32 Tahun dan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Ya, umurku sekarang sudah 32 tahun. Dan aku bersyukur sekali dengan apa yang aku jalani saat ini.

Bertransformasi dari seorang ibu bekerja menjadi sorang ibu rumah tangga dalam setahun ini, adalah sebuah perjuangan yang sangat berharga dalam hidupku.

Semua diawali dengan sebuah niat sederhana, yaitu ingin membahagiakan suami dan anak-anak. Tak kusangka niat yang sederhana tersebut kini berubah wujud menjadi sesuatu yang sangat tak ternilai harganya, menjadi sesuatu yang  membuatku sangat bahagia.

Aku katakan bahwa aku masih menjalani proses dan belum berakhir. Proses dimana aku mengalami pergolakan batin dan fisik. Aku jungkir balik melakukan tahapan penyesuaian ini. Sebetulnya aku mempunyai keinginan yang sangat banyak. Aku ingin belajar menuntut ilmu, ingin aktif dalam berbagai organisasi, ingin punya toko kue, ingin bekerja, ingin mengajar dsb, dsb. Namun langkahku selalu terganjal, karena aku harus mengurus suamiku, anak-anakku, dan rumah tanggaku. Mereka saat ini mengambil porsi terbesar dalam hidupku, menguras segenap tenaga dan pikiranku. Ada rasa sedih, rasa kecewa, karena tidak berhasil mewujudkan keinginanku, tapi itu dulu, pada awalnya saja. Pemberontakan-pemberontakan dalam hati kecilku berhasil kukalahkan.

Kembali lagi pada NIAT. Akhirnya aku bertafakur, mau apa sebetulnya aku ini. Di hadapanku terbentang ladang ibadah yang sangat luas, dan aku masih saja ingin berpaling untuk memuaskan rasa ego-ku. Sampai kapan aku harus merasa sedih dan kecewa hanya karena tidak bisa kembali pada posisi ku dulu? Sampai kapan aku harus merasa letih hanya karena hatiku tidak ikhlas menjadi ibu rumah tangga?

Wajah ceria anak-anakku dan canda tawa mereka yang setiap detik mengisi hari-hariku, mengantarkan aku pada sesuatu yang barnama : KEIKHLASAN. Aku tidak bisa berpaling darinya, dan aku tidak pernah tega untuk meninggalkannya.

Dan ketika aku mencapai kepada sesuatu yang bernama KEIKHLASAN itu, ternyata di dalamnya terdapat berjuta-juta kebahagiaan hadiah untukku. Tidak ada batasan, tidak ada ganjalan, semua yang aku inginkan bisa teruwujud.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah…semua ini adalah kado terindah yang pernah aku terima dalam hidupku.

Untuk suamiku : terima kasih Sayang, aku sangat bersyukur mempunyai suami sebaik dirimu, yang tidak pernah lelah mengingatkan dan meluruskan NIAT ku.

——-Alhamdulillah——–

5 thoughts on “32 Tahun dan Menjadi Ibu Rumah Tangga

  1. Sebelumnya salam kenal dari Sydney yach mbak.. tahu blognya pas main di keluarga nugraha.

    Percayalah,, menjadi ibu bagi anak2 kita tercinta dan menjadi isteri bagi suami tercinta adalah karir yang paling tingiiiiiii dan tidak ternilai harganya untuk seorang wanita.

    Salam untuk keluarga.

    Vonny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s