Jihad Bu…Jihad!

Nyaris 2 minggu ini saya berjibaku dengan virus-virus yang menjangkiti anak-anak dan suami. Diawali sama Naufal seminggu yang lalu dia gak sekolah 4 hari 1/2 (yang setengah saya jemput di sekolah ditelpon wali kelasnya karena Naufal demam di kelas).

Yang paling kasihan kalau sakit nih  Naufal. Selama 6 hari bedrest dengan kondisi demam tinggi, batuk-batuk nonstop setiap 1 menit,plus muntah-muntah… wahhh heboh deh! Obatnya ya cuma paracetamol sesuai dosis dan air putih. Soalnya dia mah percuma mo dikasih obat batuk juga karena nggak akan meredakan batuknya. Si batuk ini (yang disebbabkan oleh virus) kalau memang masih kepengen bercokol di badannya ya akan terus batuk-batuk, sampai habis betul, baru deh sembuh dengan sendirinya, suhu tubuh pun akan normal kembali dan nafsu makan akan mengikuti. Cuma ya itu…gak tegaaa ngeliatnya, kasihan. Alhamdulillah hari minggu, akhirnya dia lumayan sembuh, hari senin sudah mulai sekolah, meski dalam kondisi yang belum 100%.

Selama Naufal sakit, dia selalu ingin ditunggui oleh ibunya *sama sekali nggak mau ditinggal*. Untungnya Radit baikkk sekali, dia mau ditinggal ibunya ngurus si Aa, dia main sendiri, nonton tv sendiri, waktunya makan mau makan banyakk…pokoknya pinter baget *terima kasih ya Dik*.

Giliran Naufal sembuh, Papanya sakit …kena virus juga (demam, batuk-pilek), disambung sama Radit (Radit sekarang masih demam dan batuk-batuk). Saya juga kebagian kena virus, 3 hari kemarin badan meriang, sakit tenggorokan…hadeuhhhh lumayan lah rasanya. Gimana mo nggak terpapar virus ya, soalnya setiap hari ngurusin anak sakit, malam hari nyaris nggak tidur karena nungguin anak-anak *lagian mereka tuh kalo malam suka muntah, ngompol dsb*, pagi harinya sibuk nyuci-nyuci *kalo nggak buru-buru dicuci, salin baju mereka bakalan habis*. Kemarin lusa untung ada panas matahari, saya sempet nyuci karpet (Radit muntah di karpet), padahal saya saat itu sedang meriang…hu…hu…hu…

Waktu merawat Naufal niyyy…ada masa-masa saya merasa capekkkk sekali dan Naufal belum juga menunjukkan tanda-tanda mo sembuh (masih demam tinggi dan batuk-batuk), waktu saya udah mulai kehilangan kesabaran karena kurang tidur selama 4 hari dan pokoknya cuapekkk banget deh, Naufal mengeluarkan kalimat seperti ini : “Aku lebih suka dirawat sama ibu, soalnya ibu pinter kayak dokter.” Mendengarnya…Ya Allah….luluh lantah deh semua nafsu amarah, nggak bisa menahan sabar dkknya. Ihhh….saya terharu dengernya, maafkan Ibu ya Nak! Gara-gara kalimat itu, saya bangkit, dan semagat lagi…..rasa capeknya langsung hilang, saya langsung semangat menyelesaikan pekerjaan saya *nyuci, masak dst*.

Tapi saya hanya manusia biasa. Setelah Naufal sembuh dan masuk sekolah lagi, giliran Radit sakit (demam tinggi) ditambah Papa juga sama. Mulailah saya gantian merawat Radit. Untungnya mulai hari senin kemarin saya udah pesen catering untuk makan sehari-hari, karena nggak sempet belanja, apalagi masak. Bener aja, kemarin tuh setelah beres ngurus Naufal dan Papanya berangkat pagi-pagi ke sekolah dan ke kantor, beres nyuapin Radit sarapan, kami langsung tidur lagi dalam keadaan demam berdua (saya dan Radit) terkapar tak berdaya di tempat tidur :(  Semalam pun saya masih demam tinggi, mana Radit bolak-balik minta pipis ke kamar mandi, sampai-sampai karena saya udah nggak kuat, Radit nggak sempet dibawa ke kamar mandi, udah pipis duluan di baju saya *pas saya gendong*.

Alhamdulillah pagi ini saya bangun tidur udah enteng, langsung nyuci-nuci sprei *lagi* ngurus Naufal yang mau berangkat sekolah, untung Papa hari ini nggak usah dibawakan bekal makan siang *ada acara di kantornya*, Radit juga dari pagi udah sarapan dan mandi. Sekarang dia lagi tidur, masih batuk-batuk dan badannya masih anget. Obatnya juga hanya paracetamol sesuai dosis dan air putih *dia bisa menghabiskan berbotol-botol air putih setiap waktu, makanya jadi pengen pipis terus*

Beneran deh, 2 minggu ini benar-benar menguras fisik dan batin saya. Cuma katanya inilah ladang jihadnya para ibu…semoga saja…aminn. Saya kepengen semuanya segera sembuh, si virus segera angkat kaki dari rumah ini, amin.

————————————————————————————————————-

*dibuang sayang*

– waktu Naufal lagi parah-parahnya sakit, saya selalu ingatkan dia untuk membaca Al-Fatihah dan surat-surat pendek, ehhh…dia malah nawar…”Aku mau dzikir aja Bu!”…wkwkwkwkw….bener loh, setiap kali setiap saat saya perhatikan dia lagi dzikir…alhamdulillah🙂

 

 

 

3 thoughts on “Jihad Bu…Jihad!

    • aminn Bun, terima kasih …ini tinggal Radit masih demam dan batuk2, mudah2an dalam waktu dekat membaik seperti Aanya

      Ngebayangin gimana nasibnya anak2 yang tinggal di sekitar merapi dan pengungsian di daerah Yogya…hiks…semoga mereka baik2 saja, diberi kesehatan, kesabaran dan kekuatan…aminnn

  1. Hai Mba, Salam kenal dari batam..semoga anak2nya cepat sembuh ya mba..
    Ya bener mba..aku juga gak tega ngeliat anak2 yg dipengungsian di daerah Jogja…kita bantu doa saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s