DKS (7): Langkah keempat: Gunakan Kalimat Pendek dan Aturan 2 Kalimat

(ditulis oelh Yuli Sukri)

*Dari Pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang, Sesi Tambahan, 22  Nov 2010, Ibu Elly Risman*

 

Tujuan disiplin adalah menghadirkan tingkah laku “baru” dan “pantas”, sehingga orangtua perlu mengulang-ulang mengenai peraturan, perintah, petunjuk dan harapan kepada anak. Otak membutuhkan pengulangan untuk membentuk kebiasaan yang baik.

 

Orangtua perlu melakukan “pengulangan” dengan cara yang tidak mudah diabaikan oleh anak atau yang membuat orangtua frustasi dan marah sendiri. Anak dapat “mengerti”  dorongan kemarahan orangtua, namun tidak membantu menghasilkan tingkah laku yang sehat. Orangtua dapat melakukan dua cara dibawah ini untuk mengatasi situasi frustasi dan marah pada diri sendiri:

  1. Mengunakan kalimat singkat dan berulang-ulang.
  2. Berpegang pada « aturan dua kalimat ». Orangtua berhenti bicara setelah mengatakan 2 kalimat. Semakin panjang, semakin diabaikan, (apalagi anak laki-laki).

 

Alasan orangtua mengulangi kalimat-kalimat singkat :

  1. Tujuan mengarahkan anak untuk melakukan sesuatu adalah untuk mengajari anak agar tidak tergantung pada orangtua (membentuk autoritas internal).
  2. Dengan menggabungkan kalimat positif pendek secara  berulang, dan ditambah dengan keterampilan tertentu à akan membentuk kebiasaan.
  3. Semakin sering seorang anak mendengar pengulangan kalimat positif, semakin besar pula kemungkinan otak mengembangkan tingkah laku yang sehat dan dapat terima.
  4. Lebih baik menggunakan kalimat pendek untuk menyuruh anak melakukan sesuatu yang benar, daripada melarang anak untuk berhenti melakukan sesuatu yang salah.
  5. Lebih efektif mengatakan “makan yang sehat”, atau “ingat langsing”, daripada “jangan makan cokelat itu”.
  6. Pesan rutin “jangan” –>  lebih mudah diabaikan.
  7. Pesan “lakukan”, akan membuat anak melakukan yang diminta, daripada menyebutkan “yang tidak boleh dilakukan”.
  8. Seorang anak akan melakukan pengulangan bagi dirinya sendiri, apabila mendengar pesan positif. Mereka tidak membutuhkan dorongan dari luar dan tidak membutuhkan banyak tenaga dari orangtua.

 

TIPS:

  1. Orangtua dan anak membuat suatu kesepakatan. Orangtua menjelaskan panjang lebar mengenai kesepakatan tersebut.
  2. Pada saat anak memperlihatkan tingkah laku yang tidak diharapkan, orangtua “mengingatkan” dengan melontarkan dua  Kalimat pendek.
  3. Kalimat pendek harus bersifat: Direktif, positif dan fokus pada tingkah laku khusus yang perlu dipelajari anak.
  4. Setiap  kalimat  pendek hanya terdiri dari 2-3 kata, yang berfungsi untuk  mengingatkan anak untuk mengendalikan diri.
  5. Orangtua mengulangi kata-kata mantap dan positif. Apabila orangtua beralih ke nada marah dan tajam, maka akan menimbulkan rekasi emosional, bukan melahirkan proses berpikir.
  6. Orangtua jangan menggunakan kalimat direktif yang dikaitkan dengan komentar tentang watak atau potensi pribadi anak –> akan melukai harga diri anak.
  7. Orangtua menghindari untuk mengomentari ketidakmampuan anak untuk bertindak tepat atas inisiatif sendiri. “ kok adik ga bisa sih”
  8. Orangtua harus memilih kalimat dengan hati-hati. Putuskan kalimat apa yang akan paling berhasil untuk suatu situasi. ORangtua membuat prioritas apa yang perlu dipelajari oleh anak.

 

ATURAN DUA KALIMAT

  1. Orangtua mengatakan apa yang ingin dikatakan  dalam dua kalimat, lalu berhenti.
  2. Orangtua jangan tenggelam dalam perdebatan (kan sebelumnya orangtua dan anak sudah membuat kesepakatan).
  3. Jika diperlukan, orangtua mengulangi dua kalimat yang sama tersebut.
  4. Orangtua jangan terperangkap dalam dialog yang berakhir dengan sikap yang “menyerah”, hanya karena ingin keluar dari perdebatan.
  5. Orangtua jangan sampai “salah kata”, begitu orangtua “kalah”, anak akan melakukan perdebatan dikemudian hari.

 

Manfaat dari aturan dua kalimat:

  • Orangtua dan anak tidak terlibat dalam perdebatan yang panjang dan melelahkan.
  • Mengurangi banyak tekanan antara pihak anak dan orangtua.
  • Anak akan belajar untuk menerima keputusan dengan lebih cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s