Idul Adha 1431 H Tidak di Bandung For The 1st Time

Hahaha…judulnya panjang pisan!

Bulan November dan Desember ini si Papa luarrr biasa suibukkkknya di kantor, sampe kalo pulang tuh suka udah kecapekan, nggak ada ngobrol-ngobrol dulu, abis makan, langsung tidur. Jadi kami nggak banyak diskusi tentang rencana Idul Adha, yang kebetulan banget tahun ini bukan weekend.

Untuk pertama kalinya kami lebaran haji di kampung orang…(heuheuheu), kampung? ini kan ibu kota jakarta…gimana sih si ibu?? Yang namanya lebaran rasanya nggak afdol kalo nggak ada ketupat dan kawan-kawannya. Kebetulan tukang sayur yang biasa lewat depan rumah bawa ketupat….ah, kok jadi kepikiran untuk masak ketupat dan kawan-kawannya ya?? hmm….

Tanggal 16 November, di luar dugaan duo krucil jagoan ku ini kok yaaa seharian pada motah dan nggak mau tidur (Naufal lagi libur sekolah). Padahal aku udah berencana hari itu mau masak/nyicil, soalnya anak-anak ini nggak bisa disambi, kalo aku lagi di dapur….dan mereka nggak ada yang mengawasi…udah deh….berantakan semuanya, kalo cuma berantakin mainan mah nggak apa-apa, ini biasanya perabotan pada jadi tumbal, atau mereka bertengkar melulu (bergumul). Pokoknya mustahil banget kalo harus ditinggal kerja di dapur.  Sampe jam 7 malam mereka baru bisa saya ‘taklukkan’ (tidur). Dan setelah urusan sama bocah-bocah beres, giliran saya mulai bekerja, masak ketupat (10 biji aja), opor ayam, gulai pepaya muda, dan mustofa.

Seumur hidup baru kali ini bikin ketupat……berbekal rasa PD aja, akhirnya ketupatnya jadi, sambil masak ketupat masak opor, dan gulai pepaya muda, beres semuanya baru deh yang rada ribet bikin mustofa. Beres masak jam 2 dini hari, dalam keadaan semua ready to eat, dapur sudah bersih, dan meja makan pun sudah tertata rapi.

Keesokan paginya si Papa surprise, wowww…..ada ketupat!!! Setelah shalat Ied, kami pulang dan langsung menyantap ketupat. Anak-anak pada senenggggg sekali udah ada hidangan ketupat dan opor ayam di meja makan dan mereka juga makan dengan lahapnya…..Aku tanya si Papa, “Gimana? Enak nggak?”, jawab suamiku, ” Enakkk donk! Pasti habis lah, tenang aja!”….sebetulnya rasanya kurang mantap dibandingkan masakan ibu ku atau ibu mertuaku…jauhhhhh Bo! Tapi karena nggak ada lagi….semua hidangan kami sikat habis seharian itu…alhamdulillah🙂

Oh iya tahun ini kami berkurban di sekolahnya Naufal, setelah sarapan, kami berangkat ke sekolah Naufal untuk menyaksikan kambingnya disembelih.

 

 

2 thoughts on “Idul Adha 1431 H Tidak di Bandung For The 1st Time

    • enak?? hmmm…yg jelas jauh lebih enak masakan buatan mama dan mama mertua…jauhhhhh sekali, tapi berhubung nggak ada makanan lain, ya….jadinya enak deh…hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s