Thanks Dear……

Alhamdulillah….2 minggu yang lalu Naufal selesai mengikuti pekan UTS di sekolahnya.
Menghadapi UTS diwarnai dengan flu dan batuk karena kecapekan, tidak menyurutkan semangat belajar Naufal. Hari Jumat, 25 Maret 2011 dibagikan hasil UTS / rapot bayangan, hasilnya alhamdulillah banyak nilai 100 nya dan banyak nilai yang lebih baik dibandingkan dengan UTS semester satu.

Meski baru kelas 1 SD, setiap hari sibuk dengan berbagai kegiatan dari Senin-Jumat. Ada les ngaji, ada les gitar, belum lagi ekskul bhs Inggris dan futsal di sekolah….eh…belum lagi setiap hari harus *)belajar dan menghafal surat-surat pendek.

Kamu sempet jenuh ya Nak, karena hafalan mu suratnya rada panjang, berminggu-minggu kamu baru bisa menghafalkan 1 surat penuh. Belum lagi les gitar mu yang bikin jari-jarimu sakit….kamu sempet mengeluhkan hal ini sama Ibu. Lalu Ibu mengingatkan kamu agar pantang menyerah, bahwa hidup adalah perjuangan, entah kamu mengerti atau tidak dengan apa yang Ibu sampaikan padamu malam itu, tapi sepertinya kamu mengerti.

Ibu juga sering kali bertanya padamu, apakah kamu enjoy dengan kegiatanmu yang padat seperti sekarang ini? Jawaban kamu : “Ya, saya senang punya banyak kegiatan.” Bahkan kamu masih ingin ditambah dengan les renang setiap kamis sore. Wekss….ini yang bikin Ibu harus berpikir keras, bukan nggak mau meluluskan keinginanmu untuk les renang, tapi badan kamu itu rada ringkih, capek dikit sakit. Well, tapinya akan Ibu pertimbangkan masak-masak, dan semoga dengan giat berolah raga badan mu akan bertambah sehat dan kuat.

Intinya belajar tetaplah yang utama, kami tetap mendukung semua kegiatanmu, pegang teguh amanat dari Orang Tua mu ya Nak!

We’re very proud of YOU!!
Thanks dear…..

*) belajar = Cara belajarnya Naufal itu sersan (serius tapi santai), target pertama kami ketika Naufal di semester 1 kelas 1 SD adalah membiasakan setiap malam untuk belajar. Awalnya kami hanya membacakan semua yang ia pelajari di sekolah/review seperti membacakan buku cerita, ketika Naufal sudah lancar membaca, kami minta ia yang membaca sendiri bukunya, meskipun sudah bisa membaca, tapi Naufal belum mengerti apa yang ia baca, kami yang bertugas untuk menerangkannya. Lambat laun akhirnya Naufal mulai mengerti, lalu kami suruh dia untuk membaca sendiri dan berusaha untuk memahaminya. Nggak ada paksaan, semuanya dilakoni sambil fun. Kadang dia yang masih semangat belajar, ehhh kami yang sudah nggak kuat menahan ngantuk…hehehe…
Kalau hafalan surat-surat, kami dibantu oleh guru di sekolah dan guru ngajinya di rumah. Saya hanya mengulangnya ketika hari libur (biasanya yang paling efektif adalah ketika selesai shalat subuh, hafalannya cepet nempel di kepalanya). Eits…nggak cuma nempel di kepalanya, cepet nempel juga di kepala saya!!! Jadi sebetulnya si Emak juga ikut menghafal lagi….hehehehe

6 thoughts on “Thanks Dear……

  1. tooss ir…masalah menghafal surat-2 pendek…yg ada aku juga ikutan belajar…secara selama ini hafal surat pendek ga nyampe 20, jd maluuuu….

    kebeneran target di skul azka, juz amma diusahakan waktu naek ke kls 2 udh tamat…tp azka ga tiap hari belajarnya…maklum emaknya bukan emak teladan…seringnya plg ke rmh azka udh bobo…😥 naha jadi curhat kieu nya…aduuuh puntenya raa….

  2. Pendidikan memang harus ditanamkan sejak diniyach mbak Ira..termasuk juga pendidikan rohani.. agar anaknya jalannya baik nantinya😀

    Aku aza yang sudah hampir kepala 4 – isinya belajar muluuuuuu ha…ha…ha

    • iya Mbak harus sejak dini, tapi kl saya menerapkannya tergantung kondisi anak, misalnya spt anak saya ini, dia tipe yg gak bisa diam, bahkan waktu kelas 1 smtr 1 sulit menerapkan aturan, disiplin dan kemandirian padanya, saya dan suami cari jalan keluarnya, yaitu dengan mengikutkan dia di kegiatan futsal dan les gitar (sementara mungkin banyak ortu yg lain mengikutkan anaknya kumon, jaritmatik dsb). Alhamdulillah, melalui kegiatan tsb, dia akhirnya tau apa itu aturan, disiplin dan mandiri. Makanya setiap semester kami punya target berbeda tergantung bagaimana kondisi anak. Dan satu lagi yg paling penting….jangan memaksa anak, bikin semuanya fun, belajar tiap hari ya belajar, tapi caranya ya gitu dibikin asyik

  3. wah naufal hapalan suratnya dah sampe mana nih? hebat eui …
    Perlu ditiru tips dari teh ira nih. Sayangnya sekolah TK nabila, buku2 semuanya ditinggal di sekolah. Jadi saya hanya tahu dari cerita2 nabila saja. Paling di rumah dia hanya baca buku2 cerita kesukaannya.

    • baru sampe Al-Bayinah Tante….

      yang penting anak jangan dipaksa Mbak Ina, tugas ortu bukan memaksa supaya si anak BISA, tapi caranya dengan melatihnya secara terus menerus

      carilah cara yang bikin dia senang, dan kl ngajarin sesuatu jangan lama2, anak2 mah cepat bosan, lebih baik sedikit tapi rutin

      ah…saya juga masih buanyakkk sekali kekurangan dan kekhilafannya, masih harus belajar buanyakk juga dalam mendidik anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s