Memilih TK Untuk Raditya

Pertengahan tahun ini Radit sudah 4 th usianya. Sudah cukup waktunya untuk masuk TK.  Sejak akhir tahun yang lalu, saya dan Papanya sudah mulai hunting TK untuk Raditya. Pernah juga trial di salah satu TK.

TK menurut kriteria kami adalah :

1. Lokasinya nggak jauh dari rumah.

Sebetulnya ada TK di dalam komplek rumah, jaraknya pun kurang dari 50m (dekat kan), itu TK nya Naufal dulu. Dari segi jarak sebetulnya asyik, tapi saya nggak sreg nyekolahin Radit di situ karena alasan ini salah satunya.

2. Kegiatannya terarah, baik plus tidak ‘neko-neko’.

Lagi-lagi pengalaman yang kurang baik dengan TK nya Naufal dulu, kami ingin sekolah yang benar-benar punya kegiatan yang terarah, nggak usah macem-macem deh, yang penting menyediakan fasilitas untuk anak bermain dan bersosialisasi sesuai dengan usia anak/tidak mendzolimi anak dengan memaksa calistung (dengan cara yang gak jelas)…erghhhh.

3. Biaya terjangkau.

Jakarta gitu loh!!…Nggak aneh sama biaya sekolah yang wowww!! Tapi di sini saya dan suami mencari yang sesuai dengan kemampuan keuangan kami, toh masih TK ini, tujuan menyekolahkan Radit kan sebatas menfasilitasi dia untuk belajar bermain dan bersosialisasi. Tapi teteup kami ingin cari sekolah yang bagus.

Nahhh….alhamdulillah, awal tahun ini kami menemukan sekolah yang cocok dengan kriteria di atas (upss…kecuali dengan yang nomor 1, karena jaraknya agak jauh dari rumah).

Saya ingin cerita dulu nih, perkenalan saya dengan TK ini. Dulu waktu Naufal masih TK, dia kan sering ikut lomba dengan TK lain sekecamatan di sini. Ada nih saya perhatikan satu TK yang selalu menyabet gelar juara dalam berbagai lomba. Performanya juga bagus, kompak, anak-anaknya semangat, rapi…saya terkagum-kagumlah dibuatnya. Akhirnya saya tau nama TK itu : Amarilis.  Pertengahan tahun yang lalu, waktu saya survey sekolah TK, saya sudah pernah berkunjung ke TK Amarilis. Sekolahnya lumayan, halamannya cukup luas untuk bermain anak-anak, gurunya ramah-ramah, fasilitasnya juga bagus, tapi saya nggak sreg karena lokasinya agak jauh dari rumah dan jalan menuju ke lokasinya hanya cukup untuk 2 mobil berpapasan. Karena waktu itu saya mempermasalahkan jarak dan lokasi sekolah…saya abaikan sekolah ini.

Barulah pada awal tahun ini, ketika saya mulai survey TK, tiba-tiba pas lagi googling ketemu sama websitenya BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan ada TK Amarilis di dalam daftar dengan akreditasi A (nilainya kalau nggak salah 9 poin berapaa gitu). Cepet-cepet saya lapor papanya anak-anak, lalu saya berangkat menuju TK itu. Bertemu dengan gurunya, ketika menyampaikan maksud kedatangan saya, ternyata…formulir sudah habiss…ooww😦 (padahal dia nggak pasang spanduk ” Menerima Pendaftaran”)….yahhh kecewa deh judulnya. Saya meninggalkan nomer hp saya pada bu guru yang menerima saya, lalu pulang. Dipikir-pikir, duh kenapa ya dulu saya abaikan si TK ini hanya gara-gara lokasinya.

Tapi, beberapa hari setelah saya mencoba daftar dan ditolak karena formulirnya habis,ehh saya ditelpon TK Amarilis untuk datang secepatnya, karena mereka membuka kelas baru. Langsung deh saya datang dan membeli formulirnya, sambil survey (hehehe….survey terus nih si ibu), saya ngobrol sama guru-gurunya, satpamnya, dan orang tua murid yang sedang nungguin anaknya. Banyak bertanya seputar kegiatan dan bagaimana sekolah ini. Ternyata oh ternyata TK ini adalah TK percontohan se Jakarta Timur. Dari hasil wawancara saya dengan orang-orang yang ada di situ menyimpulkan bahwa :

– TK ini punya sistem yang baik, nggak neko-neko, konsepnya sederhana…memberikan fasilitas bermain sambil belajar dan bersosialisasi untuk anak-anak usia TK. Bahkan ketika saya bertanya kepada beberapa orang tua murid tentang belajar calistung, mereka menjawab..”Di sini tidak dipaksa untuk belajar calistung, karena memaksa anak-anak TK untuk belajar calistung sama saja dengan menzolimi anak.” Wowww….kagum saya dengan jawaban dari ortu murid yg seperti itu. Bukan apa-apa….di sini di lingkungan saya tinggal mayoritas ortu parno kalau anaknya yang masih usia TK nggak belajar calistung, makanya ketika saya berkoar-koar tentang efek negatif mengajarkan anak TK calistung, saya malah dianggap orang ‘aneh’.

– Punya guru-guru yang berprestasi dan kreatif. Iyaa…guru-gurunya kreatif, gak salah kalau tiap tahun mereka selalu menyabet juara lomba antar TK.

– Biaya sekolahnya terjangkau. Sangat terjangkau. Uang pangkalnya Rp 2.000.000 (sudah termasuk seragam 3 setel, tas dan perlengkapan anak, belum termasuk SPP ). SPP tiap bulan Rp 150.000. Nanti setiap bulan kalau ada kegiatan sekolah biaya akan dibebankan pada ortu, tapi (kata ortu murid yang saya wawancara, biayanya nggak memberatkan ortu kok)

– 1 kelas muridnya 20 anak dengan 2 orang guru. Karena ruang kelas hanya ada 3 ruangan, sementara muridnya banyak,  jadwal sekolah pagi dan siang bergantian seminggu sekali. Jadwal masuk pagi : 07.15 – 9.30 Masuk siang : 9.45 – 11.30

– Fasilitas sekolah memadai meskipun sederhana, menurut saya cukup bagus lah, punya halaman yang lumayan luas, untuk anak-anak berlarian.

– TK ini bukan TK bilingual (saya nggak ngotot masalah bilingual, karena ingin menanamkan bahasa ibu yang kuat dulu sama anak, sebelum dia menerima bahasa asing). Menekankan pada pendidikan agama Islam (memang ini sekolah Islam). Ini nih yang bikin saya tambah sreg sama sekolah ini.

– Sekolah tidak membebani ortu untuk menyelenggarakan kegiatan sekolah (pokoknya nggak seperti TK nya Naufal…hihihi, saya terkesan parno sama TKnya Naufal dulu)

InsyaAllah tahun ini Raditya akan sekolah di TK Amarilis. Semoga semua sesuai harapan…semoga anakku makin pintar dan soleh, amin.

6 thoughts on “Memilih TK Untuk Raditya

  1. mom, mau nanya…
    klo tk ini ada program playgroupnya gak?
    trus untuk masuk TK min. usia brp tahun ya?

    TQ before…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s