The Unforgettable December 10th 2010

Jumat 10 Desember 2010

Hari yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Hari itu semua berjalan lancar. Sejak bberapa hari sebelumnya saya memang ada rencana untuk bikin kukis hias dengan anak-anak, saya pun sudah mempersiapkan semuanya sejak beberapa hari sebelumnya. Dan sejak pagi saya mulai menimbang bahan-bahan ditemani oleh Radit. Tumben-tumben Radit yang sedang menemani saya di dapur bilang, “Bu, aku nggak kuat sama bau di dapur”. Lalu saya suruh dia ke ruang tv, ehhh ternyata di situ Radit muntah-muntah. Saya bersihkan muntahnya dan saya kasih air putih hangat, lalu saya suruh berbaring di sofa. Saya pun melanjutkan menimbang baha-bahan kue.

Siangnya ketika Naufal pulang sekolah, sudah ada kukis yang jadi dan siap dihias, saya dan Naudal kemudian menghias kukis setelah kami semua habis menyantap makan siang. Radit yang semakin nggak enak badan mulai beberapa kali mencret dan badannya mulai demam, saya tidurkan Radit di kamar depan. Saya dan Naufal asyik menghias kukis sampai semuanya selesai (lupa berapa jumlah kukisnya pokoknya 1 loyang ukuran besar penuh…beberapa udah dimakanin sama Naufal :)).

Selesai menghias, saya nyalakan kembali oven gas ukuran 80 x 40cm untuk memanggang icing sugar sebentar. Setelah loyang masuk oven, saya tinggal sebentar nengokin Raditya yang sedang tidur di kamar depan dalam keadaan demam. Saat itu angin bertiup kencang sekali. Lalu saya kembali ke dapur liat oven, rupanya Naufal membuntuti saya ke dapur. Ketika saya akan kembali nengokin Raditya, tiba-tiba Naufal berkata, “Bu, itu ada api di deket oven.” Begitu saya lihat, api sudah membakar selang gas bagian atas (oven gas saya tipe oven gas yang sering dipakai oleh pembuat kue, oven gas ukuran besar yang punya api atas dan api bawah, rupanya yang terbakar adalah selang gas untuk api atas, kebetulan sekali saya nggak pakai api atas saat itu). Api cepat sekali membakat selang gas, sedangkan saya lihat saat itu api bawah masih menyala full. Sebenarnya saat itu saya kepikiran mengambil keset dibasahi air keran lalu saya tutupkan ke bagian yang terbakar, namun di dekat tabung gas ada api oven yang masih menyala full, lalu di sebelah tabung gas ada juga satu tabung gas yang dipakai intuk kompor (jadi di situ ada 2 tabung gas 12kg). Saya perkirakan akan susah memadamkan apinya, mengingat ada anak-anak di rumah, daipada terlambat, akhirnya saya putuskan untuk meminta bantuan tetangga. Naufal saya suruh lari keluar rumah dan berteriak minta tolong ke tetangga, saya juga langsung lari ke kamar depan menggendong Radit yang sedang tidur, kami berteriak keluar rumah.

Nggak berapa lama tetangga depan rumah keluar dan menolong kami, mereka berusaha memadamkan api dengan keset basah, tapi bukannya padam, api malah semakin liar. Saya di luar rumah dengan anak-anak. Saya tinggalkan anak-anak sebentar untuk masuk kembali ke dalam rumah, berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Saat itu di dalam rumah kaca jendela dapur pecah, tambok pun sudah panas. Saya berhasil membawa mobil keluar rumah, sementara hp nggak bisa saya temukan. Anak-anak dan mobil saya titipkan ke rumah teman saya  (masih tetangga beberapa blok dari rumah). Sementara tetangga berusaha mengevakuasi perabotan yang bisa mereka angkat keluar rumah.

Saya nggak bisa menghubungi suami, karena hp saya hilang. Beruntung tetangga meminjami saya hp, segera saya hubungi suami di kantor. Suami pun langsung cabut pulang ke rumah. Kebetulan rumah saya nggak banyak perabotan, barang elektronik seperti tv dan kulkas berhasil dievakuasi ke luar rumah, begitu juga dengan sofa dan meja makan.

Kurang lebih pk. 15.30 pemadam kebakaran baru datang, ada 8 unit yang datang ke rumah. Akhirnya api berhasil dipadamkan. Suami datang pada saat api sudah padam. Kondisi rumah 60% rusak dan tidak layak huni, atap pada bolong, yang paling parah bagian dapur hangus terbakar beratapkan langit. Tidak ada korban jiwa.

(bersambung : Hidup Sebagai Pengungsi)

 

10 thoughts on “The Unforgettable December 10th 2010

  1. Pingback: Cobek Warisan | #NulisRandom2015 | Coretan IraI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s