2

My (New) Hobby Is Crochet ^_^

Terhitung semenjak anak-anak memasuki tahun ajaran baru 2013-2014, saya mempunyai hobby baru yang bikin saya ketagihan. Hobby baru saya adalah membuat kerajinan crochet.

Saya baru kali ini mempelajari crochet dari teman saya sesama ibu yang setiap hari menunggu anak-anak di sekolah. Teman saya yang bernama Mba Wiewie alias Mama Aulia yang keturunan Tionghoa ini jago banget bikin crochet. Anaknya yang bernama Aulia satu kelas dengan Radit.

Pertemuan dan perkenalan pertama kali dengan Mama Aulia di sekolah adalah ketika kami sama-sama mengantar anak-anak di hari pertama masuk sekolah. Mama Aulia ini kemana-mana selalu membawa tas besar berisi benang rajut beraneka warna. Dan ketika ibu-ibu lainnya menunggu anak-anak sambil mengobrol, Mama Aulia ini terlihat asyik membuat crochet.

Saya pun tertarik sekali dengan apa yang dilakukan oleh Mama Aulia ini. Iseng-iseng saya minta diajari Mama Aulia membuat crochet. Gayung bersambut, Mama Aulia dengan suka cita menerima saya sebagai muridnya. Dia sangat telaten dan sabar mengajari saya setiap hari di sekolah.

Saya baru kali ini memegang hakpen dan benang rajut. Setiap kali orang melintasi tempat duduk dan melihat apa yang sedang kami kerjakan semua berkomentar sama, “Saya juga dulu bisa merajut, belajar sejak SD dan suka juga bikin taplak dan lain-lain.” Sementara saya, baru banget ‘main’ yang beginian :) .

Buat saya, mengawali membuat crochet tidak mudah, baru disuruh bikin tusukan yang guampang aja saya banyak salahnya dan harus bolak -balik dibongkar. Jadi dalam 2 bulan pertama setiap hari saya kerjanya hanya latihan bikin tusukan dan latihan membuat bunga mawar.

Setelah bunga mawat berhasil saya ‘taklukkan’ saya memberanikan diri membuat project yang lebih rumit versi saya…hahaha…maklum namanya juga newbie. Project pertama yang ingin saya buat adalah peci untuk anak-anak….sayang hasilnya gagal :( . Ternyata membaut crochet selain harus sabar dibutuhkan juga ketelitian dalam menghitung jumlah tusukan. Baiklah…bikin peci gagal, saya ganti bikin taplak kecil yang kayaknya mudah membuatnya. Hasilnya si taplak ini juga gagal saya buat karena salah menghitung tusukan :(. Nggak saya teruskan, karena bosan bolak-balik harus dibongkar. Lanjut ke project selanjutnya adalah membuat tatakan gelas dan celemek boneka. Kali ini kedua project kecil saya berhasil saya buat…horeee!!!

Mama Aulia sejak awal sudah mengingatkan saya kalau crochet akan membuat sangat ketagihan. Dan benar saja, setelah berhasil membaut sebuah project, saya ketagihan ingin membuat yang lainnya.

Hasil selama satu semester ini :


01022014461
01022014462
01022014465
31012014452 Dan inilah yang saya lakukan setiap hari di sekolah. Saya nggak sendirian, ada Mama Aulia sebagai guru saya, dan beberapa teman lainnya yang punya hobby yang sama. Kegiatan crocheting jadi semakin seru, karena kami sering bertukar informasi mengenai pola, variasi tusukan, macam-macam benang dan pernak-pernik lainnya.
img-20131023-wa0003

3

Kontes Cosply Bukan Tontonan Untuk Anak-Anak

Suatu hari saya sekeluarga berjalan-jalan di salah satu mall di kota Balikpapan. Di salah satu area mall tersebut ada keramaian, karena rasa penasaran kami mencoba mencari tau ada apa gerangan di sana. Banyak anak-anak muda berkostum ala tokoh dalam kartun Jepang. Suara musik terdengar cukup keras, ada seorang perempuan muda sebagai pemandu acara dan di seberangnya terdapat dua buah meja dan kursi yang diduduki oleh dua orang pemuda yang sesekali menulis sesuatu. Rupanya saat itu sedang diadakan kontes cosply.

Cosply…apaan sih cosply?  Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) dan “play” (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer. Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia. Cosplayer Indonesia umumnya menggunakan costume yang berasal dari komik (manga), game, atau film yang berasal dari negeri sakura, Jepang. (sumber : wikipedia)

Saya dan anak-anak sangat tertarik dengan kreativitas anak-anak muda yang menggunakan kostum ala tokoh kartun itu. Saya pribadi gak terlalu hafal nama-nama tokoh kartun Jepang, saya lihat ada yang menggunakan topeng, ada yang rambutnya dicat berwarna-warni, ada yang membawa senjata pedang mirip seperti yang dimiliki tokoh aselinya.Bayangkan jika selama ini kami hanya melihat tokoh-tokoh kartun tersebut dari sebuah buku atau film dalam bentuk sesuatu yang tidak nyata, kini kami bisa melihat langsung tokoh tersebut dalam bentuk nyata. Dan para cosplayers lah yang membuatnya menjadi nyata….amazing!

cosply - foto koleksi pribadi

cosply – foto koleksi pribadi

image520 image521 image522 cosply2 image531Kontes cosply baru saja dimulai, karena baru pertama kalinya melihat kontes ini, maka kami pun sengaja mengambil tempat strategis untuk bisa melihat pertunjukan. Awalnya biasa aja, sesuai nomor urut kontestan satu persatu masuk ke area pertunjukan. Mereka memperlihatkan kreativitasnya dengan kostum dan perlengkapan yang mirip dengan tokoh kartun yang diperankan. Tapi ternyata para kontestan nggak cuma memperlihatkan kostumnya, mereka pun menirukan adegan yang ada di dalam film atau games di kontes ini. Di depan hidung anak-anak, mereka mempertontonkan adegan berkelahi, menggunakan pedang dan senjata mainan yang mereka bawa, disertai dengan sound efek. Para kontestan saling menyerang, saling membanting, bahkan adegan banting-bantingan dilakukan beneran. Haduuuh….lama-lama kok serem ya melihatnya. Penonton yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah dasar melihat adegan-adegan tersebut dengan mata terbelalak. Saya pun turut terbelalak melihatnya. Oke katakanlah adegan yang terjadi di pentas kontes tersebut sebenarnya adegan pura-pura, tapi bagaimana dari sudut pandang mata anak kecil?

Karena menurut saya adegan yang dipertontonkan ini gak baik dilihat oleh anak-anak, maka saya segera mengajak anak-anak saya untuk beranjak dari tempat itu. Anak-anak tadinya nggak mau ikut saya, mereka merengek-rengek masih ingin melihat kontes cosply, untung mereka akhirnya bisa dibujuk.

Ooh, begini toh kontes cosply itu. Sebetulnya seru sih melihat kreativitas anak-anak muda membuat kostum tokoh-tokoh kartun, tapi pas bagian adegan memperagakan tokoh tersebut dalam adegan berkelahi kok rasanya kurang tepat kalau kontes ini diselenggarakan di tempat umum, dimana banyak anak-anak kecil yang melihatnya. Hal positif apa yang akan dilihat anak-anak kecil dari adegan berkelahi seperti itu??

7

Maaf Radit….Ibu Lagi ‘LoLa’ Alias ‘Loading-nya Lama’

Satu bulan yang super duper riweuh akhirnya bisa saya lewati juga.
Alhamdulillah si ‘Big Event’ sukses dilaksanakan.

Kini sisanya tinggal rasa capeeeek yang amat terasa sangat. Maklum dalam H-7 setiap hari saya kurang tidur dan harus berangkat pagi-pagi dan pulang setelah magrib untuk mengurus persiapan “Big Event” ini. Belum lagi di rumah saya tetep harus mengerjakan kewajiban saya sebagai Emaknya anak-anak dan istrinya Papa Noor. Badan aja sih yang capek, tapi hati ini happy banget kok.

Setelah “Big Event” selesai, akhirnya saya pun kembali menjalani rutinitas seperti biasa, yaitu mengantar dan menunggu anak-anak di sekolah. Rabu itu kepala saya masih cenat cenut gak keruan saat menunggu di sekolah. Pk. 10.30 Radit selesai sekolah, saya mengajaknya pulang ke rumah. Sampai di rumah :

Me          : “De, Mami mau tidur dulu ya, kepala Mami sakit.” ( Radit suka memanggil saya dengan sebutan Mami atau Mama)

Radit      : “Iya.”

Saya pun tidur dekat Radit yang sedang main sendirian. Kira-kira pukul 12 siang, pas denger suara adzan, saya pun terbangun dengan kepala masih beraaatt sekali. Radit saat itu masih main sendirian.

Me          : “De, makan gih, udah jam 12, waktunya makan siang.”

Radit      : “Iya.” (dia langsung ngambil tasnya, mencari kotak makan siangnya dari dalam tas)

“Kok kotak makanannya gak ada?”

Me          : “Masa gak ada? Coba keluarin semua ini tasnya, perasaan tadi pagi Mami masukkin ke tas Ade.”

Radit      : (ngebongkar tasnya dan isinya sudah di luar semua) “Gak ada Mami!”

Me          : (terpaksa bangun meski masih teler banget) “Mungkin ketinggalan di mobil, coba Ade ambil di mobil.”

Radit      : (ngambil kunci mobil lalu keluar menuju mobil, tak lama kemudian masuk lagi ke rumah) “Di mobil juga gak ada.”

Me          : “Waduuh….dimana ya De? Mungkin terbawa sama Papa ke kantor.” (saya langsung telpon Papa yang lagi ada di kantor)

Papa     : “Ada apa Mami?”

Me         : “Bekal makan siangnya Radit terbawa sama Papa nggak?”

Papa      : “Enggak tuh, Papa cuma bawa bekal Papa aja, kenapa?”

Me          : “Bekalnya Radit kok nggak ada ya Pa, udah dicari kemana-mana nggak ada, siapa tau terbawa sama Papa.”

Papa      : “Gak ada, Papa gak bawa bekalnya Radit.”

Radit      : (mukanya memelas banget ingin makan siang tapi kotak bekalnya gak ada…..kasihan)

Ohh….kasihan Radit, kemana gerangan si kotak bekal makan siangnya? Pikir saya dalam hati. Saat itu rasa sakit belum mau pergi dari kepala saya…masih terasa berat. Saya mencoba mengingat-ingat kembali semua kejadian yang saya lewati tadi pagi, siapa tau dengan cara ini kotak bekal makan siangnya Radit bisa ketemu.

Tiba-tiba…..Ya Allah….!!!! Saya baru ingat kalau hari ini saya memang nggak menyiapkan bekal makan siang untuk anak-anak *tepok jidat*

Jadi….hari ini tuh saya memang niatnya nggak bikin bekal makan siang untuk anak-anak, karena nanti mau ngajakin anak-anak makan siang soto daging di kantin sekolah.

Huffffttt……saya langsung lemas, kasihan anak-anak. Karena badan masih capek dan sakit kepala juga, saya jadi lupa sama rencana makan siang dengan anak-anak hari ini.

Akhirnya kami bertiga, saya, Naufal dan Radit makan siang di warung pecel ayam dekat rumah, sepulang sekolah pukul setengah tiga siang.

Maaf ya Nak…

4

Cuma Curhat Hari Ini

Hari ini berasa capeeeek banget.
Pergi dari rumah pagi-pagi.
Hari ini jadwalnya aerobic.
Guru senamnya aseli bikin gempor, badan berasa habis dibanting-banting begini.
Di sekolah ngebut ngerjain project crochet untuk ikut pameran hari Sabtu besok….padahal cuma bikin hand bag doank 1pcs…hahaha.
Pas bubaran anak sekolah lanjut ngambil barang dan brosur.
Terus bermacet ria di jalanan karena tadi siang hujan deras…bikin kaki tambah pegal.
Menuju kantor suami.
Sudah menunggu berbagai urusan ini-itu persiapan big event minggu depan.
Pulang ke rumah pas bubaran karyawan.
Di jalan kelaperan sampe perut terasa perih.
Mampir ke warteg beli nasi bungkus.
Nyampe rumah mandi,sholat,makan.
Terus nemenin anak-anak belajar…sambil ngantuk-ngantuk, sambil bikin laporan, eh…sempet-sempetnya curhat di blog..wkwkwkw…
Alhamdulillah masih diberi sehat sama Allah.
Anak-anak….be strong yaa!!
SEMANGAT!

30

ACER ASPIRE E1 Notebook Impian Ku

Suatu hari saya ada janji bertemu dengan dua orang perempuan muda dari bagian promosi sebuah produk kosmetik. Kami janjian bertemu di sekolah anak saya, karena saat itu posisi saya memang sedang berada di sana. Setelah kami berbincang-bincang serius mengenai rencana kerja sama untuk mengadakan sebuah event, kami mulai mengobrol santai.

Kami berbincang di sebuah gasebo (sebutan untuk tempat ibu-ibu menunggu anaknya sekolah) yang terdiri dari sebuah bangunan segi empat sederhana, memiliki atap dan dinding setengahnya. Di dalamnya tersedia bangku-bangku panjang. Tidak ada AC atau pendingin ruangan,oleh karena itu saat cuaca panas terasa sekali panasnya dan saat hujan, tak jarang kami harus kebasahan kena air tampias. Saat itu terlihat beberapa kelompok ibu sedang asyik mengobrol. Salah seorang perempuan muda itu beberapa kali mengamati keadaan sekeliling, melihat aktivitas ibu-ibu yang sedang ada bersama kami di situ.

Tak lama kemudian ia bertanya kepada saya, “Ibu nggak bosan mengunggu setiap hari seharian di sekolah seperti ini? Apa saja kegaiatan ibu sekarang?”.

Saya tersenyum mendengar ia melontarkan pertanyaan tersebut kepada saya. Saya bisa memahami mengapa ia bertanya seperti itu. Usianya masih muda dan ia memiliki karier yang bagus di masa depan. Barangkali ketika ia melihat saya dan apa yang ada di sekitar saya saat itu, ia membayangkan kurang lebih seperti inilah kalau nanti sudah menjadi emak-emak.

Banyak pilihan untuk menjalani rutinitas yang saya jalani sekarang sebagai emak-emak yang setiap hari harus menunggu anaknya di sekolah. Semua itu tergantung masing-masing individu. Dari beberapa ibu yang saya tanyai alasan mengapa mereka harus menunggu anaknya di sekolah, 80% menjawab karena jarak antara sekolah dan rumah cukup jauh, sehingga mereka memutuskan untuk menggu anaknya di sekolah dari pagi sampai bubaran kelas. Alasan yang sama seperti yang saya miliki.

Untuk mengisi hari-hari ‘membosankan’ di sekolah, ibu-ibu teman yang senasib dengan saya ini mengisinya dengan berbagai aktivitas diantaranya mengobrol ngalor ngidul dari pagi sampai siang, rajin mengikuti arisan di sana sini, ada yang berjualan, ada yang rajin mengadakan potluck atau botram, ada juga yang rajin ikut pengajian di mesjid dekat sekolah, ada yang sengaja membawa pekerjaan rajutannya dan mengerjakannya di sekolah dan lain sebagainya. Kami semua punya cara masing-masing untuk mengisi waktu supaya tidak bosan.

Kalau saya pribadi ditanya apa kegiatan saya? Jawabannya : Banyak sekali!

Terutama dalam dua tahun terakhir, ketika saya menjalani rutinitas sebagai emak-emak yang tiap hari dari Senin – Jumat kerjanya mobile di luar rumah tetapi tetap harus mengerjakan beberapa ‘proyek’ seminar, tugas dari dharma wanita, kegiatan komite sekolah tidak lupa urusan hobby saya menulis.

Kerepotan saya dimulai dari pagi hari sebelum adzan subuh berkumandang. Saya bangun pagi langsung turun ke dapur mulai merendam cucian, mencuci piring bekas tadi malam, masak nasi, mengolah bahan-bahan makanan menjadi masakan, menyiapkan sarapan semua anggota keluarga, menyiapkan bekal makan siang untuk kami bawa pada hari itu. Beruntung urusan anak-anak dan beres-beres rumah suami saya mau bantuin. Terakhir tak lupa saya mandi pagi dan berdandan secukupnya untuk berangkat ke sekolah bersama anak-anak.

Sampai di sekolah saya langsung mengambil posisi duduk yang strategis di gasebo. Kegiatan pagi hari di sekolah saya buka dengan menulis. Nggak tau kenapa mood menulis saya itu selalu muncul di pagi hari. Kalau ide di dalam kepala ini tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, alhasil dalam beberapa jam ke depan semuanya akan menguap begitu saja keluar dari kepala saya. Setelah itu kemudian saya akan merasa buntu, tidak bisa menulis apa-apa lagi.

Selesai menulis, kalau sedang tidak ada ‘pekerjaan’ biasanya saya mengerjakan hobby saya yang lain yaitu membaca atau membuat crochet, diselingin ngobrol dengan ibu-ibu teman-teman saya di sekolah sampai siang.

Saya juga mengisi hari-hari saya dengan kegaitan olah raga aerobic seminggu tiga kali setiap Senin-Rabu-Jumat, dan hari Selasa saya mengikuti pengajian di mesjid dekat sekolah.

Oke, kembali ke laptop. Kalau lagi nggak ada pekerjaan sih biasanya saya cukup santai mengerjakan kegaitan saya membaca, crochet , senam, dan pengajian. Tapi….kalau sedang banyak pekerjaan, jangan ditanya deh….Iyaa….saya jadi sok sibuk.

Di rumah saya sudah sibuk sama mengurus urusan rumah tangga dan menjadi guru les privatnya anak-anak. Sejak pulang sekolah sampai malam hari fokus saya pada keluarga. Jadi, ya begitulah saya mempunyai waktu untuk mengerjakan berbagai kegiatan saya ketika sedang berada di sekolah.

Pagi-pagi pasti hand phone saya sudah menjerit-jerit, pesan melalui sms atau whatsapp masuk bertubi-tubi, berisi perintah ini itu yang harus segera saya kerjakan.

Baiklah, selesai menulis saya buka satu persatu pesan yang masuk. Oke, Ibu A dari dharma wanita memberi tahu kalau dia sudah mengirimkan laporan data anak asuh. Ibu B masih dari dharma wanita juga yang merupakan atasan saya mengingatkan bahwa saya harus segera mengolah data dan membuat laporan bendahara (posisi saya di organisasi Program Anak Asuh adalah sebagai bendahara). Well….ini artinya saya harus punya perngkat yang bisa membuat saya mengerjakannya di sekolah. Kalau tidak segera saya kerjakan…mau kapan lagi? Bisa-bisa saya digetok centong karena terlambat membuat laporan. Kalau laporan selesai, saya harus cek dan ricek ke Ibu Ketua, karena laporan yang saya buat ini bakalan disampaikan ke seluruh kantor-kantor. Kalau ada koreksi, maka saya harus cepat membetulkannya, dan melaporkannya kembali. Cek sana cek sini, sms ibu C, Ibu D semua atasan saya yang tinggalnya di luar kota, minta persetujuan dan seterusnya sampai jadi laporan dan siap diserahkan ke kantor-kantor. Setiap tiga bulan sekali saya bakalan sibuk sama urusan laporan ini.

Acara Santuna Program Anak Asuh DWP Pajak Kaltim

Acara Santuna Program Anak Asuh DWP Pajak Kaltim

Lain lagi ceritanya ketika saya sedang persiapan membuat seminar kesehatan anak di kota ini pada bulan Mei yang lalu.Persiapan untuk seminar ini sejak 6 bulan sebelumnya. Panitia lokal dibimbing oleh Yayasan Orang Tua Peduli di Jakarta. Jadi hubungan kami SLJJ (sambungan langsung jarak jauh). Mulai dari sosialisasi konsep seminar, membuat proposal, mencari venue dan seterusnya sesuai dengan juknis yang berlaku. Semakin mendekati hari H semakin hetic, panitia sudah bagi-bagi tugas. Tapi karena pada saat itu saya yang menjadi ketua panitia, saya harus terus berkoordinasi dengan tim dan juga dengan pihak yayasan di Jakarta.

Waktu itu saya sampai jumpalitan. Yang menjadi masalah adalah fasilitas saya tidak memadai, saya nggak punya notebook mini yang punya batrei kuat. Modal saya saat itu adalah laptop besar nan berat yang biasa saya bawa-bawa ini. Laptop ini kekuatan baterainya terbatas, maksimal 1 jam digunakan untuk mengetik langsung habis. Mau cari colokan untuk charager dimana??? Di gasebo mana ada colokan listrik…hu…hu…hu….sedih banget deh. Lagi pula membawa laptop sebesar ini riskan, mau saya bawa kemana-mana berat, kalau saya simpan di mobil takut dicuri orang. Padahal setiap waktu saya pasti berkoordinasi dengan tim dan yayasan mengharuskan saya terus menerus berhubungan dengan internet.

Sebetulnya saya punya handp phone dan bisa digunakan untuk membuka e-mail, ya saya bisa baca e-mail lewat hp tapi saya nggak bisa membalas e-mail, karena ribetttt! Sering terjadi saya sudah mengetik panjang lebar dari hp, ehh…mungkin karena terlalu lama dan banyak, ketika mau saya kirim hp saya langsung error….haduhhh .
Atau bisa sewaktu-waktu dari Yayasan telpon saya ,”Coba dicek segera yaa saya sudah kirim lewat e-mail, kalau ada yang kurang segera dilengkapi dan kirim balik ke saya.” Saya cepat-cepat ngacir ke warnet yang lokasinya agak lumayan ribet karena susah mencari tempat parkiran mobil. Gara-gara soal mencari parkiran di warnet ini saya juga pernah kena semprot tukang parkir, karena saya salah memarkirkan mobil saya. Nah, kalau sudah sampai di warnet dan mendapat tempat parkir yang oke, syukur-syukur kalau warnetnya sudah buka, ini seringnya kalau pagi-pagi warnetnya masih tutup…hufffft.

Alhamdulillah kegiatan seminar kesehatan akhirnya dapat dilaksanakan dengan sukses di Balikpapan. Rasanya senang sekali.

smart FM

Sosialisasi PESAT Balikpapan di SMART FM Balikpapan

pesat1

PESAT Balikpapan 4 & 5 Mei 2013

PESAT Balikpapan di Tribun Kaltim

PESAT Balikpapan di Tribun Kaltim

Di hari yang lain, saya diberi amanah untuk mengadakan penyuluhan tentang ASI Exclusive di dharma wanita. Lagi-lagi saya membutuhkan perangkat notebook yang terkoneksi dengan internet. Mempersiapkan bahan-bahan materi, mencari video dan gambar-gambar dan juga berkoordinasi SLJJ dengan teman-teman saya di Klub Peduli ASI.

img-20130426-wa0001

Sosialisasi ASI Exclusive di DWP

Sosialisasi ASI Exclusive DWP Kanwil Pajak Kaltim - April 2013

Sosialisasi ASI Exclusive DWP Kanwil Pajak Kaltim – April 2013

Dan saat ini saya lagi-lagi sedang mempersiapkan sebuah proyek seminar parenting yang insyaAllah akan menghadirkan pembicara seorang psikolog terkenal dari Jakarta. Semua harus saya persiapkan mulai dari membuat proposal dan sebagainya. Apalagi ibu ketua saya posisi di Jakarta, koordinasi dan surat menyurat harus terlus dilakukan.

Gara-gara nggak ada notebook, kemarin saya tergopoh-gopoh ngebut nyupir dari sekolah ke kantor untuk korrdinasi dengan tim panitia membuat surat-surat dan proposal. Saya tinggalkan anak-anak di sekolah, hari itu kebetulan hari jumat. Saya terlambat menjemput anak-anak, untung dekat sekolah ada mesjid, dengan waktu yang mepet saya antar anak-anak ke mesjid untuk ikut shalat jumat.

Waktu persiapan seminar kali ini sangat singkat hanya satu bulan dan ibu ketua panitia posisinya di Jakarta….ho…ho…ho….kebayang kan bagaimana rempongnya saya. Suatu sore ketika saya mau mengantar si sulung les bahasa Inggris telpon saya berbunyi, dari Ibu Ketua saya di Jakarta, “Mba Ira, saya sedang di percetakan mau setting backdrop dan banner, tolong disipakan logo dari sponsor-sponsor yang akan menjadi sponsor kita, saya tunggu SEGERA ya!”….. Eeeaa…..sambil nyupir sambil sms ke para sponsor minta dikirim logo by e-mail. Ketika logo sudah saya dapatkan, saya buru-buru cari warnet untuk mengirimkan logo-logo tersebut ke Ibu ketua.

Hufffffttt……inhale….exhale….

Semua kegiatan yang saya lakukan ini sifatnya kegiatan sosial yang tidak mencari keuntungan. Entah mengapa saya punya passion di bidang ini. Dan saya sudah memilih hal ini sebagai jalan hidup saya. Oleh karena itu, meskipun membuat saya heboh bin rempong saya tetap menjalaninya dengan penuh cinta.

Iya saya adalah orang yang mobile, benar sekali saya adalah orang yang setiap hari disibukkan dengan segudang kegiatan.Hal ini mau nggak mau mengharuskan saya memiliki perangkat gadget yang memadai. Andaikata ada sebuah notebook murah dengan ukuran tipis dan ringan, ada dvd-rw, bisa digunakan untuk internetan, ada webcam, memory yang besar dan processor yang mumpuni, pasti akan sangat membantu saya.

Lah kok kebetulan sekali Acer meluncurkan produk terbarunya, Acer E1 Sllim series yang memiliki fitur lengkap, baterai tahan lama serta bentuk yang 30% lebih tipis. Kehebatan si Tipis yang satu ini adalah :

Monitor Acer E1 Sllim series menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game.

Acer E1 Sllim series ini juga dilengkapi dengan optical drive DVD-RW dan bentuknya tetap langsing.

Acer E1-432 Sllim series menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya menggunakan jaringan hotspot yang tersedia disekitar kita.

Dilengkapi dengan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Notebook ini dipersenjatai dengan Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Artinya si notebook langsing ini bisa bekerja secara efisien dengan menggunakan energi yang cukup hemat.

Serta menggunakan baterai dengan kapasitas 2500 mAh sehingga dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.

Bentuknya tipis dan ringan serta designnya elegan bikin saya bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya..

Cocok!……Keren abis produk yang satu ini. Iya, ini dia notebook impian saya. Notebook yang betul-betul saya perlukan.. Notebook yang bisa saya bawa kemana-mana tanpa membebani saya karena bentuknya yang tipis dan ringan. Notebook yang designnya juga elegan, bikin saya nggak malu menggunakannya dimana saja.Notebook yang memiliki fitu-fitur yang lengkap yang bisa memudahkan saya mengerjakan semua tugas-tugas saya. Notebook yang bisa menjadi sahabat saya menjalani berbagai aktivitas sosial. Ya, saya layak mendapatkan Acer E1 Sllim series ini dari Acer.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

3

“Pindah”…Senang Atau Sedih?

gambar diambil dari : www.inspired-moms.com

gambar diambil dari : http://www.inspired-moms.com

Dalam dua bulan terakhir dua orang teman saya pamit karena akan pindah ke luar kota dan satu orang sahabat saya suaminya mutasi sedangkan dia dan anak-anaknya akan menyusul beberapa bulan ke depan.

Setiap kali dipamiti oleh teman yang akan pindah membuat perasan saya menjadi senang sekaligus sedih dan ujung-ujungnya malah bingung sendiri. Saya turut merasa senang kalau teman saya pindah ke tempat yang diinginkannya, seperti back to home base atau pindah karena suaminya mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Namun saya juga merasa sedih, karena saya bakal kehilangan teman lagi. Iya sih jaman sekarang kan jaman udah canggih, komunikasi bisa dilakukan kapan saja melaui teknologi, silaturahim masih bisa terjaga dengan baik. Tapi kalau orangnya tidak ada di depan mata dan tidak tinggal dalam satu kota buat saya rasanya lain. Ditambah lagi saya di sini juga merantau jauh dari orang tua dan sanak saudara, jadi teman dan sahabat sudah saya anggap saudara sendiri. Terus saya suka berpikir…..kapan ya giliran saya pindah? Kapan ya suami kena mutasi? Dan kalau mutasi, akan pindah kemana ya? Saya jadi bingung sendiri.

Sejak kecil sebetulnya saya juga sering pindah-pindah tempat tinggal karena profesi Bapak saya  seorang tentara. Gara-gara sering pindah-pindah saya jadi punya banyak sekolah. Pindah yang paling jauh adalah ke Pulau Sumatera tepatnya di Pekanbaru Riau, sedangkan sisanya hanya seputaran Pulau Jawa (Jawa Barat – Jawa Timur). Dulu waktu masih kecil kalau pindah perasaan happy-happy aja deh. Ketika Bapak dan Mamah memberi tahu bahwa kami sekeluarga akan pindah biasanya saya malah senang. Kesibukan packing barang, pamit ke teman-teman sekolah dan tetangga, dan membayangkan akan menempati rumah baru serta masuk ke sekolah baru, teman-teman baru membuat saya semangat sekali kalau mendengar akan pindahan. Bahkan dulu sempat mikir, “Kenapa teman-teman saya pada nangis kalau saya pindah? Kenapa harus sedih sih?”

Jadi, sebetulnya urusan pindah-pindah tempat tinggal dan pindah-pindah kota ini sudah tidak asing lagi buat saya. Pun demikian halnya dengan suami. Ayahnya suami alias mertua saya berprofesi sebagai PNS di Badan Pemeriksa Keuangan. Suami saya sudah berkali-kali pindah kota bahkan sudah menyambangi berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatera sampai Kepulauan di Maluku.

Dilalah, ternyata Tuhan menjodohkan saya dengan suami yang punya background sama (suka pindah-pindah) dan profesi suami saya ini juga mengharuskannya siap dipindahkan ke seluruh penjuru negeri. Saya bersyukur mengawali kariernya, suami cukup lama bekerja di daerah ibu kota Jakarta, 5 tahun malang melintang empat kali pindah kantor. Baru dua tahun yang lalu suami mendapatkan promosi dan harus pindah ke luar pulau nun jauh dari kampung halaman kami yaitu ke pulau Kalimantan. Mungkin karena cukup lama di Jakarta akhirnya suami harus mencicipi juga bagaimana rasanya mutasi ke luar pulau.

Seumur hidup inilah pengalaman pertama kalinya suami pindah membawa serta keluarga ke pulau Kalimantan. Rasanya beda, nggak seperti dulu ketika dibawa pindah oleh orang tua. Sekarang kita yang menjadi orang tua, membawa pindah anak-anak. Perasaan cemas seperti bagaimana nanti kehidupan di tempat baru? Bagaimana nanti sekolah anak-anak? Bagaimana orang-orangnya? Dan seterusnya dan seterusnya. Dan ternyata benar….kami harus melalui proses adaptasi yang lumayan menguras kesabaran. Namun ketika telah melewati tahun pertama, akhirnya kami bisa enjoy tinggal di tempat baru ini.

Mutasi, pindah…itu pasti akan saya alami lagi, namun kapan pastinya dan kemana pindahnya…entahlah hanya Tuhan yang tahu.

10

Acer E1 Slim Series Notebook Andalan Keluarga

(gambar diambil dari : www.acerid.com)

(gambar diambil dari : http://www.acerid.com)

Ketika melihat kedua malaikat kecilku sedang asyik bermain aku tersenyum-senyum sendiri. Tidak terasa kini mereka sudah besar dan sudah bersekolah di sekolah dasar. Pikiranku kemudian melayang kembali kesepuluh tahun silam, di masa awal-awal pernikahan.

Saat itu kondisi suami baru saja diterima menjadi PNS dan aku sedang hamil muda. Kami tinggal di Jakarta, dan terpaksa ‘nebeng’ tinggal di rumah tante karena kami belum punya cukup uang untuk mengontrak apalagi membeli rumah. Hari-hari kami lalui dengan kerja keras sambil merjut mimpi-mimpi kami di masa depan.

Hanya setahun aku tinggal bersama suami di Jakarta, karena ketika aku sedang hamil lima bulan aku ditawari bekerja di Bandung oleh mantan bos ku. Saat itu aku dan suami memang sedang membangun fondasi ekonomi keluarga, jadi tanpa berpikir panjang, kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Aku pun berpisah dengan suami, mulai bekerja dan tinggal di Bandung, kami mulai menjalani hubungan Long Distance Relationship (LDR istilah kerennya sekarang).

Meskipun aku dan suami tinggal di kota yang berbeda, namun cita-cita kami tidak berubah, kami ingin bisa berkumpul dan bisa menyekolahkan anak-anak sampai ke jenjang yang tinggi. Kami hanya bisa berkumpul seminggu sekali ketika weekend atau ketika ada cuti bersama. Kerinduan untuk berkumpul bersama menyelimuti hari-hari kami saat itu. Namun kami masih harus berjuang demi meraih cita-cita. Alhamdulillah akhirnya doa dan usaha kami akhirnya diijabah oleh Tuhan. Setelah lima tahun hidup terpisah, akhhirnya kami bisa tinggal bersama.

Sekarang aku sudah tidak lagi bekerja di kantor, aku memutuskan resign. Kini kami sudah tinggal bersama sebagai keluarga yang utuh. Bagi ku bisa mendampingi suami dan merawat anak-anakku sendiri setiap hari adalah hal yang luar biasa. Memang capek, tapi rasa capek itu terbayar ketika melihat kedua anakku sedang bermain seperti saat ini.

Kebersamaan kami setiap hari kami lalui dengan berbagai aktivitas. Anak-anak sekolah, suami bekerja, dan aku menjadi emak-emak yang ‘sok sibuk’ menjalankan rutinitas pekerjaan ibu rumah tangga serta menggeluti berbagai kegiatan lainnya. Hobby ku menulis dan aktivitas ku di Dharma Wanita Pajak Kalimantan Timur banyak sekali terbantu oleh keberadaan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer. Keistimewaan produk Acer yang satu ini adalah memiliki bentuk yang 30% lebih tipis serta beratnya yang 15% lebih ringan dibandingkan produk notebook lainnya.

Tidak hanya aku yang dapat memanfaatkan produk keren yang satu ini, anak-anakku juga dapat menggunakannya. Anak sulung ku sekarang kelas 4 SD, banyak sekali tugas-tugas paper yang diberikan dari sekolah. Bahan-bahan papernya pun kebanyakan dicari melalui internet. Anak-anak ku  juga mendapatkan CD pelajaran dari sekolah. CD tersebut digunakan untuk belajar bersama orang tua  di rumah. Bahkan saat ini buku pelajaran telah disediakan oleh Departemen Pendidikan dalam bentuk Buku Sekolah Elektronik atau bisa disingkat BSE. Kita bisa mengunduh materi pelajaran beserta soal-soal latihan dari situs tersebut.Untuk urusan belajar bahkan sekarang tersedia program TV Edukasi dan kita bisa melihat videonya dari Link TV Edukasi ini. Jadi anak-anak ku selain belajar di sekolah, mereka juga belajar dari internet.

Kebetulan si bungsu bubaran sekolahnya lebih cepat dibandingkan dengan si kakak.Kami masih harus menunggu si kakak bubaran sekolah, nah supaya si bungsu tidak bosan dan be-te, dia bisa memanfaatkan nootebook keren ini. Untuk belajar, memutar CD (baik CD film maupun CD pelajaran) atau sekedar main game. Karena meskipun bentuknya tipis, notebook Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer menyediakan sebuah DVD-RW,berbeda dengan notebook lainnya yang tidak mempunyai DVD-RW.

Kebersamaan kami sekeluarga selalu kami jaga. Hari libur biasanya kami jalan-jalan kel luar rumah. Tapi karena Balikpapan ini kota kecil, lama-lama bosan juga ke tempat yang itu-itu lagi. Waktu libur kami selingi dengan bersantai saja di rumah. Kehadiran si notebook tipis ini bisa menghibur kami sekeluarga. Apalagi kalau sedang mati lampu. Asal tau saja,kota Balikpapan ini terkenal dengan kota yang sering mati lampu. Mati lampunya pun bisa berjam-jam lamanya. Mati gaya deh kalau sudah mati lampu. Biar nggak bosan,ya itu tadi kami bisa main game atau nonton menggunakan Acer E1 Sllim series.

Beruntung sekali ada Acer E1 Sllim series. Meskipun bentuknya tipis, namun si notebook keren ini didukung performa Intel@ Processor di dalamnya

Maksudnya begini loh, Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Yang membuat prosesor ini menjadi suatu keunggulan dari Aspire E1 adalah : Pertama, prosesor ini sudah menggunakan arsitektur Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt saja. Dikombinasikan dengan baterai 4-cell (2500mAh) yang digunakan, daya tahan baterai notebook ini dipastikan akan menjadi jauh lebih maksimal. Kedua, prosesor Intel Celeron 2955U ini sudah terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru dengan peningkatan kinerja yang signifikan dibanding dengan Intel HD graphics sebelumnya.

Performa yang ditawarkan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer ini menggunakan Intel Celeron 2955U yang mampu memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan kedua penerusnya seperti Intel Celeron 877 dan Celeron 1007. Dengan TDP yang berjalan lebih rendah, rasio performance per watt yang ditawarkan prosesor ini sangatlah baik. Artinya si notebook tipis nan keren ini hemat baterai.Baterai dengan kapasitas 2500 mAh dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.

Ngomong-ngomong nih, yang namanya notebook itu kan suka gampang panas ya. Lalu kalau digunakan terlalu lama suka jadi lemot. Nah, notebook tipis yang satu ini tidak demikian. Dengan form factor yang digunakan , Acer memberikan solusi pendinginan yang memadai, sehingga suhu kerja dapat terjaga dengan baik, selama ditempatkan pada permukaan yang rata (bukan kain, karpet, dll).

Untuk main game juga aman, karena Intel HD Graphics yang tertanam didalam prosesor berbasis Haswell ini menghasilkan performa yang jauh lebih baik. Bahkan sudah diuji pada beberapa game terbaru seperti PES 2014, GRID2, dan COD: MW3 dengan lancar dan nyaman berjalan pada kisaran frame rate diatas 30 fps, menggunakan resolusi HD dan setting kombinasi medium-low.

Kebersamaan dengan keluarga adalah hal yang sangat berarti untuk keluarga ku. Bermain bersama mengisi waktu libur dengan suami dan anak-anak ditemani dengan notebook tipis nan canggih ini sungguh merupakan sebuah kebahagiaan. Kalau sudah begini mau tidak mau keberadaan notebook sangat penting untuk keluarga kami. Keberadaan Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Dengan memiliki si notebook Acer E1 Sllim series yang merupakan produk terbaru dari Acer ini kita bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia