Indahnya Kesederhanaan

Tahun ini adalah lebaran yang ke-2 setelah saya nggak bekerja dan tinggal sebagai keluarga lengkap dengan suami dan anak-anak. Setelah tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga saja tanpa pembantu, harus saya lewati dengan jatuh -bangun. Sebetulnya banyak target yang nggak tercapai, karena fisik dan batin saya harus beradaptasi dengan keadaan saat ini. Mengurus dua anak laki-laki tanpa asisten bukan hal yang mudah, ditambah lagi dengan mengurus rumah tangga. Baru setahun kemudian, saya merasa bisa mulai berdiri, menegakkan pijakan kaki saya di bumi.

Ramadhan tahun ini saya mulai bisnis kecil-kecilan, lumayan untuk nambah-nambah uang belanja harian😀. Terasa sekali perbedaannya ketika masih bekerja dan sudah tidak bekerja. Kalau masih bekerja lumayan dapat gaji sendiri, apalagi kalau  mo lebaran pasti dapat THR. Sudah tidak bekerja kantoran, kalau mau dapat uang tambahan ya harus bekerja keras…*meski dapetnya nggak seberapa, tapi bersyukur masih bisa mendapatkan untung*

Tahun ini saya jualan mukena lukis, bross, kerudung lukis dan mustofa/kering kentang. Kerja keras beneran deh ceritanya, untuk urusan bikin mustofa pun…sampai-sampai tangan saya hitam dan kapalan…hehehe…

Penghasilan dari suami bukannya nggak cukup, alhamdullah cukup. Untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah Naufal yang lumayan besar jumlahnya. Banyak teman mengira, mentang-mentang menjadi pegawai pajak, suami saya penghasilannya besar. Nggak sodara-sodara !!! Gaji suami saya standar pegawai pajak (PNS), yang cukup untuk biaya hidup sehari-hari (kelas sederhana), menabung dan membiayai sekolah Naufal. Selain itu kami nggak bisa hidup neko-neko. *soalnya banyak yang gak percaya*

Alhamdulillah, lebaran tahun ini kami sekeluarga diberi karunia sehat oleh Allah, masih bisa beli baju lebaran untuk anak-anak, masih bisa beli hadian untuk orang tua kami dan membawa sedikit oleh-oleh untuk mereka, masih bisa bersedekah.

Tahun ini saya diberi berkah untuk menikmati indahnya kesederhanaan. Inget sama yang pernah diomongin oleh Mama, “Di dunia ini nggak ada yang sempurna, jika kita diberikan sesuatu oleh Allah, pasti akan ada sedikit yang diambil oleh Allah, karena kesempurnaan yang sejati hanyalah milik Allah.”

Subhanalloh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s