Naufal dan Ramadhan 1431 H

Sampai hari ke-30 alhamdulillah shaumnya Naufal lancar. Badan tambah cungkring aja tuh…nggak apa-apa, yang penting sehat dan sholeh🙂

Tanggal 2 September 2010 udah mulai libur sekolahnya, selama liburan di rumah ada sama ibu dan adik (eh…maksudnya nggak diem di rumah terus, tapi ikut bantuin ibunya ngurusin bisnis kecil-kecilan).

Alhamdulillah shalat 5 waktu gak pernah absen, trus bacaan surat-surat pendek dan doa-doa pendek sudah banyak yang hafal. Ibu jadi tau, Naufal itu cepet sekali mengingat sesuatu, soalnya untuk menghafal surat Al-Kafirun dan Al-Ma’un dia hafalkan hanya dengan mendengar Papanya ketika shalat berjamaah (denger pas shalat tarawih di mesjid juga), padahal saya rencananya mau ngajarin dia hafalan kedua surat itu, tapi ternyata dia udah duluan hafal.

Menjelang mudik, sibuk bikin kartu lebaran ala Naufal…..jadi 6 kartu lebaran, dan sesudah bikin kartu, kita sama-sama ke kantor pos, setelah itu pulang….Naufal keliahtan capek banget, langsung tidur.

Inikan pengalaman pertama kalinya Naufal shaum ramadhan, kami menjadikan reward untuk Naufal kalau shaumnya tamat.  Dia kami perbolehkan beli mainan atau apa yang dia mau dengan syarat nggak boleh yang mahal-mahal. Ketika sudah lebaran, dia sebetulnya sudah lupa dengan reward yang kami janjikan, dia nggak nagih macam-macam. Tapi karena kami udah janji, ya harus kami tepati. Kami ajak dia ke supermarket di Bandung, tadinya dia milih mainan yang mahal….jelas kami keberatan, akhirnya dia minta dibelikan mainan yang harganya di bawah 200 rebu rupiah, ini hadiah dari Papa. Bagaimana hadiah dari Ibu? Dia minta dibelikan raket bulu tangkis (mainan bukan yang beneran), yang harganya sepasang plus kok nya hanya 23 rebu rupiah…hehehehe….Good Boy!

Naufal antusias sekali main bulu tangkis, kebetulan  rumah ortu dekat dengan GOR bulu tangkis, setiap pagi…(jam 6 pagi) dia minta ditemani Mbah Akung main bulu tangkis di GOR, kadang kalau Mbah Akungnya sibuk, dititipin ke satpam, main sama Pak Satpam…..Tau nggak…hari Idul Fitri pun, setelah shalat Ied, dia langsung ganti pakaian, pakai pakaian olah raga, menenteng tas raket…langsung ke GOR….Gustiiii *masih belum ngerti kalo hari Lebaran itu orang-orang pada lebaran, libur main bulu tangkisnya* Kalau nggak dibujuk untuk pakai baju silahturahim lagi…dia maunya main bulu tangkis.

Alhamdulillah, anak sulung Ibu berhasil melewati ramadhan tahun ini dengan baik, banyak target yang tercapai, dan bikin kejutan untuk Ibu dan Papa. *TERHARU* Ya, hari kemenangan ini telah kamu raih Nak, inilah yang dinamakan bulan penuh berkah yang sebelum memasuki bulan ini, Ibu dan Papa sudah ceritakan kepada kamu apa makna bulan ramadhan. Semoga Naufal dan Raditya menjadi anak-anak yang sholeh dan ke depannya kita tingkatkan lagi ibadah-ibadah kita, kita belajar lebih giat lagi untuk mencari berkah dan pahala dari Allah SWT, amin ya robbal alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s