Raditya Trial di Play Group

16 November 2010

Radit tuh selama ini di rumah sama ibu saja, jadi kurang sosialisasinya sama orang lain, jadi saya kepikiran untuk cari play group untuk Radit. Tadinya mau daftar jadi murid titipan di TK komplek, TK nya Naufal dulu, tapi nggak ah…soalnya saya nggak suka sama program mengajar mereka (kegiatan di kelas kebanyakan memegang pensil aliyas menggambar, mewarna, atau membuat bentuk huruf/angka). Sedangkan keinginan saya, usia Radit sekarang tuh belajar sosialisasi, sambil melatih motorik kasarnya dulu deh.

Akhirnya ada PG nggak jauh dari rumah, kami dipersilahkan ikut trialnya dulu. Hari itu Sabtu, Radit diantar sama ibu, papa dan aa Naufal. Di rumah dia semangat 45 pengen sekolah katanya, sampai di sekolah mau masuk kelas tapi harus ditemani ibu, ya udah saya ikut di dalam kelas. Satu kelas isinya hanya 8 orang termasuk Radit usianya sepantaran Radit. Suasana kelas nyaman, gurunya pun ramah.  Beberapa menit setelah saya di dalam kelas, Radit mau ditinggal juga, dia mulai enjoy sama suasana di dalam kelas bersama guru dan teman-temannya, sesi pertama acara nonton film kartun, dilanjutkan dengan bermain. Sampai waktunya istirahat makan, Radit mulai cari-cari saya….dan dia nggak mau diperintah oleh gurunya untuk baris dalam antrian untuk cuci tangan. Istirahat makan dia mau duduk bareng temannya, karena dari rumah Radit sudah sarapan, jadi saya bekali roti donat, dia habiskan setengah. Selesai makan, anak-anak main di halaman, bagian ini Radit paling semangat, kayaknya sejak dari rumah dia emang bercita-cita ingin main…hihihi. Nah, giliran masuk lagi ke kelas….Radit nggak mau, pengen ditungguin sama ibu. Saya tungguin sebentar dalam kelas, lalu pelan-pelan keluar kelas…..ehhh….Raditnya nangis kejer…hahahaha. Trus saya masuk lagi dalam kelas….setelah Radit kelihatan enjoy, saya coba keluar kelas, sesi berikutnya membaca buku lalu main lagi. Sampai beberapa lama lumayan dia mulai enjoy di dalam kelas. Tiba saatnya mengerjakan menempel gambar, Radit diam saja disuruh bu guru menempel serpihan kertas, sementara teman-teman lainnya mulai menempel-nempel. Giliran Radit disuruh lagi sama bu guru….ehhhh….Radit malah nangis kejer….hahahaha….! Akhirnya saya masuk kelas lagi, sampai waktunya pulang (masuk 08.00 pulang 11.00).

Hmm….memang Radit nih kurang sosialisasi, nggak seperti Aa Naufal. Sebab Aa Naufal sejak kecil tinggal di rumah Nenek dan Mbah Akung, banyak yang ngasuh, karena di rumah ortu saya banyak orang. Kalo Naufal gampang sekali bersosialisasi, gaul banget, ingat hari pertama masuk TK di Bandung, saya cuma nunggu dalam kelas gak sampe 5 menit saja, kemudian saya keluar kelas….ehhh….Naufal donk…sudah berani ngobrol sama gurunya, main sama teman-teman barunya….pokonya ni anak mah gaul. Lain banget sama Radit, makanya kenapa saya ingin masukkan Radit ke PG, tapi masih jadi pertimbangan juga sih, karena jarak PG yang kemarin trial itu agak jauh dari rumah/bukan dalam komplek dan biayanya yang mahal….hehehe. Jadi untuk sementara Radit bermain dan belajar sama ibu dulu di rumah ya.🙂

'mozaik'

karya pertamanya Raditya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s