Membimbing Mengarang Cerita

Bulan Oktober adalah bulan bahasa, di sekolah Naufal diadakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati bulan bahasa. Salah satunya adalah memberikan tugas mengarang cerita pendek untuk murid kelas 1-3.

Ini kali pertamanya untuk Naufal membuat sebuah tulisan berupa cerita pendek. Dibimbing oleh Ibu, Naufal akhirnya berhasil menyelesaikan cerita pendeknya dalam waktu dua malam. Ceritanya sangat pendek🙂 hanya 18 baris saja.

Ternyata, membimbing anak untuk membuat cerita pendek merupakan pengalaman yang luar biasa buat saya.  Naufal ini daya imajinasinya sangat tinggi, dia masih belum bisa membedakan mana kenyataan dan khayalan. Setiap kali bercerita mengenai sekolahnya saja selalu didominasi dengan khayalan-khayalan dia sendiri, sehingga saya yang harus rajin mengontak gurunya/ sopir jemputan untuk mengkonfirmasi apa yang Naufal ceritakan kepada saya.

Naufal memberi judul karangannya : “Cita-Cita Ku”. Ini kemauan dia sendiri, kalimat pertama dan kedua Naufal sendiri yang menuliskannya *sesuai dengan yang ada dalam pikirannya*. Belum sampai pada kalimat ke-3, Naufal mulai berimajinasi tentang sesuatu yang sama sekali nggak nyambung dengan apa yang akan ditulisnya. Tau deh, saya juga rada bingung, dia sebenarnya mau menceritakan apa pada saya. Lalu saya bimbing untuk tetap kembali pada alur cerita. Ehh…dia gak mau, malah protes, “Aku kalo mau bikin ceirta nggak mau disuruh-suruh, gimana aku aja donk!” Lahhhhh…gimana sih Nak? Masa cerita kamu pada kalimat ke-3 nggak nyambung sama judul dan kalimat sebelumnya? Akhirnya setelah diberi pengertian *sambil punggungnya diusap-usap dan diambilkan air minum* Naufal bisa mengerti, bahwa yang namanya cerita itu harus nyambung sama judul. Menulis pun dilanjutkan sampai di bagian tengah cerita, mulai lagi daya khayalnya keluar * yang gak nyambung tea* Setelah sedikit berdebat dengan saya, akhirnya saya menyetujui Naufal menuliskan sesuatu sesuai khayalannya. Setelah ditulis….nah loh…jadi bingung, mo nulis apa lagi coba kalo jalan ceritanya jadi begitu??? Naufal bingung *tapi keukeuh surekeuh* saya juga bingung…mo disambung kemana ya ceritanya. Udahlah kita sudahi dulu malam itu menulisnya.

Semalam *jam satu malam* dalam keadaan lagi demam, Naufal melanjutkan menulis ceritanya. Kali ini Naufal mendapatkan ide untuk menyambung ceritanya dan segera menulis untuk menyelesaikannya. Gak ada 30 menit, cerita pendek perdana yang ditulis oleh Naufal pun selesai🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s