Curhatan Ibu-Ibu

Menjadi ibu rumah tangga kayak saya atau kayak temen saya (*catatan : yang nggak punya pembantu/asisten) dan punya dua anak laki-laki nan lucu, super lincah dan inovatif seperti anak-anak kami, perlu sekali memiliki teman curhat.

Pasalnya, rutinitas kami dalam 24 jam 7 hari dalam seminggu selalu padat merayap. Kelihatannya sepele, cuma ngurus anak, masak, dan setumpuk pekerjaan rumah tangga (beres-beres rumah, nyuci baju dsb) + mulai belajar berbisnis kecil-kecilan. Tapi beneran deh, sering kali merasa sangat kelelahan menghadapi semuanya ini.

Yang paling susah adalah mengurus anak. Ho…ho…ho…makanya berterimakasihlah bagi yang memiliki asisten yang mengasuh anak-anak anda, atau yang kakek-neneknya maasih kuat untuk dititipi cucu. Luarrr biasa deh! Ini anak-anak (apa mungkin karena anak laki-laki ya?) mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi di malam hari, nggak bisa lepas dari peran Emak-nya. Dikit-dikit ..”Ibuuuu….” untuk hal yang sangat sepele *contoh : ketika ingin minum. Belum lagi segambreng tingkah mereka yang bikin gemes si ibu, misalnya kalo pas diajak acara undangan dari tetangga, pasti deh anakku numpahin apaa atau kakinya gak sengaja menendang gelas dsb. Kalau pas mau ulangan sekolah….emaknya yang sibukkk. Apalagi kalo pas lagi pada sakit…

Suka gemes, karena merasa dianggap ‘pembantu’ ama anak-anak. Padahal saya udah mengajari mereka supaya mandiri, ahhh tetep kalau mencium aroma ibu atau melihat ibu….langsung deh pada kolokan…heuheuheu

Nah, kebetulan saya punya tetangga temen senasib seperjuangan, dia juga seperti saya anaknya laki-laki sepantaran anak-anak saya juga dan kami sama-sama nggak punya asisten. Kalau kami sedang suntuk….kami janjian keluar rumah, untuk sekedar ngobrol, berbagi kepenatan. Tak peduli di rumah setumpuk perabot dapur masih belum dicuci, atau rumah masih dalam keadaan porak-poranda…hihihihi😀

Sering kali pertemuan kami jauh dari impian dan cita-cita (cita-citanya tuh pengen bisa ngobrol sampe puas, sambil refreshing, kan ceritanya melepas kepenatan), yang ada malah kami berdua sibuk mengurusi anak-anak kami yang ….. tau sendirilah anak-anak, kalo nggak bergumul, rebutan mainan, main yang bahaya-bahaya, lari-lari kesana kemari dsb. Yahhh…dari pada enggak sama sekali ya, masih mendinglah punya sedikit kesempatan untuk melepas penat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s