Naufal dan Diary

Dua hari yang lalu, dia datang kepada saya meminta sebuah diary (punya saya, tapi masih kosong). Saya ijinkan Naufal menggunakannya. Naufal ini senang corat-coret, salah satu hobbynya adalah menggambar (meskipun hasil menggambarnya jauh dari bagus) tapi dia gemar sekali melakukannya, makanya saya nggak pelit memberikan dia kertas bekas dan crayon. Saya pikir barangkali si diary akan digunakan untuk corat-coret juga.

Ternyata….dugaan saya salah! Karena Naufal menggunakan diary itu untuk curhat🙂. Saya nggak diperbolehkan melihat, “Nanti aja, kalau sudah lebaran, Ibu baru boleh baca,” begitu katanya. *hmmm…kenapa harus lebaran coba?*

Kalau lagi mau nulis diary, saya sama papanya disuruh tunggu di luar kamar, nggak boleh ganggu dia nulis.  OK Nak, teruskan menulisnya yaaa……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s