Maafkan Ibu….

Anak-anakku sayang,

Maafkan Ibu ya Nak. Beberapa hari terakhir Ibu kurang sabar sama kalian. Ibu sering marah-marah karena tingkah laku kalian, berantakin rumah, ngompol (padahal ibu baru nyuci sprei), makan harus dikejar-kejar+pake lama pula, kalian berantem melulu dsb.

Ibu tau kalian sebenarnya adalah anak-anak yang baik, sangat baik. Naufal sudah mulai belajar disiplin, pulang sekolah sepatu disimpan di rak, kaos kaki ditempatkan pada tempatnya, baju kotor disimpan di kotak baju kotor, ngambil baju ganti dan ganti baju sendiri. Pagi-pagi Naufal sudah mau sarapan sendiri, membereskan bekas makan, dan berangkat sekolah sendiri. Oh iya pagi dan sore tak lupa menyiram tanaman di pekarangan. Kalau Ibu sedang masak, Naufal menjadi asisten Ibu, sudah bisa dimintai tolong mengambil sayuran dan daging dari lemari es. Ibu guru selalu memuji Naufal, membuat Ibu bangga sekali padamu.

Raditya, umurmu masih 2,5 th, anteng kalau Ibu tinggal bekerja dan masak. Senang membantu Ibu masak di dapur, meskipun ujung-ujungnya perabotan dapur diberantakin di lantai dapur atau diboyong semua ke ruang tv. Waktu Ibu menata taman, Radit juga bantu-bantu Ibu, meskipun ujung-ujungnya tanah berserakan masuk ke dalam rumah semua dan ujung-ujungnya Ibu harus nyapu dan ngepel lantai (lagi).

Ibu sering merasa capekk….karena pekerjaan Ibu nyaris non stop Sayang. Maaf ya Nak, harusnya Ibu nggak boleh mengeluh. Ibu akui mengurus anak dan rumah tangga tidaklah mudah. Lain sekali dengan ketika Ibu masih bekerja. Ada yang membantu Ibu mengasuh kalian. Sekarang, semua Ibu lakukan sendiri, dan pekerjaan terberat adalah mengasuh kalian… 24 jam tiada henti, baik siang maupun malam.

Ibu tau kalian masih anak-anak dan tugas Ibu mengasuh, membimbing kalian agar menjadi anak yang diharapkan oleh Ibu dan Papa.  Ibu sering enggak sabar terhadap kalian, padahal jelas-jelas kalian hanya anak-anak, kalian belum mengerti apa-apa, wajar sekali kalau kalian harus berulang kali diberi tau dan diajari.  Kalian masih dalam tahap ingin bereksplorasi, semua ingin kalian ketahui, yang sering Ibu salah artikan sebagai ‘kenakalan’.

Sekali lagi maafkan Ibu ya Sayangku…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s