Laporan Minggu ke-3 Sekolah

Minggu kemarin adalah minggu ke-3 Naufal sekolah di SD.

Sampai minggu ke-3 kalau ditanya belajar apa aja di sekolah? Jawabannya : “Nggak belajar.” Nah loh! Padahal Naufal berangkat jam 6 pagi-pulang jam 13.30, lalu ngapain aja di sekolah? (sampai sekarang belum diberi Pekerjaan Rumah)

Kebetulan saya pernah ketemu wali kelasnya Naufal, saya tanya kenapa kok belum belajar? Ini jawaban ibu wali kelas :

“Dalam 1 bulan ini memang belum ada pelajaran, karena kami sedang mendidik murid kelas 1 untuk membiasakan diri dengan lingkungan dan kondisi barunya di sekolah. Kami mengenalkan tata tertib, dan kebiasaan-kebiasaan baru yang untuk kebanyakan anak-anak kelas 1 masih asing. Kebiasaan ini contohnya : tertib dalam menyimpan dan mengambil buku serta peralatan milik pribadi, tertib di dalam kelas, tertib meminta ijin, tertib melaksanakan shalat berjama’ah dsb. Nanti setelah anak-anak terbiasa barulah mulai masuk mempelajari pelajaran. InsyaAllah, kalau anak-anak sudah terbentuk pribadinya(akhlaknya), tidak akan sulit untuk mempelajari pelajaran sekolah.”

Oohh….begitu rupanya. Hmm… pantas. Memang, selama Naufal sekolah terlihat perbedaan yang sangat signifikan (dan saya berharap semoga perubahan yang terjadi dalam diri Naufal berlangsung terus hingga dewasa nanti, aminn). Setelah sekolah, Naufal lebih soleh, bertutur kata baik, sopan, dan kooperatif.

Hanya saja, dia belum bisa membagi waktu. Ini pekerjaan rumah untuk Ibu dan Papa. Naufal masih ingin banyak tidur, padahal kami berusaha sedini mungkin mengenalkan apa itu namanya membagi waktu. Naufal masih sering kecapekan, jadi susahhh kalau disuruh bangun (tidur siang). Jadi sampai hari ini kami masih agak keteteran, kadang dia mau bangun jam 5 sore, kadang baru mau bangun jam 6 sore, jadi waktu belajarnya molor. Untuk bangun pagi, kadang bangun kepagian (jam 4 atau 4.30 udah nemenin saya masak di dapur), kadang dia tidur dari siang sampai pagi, kadang baru bisa bangun jam 5.30 (padahal jam 6 teng dia sudah harus berangkat sekolah).

Untuk mandi dan makan masih dibantu oleh saya. Saya akan bertahap melatih dia untuk mandiri. Untuk belajar, kami berusaha melatih dia untuk rutin belajar. Belajarnya sama saya dan Papanya. Kebetulan Papanya pintar sekali mengajari Naufal, dia punya banyak trik untuk mendekati anak-anak dan lebih sabar (sangat sabar malahan), makanya Naufal senang sekali diajari oleh Papanya.

Di sekolah bahasanya bilingual. Awalnya Naufal asing sekali dengan bahasa Inggris, karena memang belum pernah saya ajarkan di rumah. Tapi seminggu pertama sudah ada kemajuan. Dia sudah mulai bisa menggunakan bahasa Inggris unt percakapan yang sangat sederhana. Oleh karena itu saya latih Naufal berbahasa Inggris di rumah.

Inginnya mengikutkan Naufal les ini itu, tapi melihat kondisinya yang selalu kecapekan kalau pulang sekolah, akhirnya saya iringkan niat itu. Yang bisa saya ajari sendiri ya saya berusaha semaximal mungkin. Naufal sendiri sebetulnya ngotot ingin ikut ektra kulikuler FUTSAL. Anakku ini terobsesi dengan Bayu di film “Garuda di Dadaku”🙂 Yah, nantilah kita lihat dulu, kalau memang anaknya ngotot ya boleh aja, sekalian menyelipkan aturan main yang harus ia patuhi  kalau dia ingin mengikuti kegiatan ekskul, siapa tau kegiatan ini bisa memotivasi Naufal untuk belajar lebih giat lagi.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s