Membawa Bekal Dari Rumah? Why Not?

Kami sekeluarga jika akan bepergian baik piknik ke suatu tempat atau jalan ke mall yang jaraknya agak memakan waktu, tapi tidak menginap alias pp, sering membawa bekal makan siang dari rumah.

Awalnya saya nggak terbiasa melakukannya, gak kebayang mo pergi harus siap-siapin bekal makanan dari rumah, wahh ribet *catat : saya nggak punya pembantu rumah tangga*. Belum lagi nanti bakalan merusak acara jalan-jalan, karena otomatis saya sudah capek duluan. Tapi seiring kebutuhan…hehehe, maksudnya kalau udah tanggal tuaa, tapi pengen jalan-jalan, kan impossible tuh, jadi kami siasati dengan membawa bekal dari rumah.

Setelah beberapa kali dilakoni, ehhh…lama-lama kami ketagihan membawa bekal makan siang dari rumah. Alasannya :

1. IRIT ===> pastinya! soalnya kalau dihitung-hitung biaya pengeluaran jalan-jalan itu pasti besar di acara makan siang
2. SEHAT ===> semua makanan diolah oleh tangan sendiri, pasti terjamin sehat, bebas MSG, segar dan bersih
3. ENAK ===> anak-anak dijamin doyan sama masakan buatan emaknya sendiri
4. BISA MAKAN DIMANA SAJA ===> gak usah susah-susah nyari restoran, kalau bawa bekal makan di mobil pun jadi

Biasanya kami sudah merencanakan akan kemana weekend, lalu saya jauh-jauh hari mulai mempersiapkan bekal apa saja yang bakalan kami bawa pergi. H-1 saya akan mulai meracik bahan, hari H subuh saya mulai masak, lalu packing. Pas anak-anak bangun pagi, kasih mereka sarapan, mandiin, sementara Papa nya beresin rumah. Semua sudah siap, berangkat deh. Makanan yang saya bawa yang simple dan mudah dimakan oleh anak-anak, misalnya : nasi putih, sayur sop, telur dadar spesial ala “Ibu”, tahu or tempe goreng (simple ya menunya). Iya, soalnya anak-anak juga gak mau yang ribet-ribet. Nah, kalau dihitung-hitung irit banget, dan bikinnya pun simple, gak capek kok. Kantong puas , anak-anak kenyang, jalan-jalan pun happy🙂.

Seperti waktu kita jalan ke Bogor, waktu saya ikut seminarnya Ibu Elly Risman. Saya siapkan bekal dari rumah, padahal Papa melarang saya, karena kita akan berangkat pagi-pagi sekali, dan kasihan sayanya repot. Tapi saya pikir, kasihan anak-anak kita kan belum tau ‘medan’, kalau pas waktunya makan siang repot harus cari-cari entah kemana, lagi pula pasti makan biaya yang gak sedikit. Maka saya putuskan untuk membawa bekal dari rumah. Bener aja, waktunya makan siang anak-anak yang nunggu di parkiran sama Papa meraka, tinggal membuka kantong bekal makan siang, makan di mobil tapat waktu, dengan makanan sehat dan ramah di kantong. Lalu beberapa kali ketika kami pergi ke mall, begitu juga, beres makan siang di mobil, kita langsung jalan-jalan. Kemarin juga waktu ke Ancol, bawa bekal juga, ongkos jalan-jalan jadi murahhh sekali, dan yang penting semua happy🙂.

So, membawa bekal dari rumah, kenapa enggak??

3 thoughts on “Membawa Bekal Dari Rumah? Why Not?

  1. Setuju banget mbak Ira.. aku sendiri juga lebih suka bawa bekal dari rumah. Di samping hemat biaya, juga hemat waktu. Kalau jajan di luar harus menunggu lama sementara jam istirahat hanya 1 jam😀

    Salam untuk keluarga yach…

  2. bekal dari rumah selain murah dan hemat juga sehat
    dikarenakan kita sendiri yang memasaknya, jadi tau deh apa yang kita masak dan kebersihan dari masakan kita.

    kalau makanan jajanan belum tentu deh, sering liat abang2x nyuci piring asal2an jadi ilfeel deh😦

    btw kalau mbak cari tempat untuk bawa bekal silakan mengunjungi web saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s