudah marah dan sensitif. Tentu saja jika saya diamkan berlarut-larut tidak baik bagi perkembangan psikologis kedua anak saya dan bagi kelangsungan kehidupan rumah tangga. Saya pun mencari cara untuk keluar dari masalah ini. Saya berdiskusi panjang lebar dengan suami dan salah satu jalan keluarnya adalah dengan memberi saya kesempatan untuk menekuni hobby saya. Hobby saya adalah menulis , membuat kerajinan crochet, olah raga dan aktif di berbagai komunitas serta organisasi dharma wanita.

Saat ini kegiatan saya sehari-hari adalah mengantar dan menunggu anak-anak di sekolah sejak pagi sampai lewat tengah hari. Sepertinya kurang kerjaan sekali ya, buat apa menunggu anak di sekolah? Hehe, jangan berburuk sangka dulu. Hal ini saya lakukan karena jarak rumah dengan sekolah anak saya cukup jauh, sehingga untuk menghemat waktu dan konsumsi bahan bakar minyak untuk mobil yang kami kendarai setiap hari, saya memutuskan untuk menunggu mereka seharian di sekolah setiap hari dari Senin sanpai Jumat.

Siapa bilang ibu-ibu yang menunggu di sekolah itu pekerjaannya cuma ngerumpi dan arisan? Saya tidak demikian, saya berusaha mengisi waktu luang yang ada ketika menunggu anak-anak di sekolah dengan berbagai kegiatan. Apalagi setelah saya bergabung dengan komunitas Kumpulan Emak Blogger atau KEB. Di komunitas KEB saya bertemu dengan Emak-Emak hebat dari penjuru tanah air dan dunia. Emak-Emak yang kreatif, berprestasi dan banyak sekali ilmu yang disharing dari tulisan-tulisan Emak-Emak ini. Membuat saya semakin termotivasi untuk berkarya.

Saya mengisi hari-hari panjang di sekolah sejak pukul 7.00 sampai 14.00 dengan berbagai kegiatan. Jadwal saya cukup sibuk, hari Senin-Rabu-Jumat jadwal senam aerobik di sanggar senam yang letaknya sangat dekat dengan sekolah. Hari Selasa waktunya mengikuti pengajian umum di mesjid dekat sekolah. Sisanya saya gunakan untuk menulis, membuat kerajinan crochet, atau mengerjakan beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan saya di komunitas dan organisasi dharma wanita. Semuanya saya kerjakan di sekolah anak-anak sambil menunggui mereka.

Untuk beraktivitas sebanyak itu setiap hari di luar rumah saya membawa berbagai macam perlengkapan yang saya simpan di dalam mobil saya. Ada beberapa tas yang isinya perlengkapan senam, baju ganti anak-anak, mukena, perlengkapan mengaji, bekal makan siang, tas untuk menyimpan perlengkapan crochet, dan notebook. Bayangkan bertapa ribetnya saya setiap hari membawa begitu banyak tas.

Berkaitan dengan hobby saya di bidang tulis menulis dan posisi saya sebagai pengurus organisasi dharma wanita, keberadaan notebook amat sangat saya butuhkan untuk menuangkan ide-ide saya dalam bentuk tulisan dan untuk membuat berbagai laporan. Jaman canggih seperti sekarang ini meeting pun sudah lazim dilakukan memelalui skype atau fasilitas messanger dari internet. Jika tidak ada notebook saya harus bolak-balik pergi ke warnet yang kebetulan jaraknya agak jauh dari sekolah anak-anak. Ah, ribet sekali rasanya kalau jalan kaki panas dan jauh, kalau harus membawa mobil susah mencari tempat parkirnya. Mau tidak mau saya harus membawa notebook ke sekolah setiap hari.

Notebook yang sesuai dengan aktivitas saya sehari-hari yang terutama adalah fiturnya lengkap,baterainya harus tahan lama dan bentuknya langsing. Karena saya seharian berada di luar rumah, tepatnya di bangku kayu di sekolah yang disediakan oleh pihak sekolah sebagai tempat duduk ibu-ibu yang menunggu anaknya sekolah. Yes, itu ‘kantor’ saya setiap Senin sampai Jumat pk 07.00-14.00.

Di gasebo sekolah hanya tersedia bangku-bangku kayu, tidak ada colokan listrik untuk men-charger baterai notebook atau hanya sekedar men-charger hand phone, pokoknya minim fasilitas. Dan supaya saya tidak membawa banyak tas perintilan atau kalau pun membawa satu buah tas besar, tas saya tidak menggelembung terlalu besar yang akan mengakibatkan tasnya cepat rusak karena mambawa berbagai macam bawaan, maka saya harus memiliki notebook yang ukurannya slim alias langsing.

Kebetulan saat ini Acer telah meluncurkan produk terbarunya, yaitu Acer E1 Sllim series. Acer Aspire E1-432 adalah jawaban bagi spAcer yang menginginkan notebook dengan fitur esensial yang lengkap namun dengan form factor yang lebih bersahabat untuk para pengguna dengan mobile. Acer Aspire E1-432 menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game sekalipun. Jika pada umumnya notebook berukuran layar 14” yang dilengkapi optical drive/DVD-RW memiliki dimensi yang cukup tebal, lain halnya dengan Aspire E1-432 yang didesain khusus oleh Acer dengan ketebalan sekitar 25.3 mm saja. Jika dibandingkan dengan notebook konvensional lainnya, Acer Aspire E1-432 memiliki dimensi 30% lebih tipis!

Monitor Acer E1 Sllim series menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game. Wow, asyik nih aman untuk main game juga .

Yang tidak kalah menariknya adalah biasanya notebook jaman sekarang jika dilengkapi dengan optical drive DVD-RW pasti bentuknya lebih tebal dan berat. Ternyata produk baru dari Acer E1 Sllim series ini dilengkapi dengan optical drive DVD-RW namun bentuknya tetap langsing, tidak perlu repot-repot lagi membawa DVD-RW external.

Apalagi Acer E1-432 Sllim series memiliki tiga buah port USB yang salah satunya menggunakan USB 3.0 yang akan mentransfer data 10x lipat lebih kencang….wushh…wushh…wushh…. cocok banget buat saya yang harus menyimpan dan mengolah data. Ada juga card reader yang bisa membaca memori SD Card dan MMC yang bisa digunakan pada kamera, pas buat seorang Emak-Emak blogger seperti saya karena akan semakin mudah untuk mengupload foto-foto liputan.

Belum lagi bagian display output, Apalagi Acer E1-432 Sllim series dilengkapi satu buah VGA port yang untuk keperluan presentasi menggunakan proyektor, dan juga sebuah HDMI port yang akan sangat berguna untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar untuk pengalaman multimedia yang lebih maksimal. Ini penting karena di kepengurusan organisasi dharma wanita sering mengadakan presentasi kegiatan maupun acara-acara seminar. Acer juga menyertakan sebuah Webcam HD untuk keperluan melakukan streaming, video chatting. Jadi meskipun mobile tetap bisa melakukan meeting dengan rekan-rekan pengurus organisasi.

Kebutuhan online saat ini sangatlah tinggi, diantaranya untuk mengirimkan laporan atau sekedar mencari pattern model baru untuk membuat kerajinan crochet atau juga mencari resep masakan. Urusan konektivitas ke dunia maya menjadi penting sekali. Nah Acer E1-432 Sllim series menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya menggunakan jaringan hotspot yang tersedia disekitar kita.

Notebook ini menggunakan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Artinya si notebook langsing ini bisa bekerja secara efisien dengan menggunakan energi yang cukup hemat.

Satu lagi keunggulan Acer E1-432 Sllim series adalah baterai yang tahan lama. Menggunakan baterai dengan kapasitas 2500 mAh sehingga dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Keren abis !

Kesimpulannya, produk Acer E1-432 Sllim series sangat cocok untuk orang yang mobile seperti saya. Meskipun memiliki bentuk yang 30% lebih tipis, namun tidak menghilangkan fitur-fitur yang penting. Tipis tapi bermutu tinggi dengan harga yang terjangkau. Dan tentu saja dengan kelebihan dari notebook tipis ini sangat menunjang berbagai aktivitas saya sehari-hari.

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

ACER3

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

6

Kemana Saja?

Kemana saja aku selama ini?
Lama nggak menyambangi dunia maya.
Blog ini pun sepi selama berhari-hari lamanya.
Blog sahabat pun tak sempat disambangi.

=> Kesibukan di dunia nyata.
=> Pulsa internet habis.
=> Dan sedang mempelajari hal baru.

Baiklah, aku mulai lagi ya..

6

Pucuk Di Cinta Bubur Sumsum Pun Tiba

gambar diambil dari google

gambar diambil dari google

Beberapa hari yang lalu, nggak ada angin nggak ada hujan. Tiba-tiba saya kepengen banget makan bubur sumsum.

Terbayang-bayang bubur sumsum yang lembut dan dingin dicampur saus gula merah beraroma kayu manis, ditaburi potongan buah nangka….hmmmm….yummy….mak nyoss…..

Saya kemudian browsing kesana kemari mencari tau bagaimana cara membuat bubur sumsum. Karena browsingnya dari hp, saya hanya sekilas saja membaca resepnya. Setelah dirasa mengerti, saya pergi ke pasar membeli bahan-bahan untuk membuat bubur sumsum.

Bahannya simple aja, hanya tepung beras, daun pandan, santan, gula merah, dan nangka. Cara membuatnya pun sepertinya mudah, tinggal campur santan dan tepung beras jerang di atas api kecil sambil terus diaduk-aduk supaya tidak menggumpal. Membuat saus gula merahnya pun mudah.

Dengan semangat ’45 saya membuat bubur sumsum di dapur. Tapi kok, kenapa ya hasilnya kental sekali nggak lembut seperti yang ada dalam bayangan saya…hu…hu…hu…. Ketika saya cicipi juga rasanya aneh karena terlalu kental :( saya simpan bubur sumsum hasil buatan saya di lemari es. Siapa tau kalau sudah masuk lemari es rasanya bisa berubah menjadi enak :) *ternyata teteup aja nggak enak*. Padahal saus gula merah yang saya buat enak rasanya, nggak sepadan dengan bubur sumsumnya ihiks…

Sore hari, ketika suami tiba di rumah, saya pun bercerita tentang eksperimen yang saya lakukan pada hari itu. Suami saya jadi penasaran, lalu ia meminta semangkuk bubur sumsum kepada saya.

“Papa mau coba bubur sumsum buatan Ibu ya!”

“Tapi nggak enak Pa rasanya.”

“Nggak apa-apa, tolong ambilkan buat Papa ya!”

Saya mengambilkan semangkuk bubur sumsum, disiram air gula beraroma kayu manis dan saya taburi buah nangka.
Suami menyambut bubur sumsum buatan saya dengan antusias. Tak lama kemudian dia terlihat sedang menikmati bubur sumsum buatan saya.

“Maaf ya Pa, bubur sumsumnya ngagk enak. Ibu salah bikinnya.”

“Emang Ibu bikin berapa banyak?”

“Bikin sepanci Pa.” (dengan suara yang memelas)

“Ooh…cuma sepanci. Ibu tau nggak Nyonya Liem dulu waktu masih belajar bikin kue, percobaannya lebih dari satu panci loh!”

Hu…hu…hu…suami mencoba menghibur saya nih ceritanya. Saya pun sedikit tersenyum sementara suami saya masih lahap menghabiskan bubur sumsum di mangkuknya.

Keesokan harinya, pulang dari kantor suami saya sakit perut. Bolak balik ke kamar mandi, dan minta dibalur minyak kayu putih. Saya sudah was-was dan curiga…jangan-jangan ini gara-gara kemarin makan bubur sumsum gagal buatan saya :(. Tapi suami saya keukeuh bilang bahwa sakit perutnya bukan karena makan bubur sumsum, tapi karena AC di kantor terlalu dingin *saya nggak percaya* . Untung sakit perutnya nggak keterusan sampai keesokan harinya.

Selang beberapa hari, tiba-tiba Mba Dian teman saya di sekolah memberikan sebuah bungkusan kepada saya yang isinya : sekotak Bubur Sumsum plus ketan hitam dan saus gula merah !! …..Alhamdulillah…..Iih Mba Dian tau aja kalo saya lagi kepengen makan bubur sumsum, terima kasih yaa.

Bubur sumsum buatan Mba Dian enak sekali, lembut dan harum. Maknyoss banget kalau dimakan dalam keadaan dingin. Saya sampai merem-melek menikmati bubur sumsum dari Mba Dian.

Sore harinya, ketika suami saya sudah tiba di rumah. Saya menawarkan bubur sumsum kepadanya.

“Papa, Ibu dikasih bubur sumsum nih saya Mba Dian, dia bikin sendiri. Rasanya enaaaakkk sekali, Papa mau?”

“Enggak Bu terima kasih, untuk Ibu aja.”

Heuheuheu…curiga si Papa kapok nih makan bubur sumsum ^_^

Moral of the story : lain kali kalo baca resep makanan nggak boleh sepintas-sepintas begitu, kudu dibaca bener-bener dan bahan-bahannya ditimbang dengan tepat pakai timbangan!!

0

Obrolan Seputar Pemilukada Kaltim 2013

gambar diambil dari google

gambar diambil dari google

 

10 September 2013 yang lalu, Propinsi Kalimantan Timur mengadakan Pemilukada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur.

Berikut obrolan Pemilukada versi anak-anakku :

(percakapan terjadi dalam perjalanan pulang dari sekolah)

Naufal : “Bu, kata guruku besok hari selasa aku libur, mau ada pemilihan gubernur “
Raditya : “Aku juga libur kata bu guru.”
Naufal : “Gubernur itu kepala daerah di propinsi ya Bu?”
Me : “Iya betul.” (jawbku sambil memegang kemudi)
Naufal : “Bosnya gubernur itu presiden kan Bu?”
Me : “Yup. Eh, anak-anak Ibu siapa yang mau jadi gubernur nanti kalau sudah besar?”
Naufal : “Aku mau jadi gubernur Bu!”
Raditya : “Aku mau jadi presiden aja Bu!”
Naufal : “Ade mah jadi Bupati aja!”
Raditya : “Iiiih….gak mau ah, aku ga mau jadi Bupati.”
Naufal : “Ga apa-apa, kamu jadi Bupati aja ya!” (maksa.com)
Raditya : “Aku kan laki-laki masa disuruh jadi perempuan.”
Naufal : “Hah? Siapa yang nyuruh kamu ajdi perempuan?”
Raditya : “Kenapa aku harus jadi Bupati? Aku nggak mau jadi ibu-ibu!”
Me & Naufal : (ngakak ketawa bareng)
Naufal : “Kalo Papati itu nggak ada De, adanya Bupati. Bupati itu bukan jadi ibu-ibu.” (Naufal bersaha menjelaskan ke Radit)
Raditnya : “Nggak mau ah, aku nggak mau jadi ibu-ibu, pokoknya nggak mau jadi Bupati!”