Tersihir Mantra “Man Jadda Wajada”

Dalam seminggu ini saya maraton membaca dua buah novel religius.

Yang pertama adalah “Bumi Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy dan berikutnya adalah “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi.

Saya selalu menyukai buku yang berbau petualangan dan mengandung nilai religius. Saya menganggap harus ada nilai tambah dari membaca sebuah buku, yaitu memperkaya iman kita pada Allah SWT.

Pertama buku “Bumi Cinta”, seperti karya-karya sebelumnya yang pernah saya baca, jujur kalau hanya mengikuti alur cerita si tokoh utama, rasanya itu-itu saja, selalu tokohnya adalah laki-laki soleh yang dikelilingi oleh perempuan (kasarnya sih begitu). Tapi saya nggak kapok membaca karyanya Kang Abik, karena saya bukan semata-mata menikmati alur ceritanya, tapi lebih dari itu, keistimewaan buku-buku Kang Abik adalah di dalamnya penuh dengan siraman rohani, yang dipaparkan secara sangat baik dan tidak membosankan. Yang pasti, setelah membaca buku-buku Kang Abik ini, batin saya tercerahkan dan terpacu untuk belajar ilmu agama serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Buku berikutnya yang nggak kalah membuat saya tersihir dan merasa mengalami pencerahan batin adalah buku “Negeri 5 Menara’. Ya,  “Negeri 5 Menara” membuat saya ikut tersihir oleh doktrin-doktrin para Kiai pengurus Pondok Pesantren Madani (yang diceritakan di dalam buku). Tidak ada satu katapun terlewati untuk saya baca, semuanya mengandung magic. Sederhana, berdasarkan dari pengalaman seorang anak yang berasal dari dusun di daerah Maninjau yang punya cita-cita setinggi langit, yang mendapat polesan pendidikan dari sebuah pondok pesantern tarbaik di negeri ini. Setiap katanya mengandung sihir, membangkitkan semangat untuk terus berusaha meraih cita-cita dengan dibekali kesungguhan, kerja keras dan doa. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

7 thoughts on “Tersihir Mantra “Man Jadda Wajada”

  1. Hi Mba Irai. Thanks yah dah mampir ke blog keluargazulfadhli🙂

    Gw link yah Mba blog dirimyu. Thanks

    Btw mau pinjem dunks bukunya. Novelnya kang Abik baru baca yang Ayat2 Cinta, yang lainnya belom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s