Laporan LKM 8-9 Oktober 2010

Untuk yang pertama kalinya, Naufal ikut kegiatan LKM (Latihan Kemandirian Murid), diselenggarakan oleh sekolah, setiap tahun, setiap tingkat berbeda jadwalnya, jadi untuk anak kelas satu …ya semua pesertanya kelas satu aja, gak digabungin dengan kelas di atasnya.

Sehari sebelum hari ‘H’ justru emaknya yang nervous, sampe gak bisa tidur, sutrisno mikirin nanti Naufal bisa nggak ya ikut kegiatan LKM. Soalnya dia kan belom pernah pisah sama ortu, sampe nginep begitu. Eh, Naufalnya sendiri sih santai-santai saja, dan karena sudah disosialisasikan sejak dua minggu sebelumnya, justru dia semangat sekali penasaran ingin ikut LKM. Buktinya waktu hari Jumat pagi, pagi-pagi dia bangun dan heboh…..”Ibu, sekarang jam berapa?” “Aku terlambat enggak?” Padahal masih jam 6 pagi, dan setiap jam dia selalu tanya udah waktunya berangkat belum? Sedangkan di jadwalnya anak-anak baru diantar ke sekolah siang jam 14.00.

Sesuai dengan daftar dan jadwal yang telah dibagikan, maka ibu pun packing perbekalan yang harus Naufal bawa. Semua barang Ibu kasih nama, semua, tak terkecuali, ibu kasih nama pakai spidol waterproof. Soalnya kebayang anak umur segitu, pasti blum bisa rapih, dan bakalan heboh.

Jumat siang, 8 Oktober 2010 jam 14.00 Naufal diantar Ibu, Papa dan adik berangkat ke sekolah lengkap dengan perbekalan yang wajib dibawa. Setelah mendaftar di meja pendaftaran, kita menge-check Naufal masuk kelompok mana, Naufal masuk kelompok Beruang, dan dia menjadi ketua kelompok. Kemudian kita masuk ke kelas sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi-bagi tadi. Bener aja, di dalam anak-anak laki padah hebohhhh (anak laki dipisah dengan anak perempuan), mereka pada teriak-teriak, loncat-loncat dsb. Satu kelas dipakai untuk dua kelompok yang satu kelompoknya terdiri dari 6 orang, dan dibimbing oleh satu orang guru laki-laki, Naufal dibaimbing oleh Pak Sanusi.

Setelah check in anak-anak digiring ke ruang mushola, untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah. Nah, waktu mau shalat itu, langit udah gelap banget, dan hujan buesarrrrrrrrrr sekali disertai petir yang bunyinya subhanalloh besar sekali. Karena sedikit khawatir, ibu dan papa memutuskan untuk menunggu di sekolah sampai hujan agak reda.

Setelah agak reda, kami pun pulang meninggalkan Naufal di sekolah. Aduhhh…ibu teh lupa bawain Naufal jaket…huhuhu…ibu sms pak Sanusi minta tolong ingatkan Naufal untuk membalur badannya dengan minyak kayu putih. Untungnya Ibu bekelin selimut dan sarung, kata pak Sanusi, waktu mau tidur Naufal pakai sarung dan selimut.

Keesokan harinya jam 7 pagi, ibu+papa dan radit jemput Naufal di sekolah. Langit masih mendung, deg-degan mo ketemu lagi ma Naufal….waktu itu anak-anak sedang kumpul di lapangan sekolah, pembagian hadiah. Alhamdulillah Naufal baik-baik aja. Lalu Ibu dan papa menemui Pak Sanusi. Begini laporan dari Pak Sanusi : Naufal semalam nggak bisa tidur, batuk-batuk dan mimisan, badannya udah dibalur pakai minyak. Ibu dan Papa mengucapkan terima kasih ke Pak Sanusi, dan pamit mau ambil barang bawaan yang masih ada di dalam kelas.

Ibu bantu Naufal beberes barang-barang, barang-barang Naufal udah rapi, udah dimasukin ke dalam ransel, busa untuk tidur udah dilipat rapi, bantal-guling-selimut juga udah rapi masuk ke plastik besar, *maklum selama di rumah udah ibu training untuk rapi dalam menyimpan barang-barangnya..pakai prinsip 5 S*…hehehehe ^-^

Cuma satu tuh yang tercecer, kaos olah raganya tertukar dengan baju temannya. Mana nggak ada yang ngaku lagi, padahal di kaosnya Naufal udah ada tulisan namanya Naufal. Ya sudah lah, ibu juga udah lapor kok sama guru.

Di rumah Naufal kelaparan dan kecapekan, belum bisa ditanya-tanya seputar kegiatannya di sekolah, dia mah begitu, nggak bisa langsung ditanya or dianya cerita sendiri ke kita. Jadi kita belum tau apa yang terjadi selama ikut LKM.

Baru deh…malamnya sebelum tidur dia cerita ke Ibu. Naufal senang ikut LKM, seru dan ingin ikut lagi. Naufal membawakan puisi di acara pentas seni kelompok. Tengah malam Naufal dibangunkan untuk shalat tahajud, dia bertiga dengan temannya dan guru-guru shalat tahajud, waktu shalat tahajud itu sarungnya sempet hilang, ternyata jatuh di tangga dan diketemukan oleh temannya. Naufal nggak bisa tidur dan mimisan, tapi mimisannya nggak heboh kok *ibu sudah ajari Naufal bagaimana cara menghentikan mimisan*. Naufal pura-pura tidur, padahal dia masih mendengar gurunya ngobrol *pak guru nggak pada tidur, begitu katanya*. Malam sebelum tidur sempet sikat gigi, tapi  nggak mandi.  Sempet 2x ganti baju, baju tidur dan baju ganti untuk pagi-paginya. Malam dikasih makan Hokben, enak sekali katanya *enak apa laper Nak?*, Pagi dikasih roti sama susu, Naufal nggak suka rotinya *pantesan pas pulang ke rumah kamu makan buanyakkkkk sekali*,rotinya  dikembalikan ke Pak guru, dia hanya minum susu soalnya hauss *hiks…kebayang ni anak nggak minum apa ya? soalnya bekel air minumnya cuma abis sedikit*. Oh iya Naufal juga nggak ngompol, cuma sedikit basah di celana *hihihi* malam sebelum tidur dia sempetin pipis dulu ke toilet. Oh iya…upacaranya ga jadi, soalnya hujan deras sekali….nggak apa-apa ya Nak. Naufal juga sempet cerita sepatunya ketinggalan di lapangan pas acara pentas seni, tapi dia keburu sadar dan cepet-cepet ngambil sepatunya *cerita ini masih diragukan kebenarannya oleh ibu*.

Ibu dengerin cerita Naufal senyum-senyum sambil ngebayangin. Wahhh…anakku kamu pinter, gak apa-apa, kan belajar ya Nak! Ibu dan Papa bangga padamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s