Cacar Air-HFMD-Papa Jatuh Dari Motor-Cacar Air (lagi)-Laptop Byar Pet

Wowwwww…..judulnya lengkap sekali ya!
Jadi selama ini, itu tuh yang bikin blog ini bulukan.

Dimulai dari awal bulan Mei yang lalu, Minggu siang 7 Mei 2011 Naufal mendadak mengeluh sakit kepala dan badannya panass. Mulailah saya observasi dia, juga ga lupa kasih minum yang banyak. Hari Senin masih masuk seperti biasa, meskipun masih merasa gak enak badan dan mulai agak pendiam. Selasa pagi, waktu saya mandiin pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, di punggung ada dua ruam kecil, saya blum curiga itu cacar, hari itu Naufal sekolah seperti biasa. Pulang sekolah sengaja saya jemput sendiri,soalnya perasaan udah nggak enak aja *feeling emak-emak*, eh taunya bener aja Naufal masih mengeluh gak enak badan,dan dia cerita tadi di kelas dia minta obat ke gurunya *hadohhh Nak, jangan minum sembarang obat tanpa indikasi yang jelas atuh!*…katanya sih sama gurunya dikasih minum obat panadol. Saya perhatikan wajahnya….ada satu ruam agak besar di dagu,lalu saya buka bajunya, lihat ke punggung…..sudah mulai bermunculan blister-blister berbentuk gelembung berisi cairan. Cocok deh sama cacar air. Saya langsung buka ‘Primbon’ (buku Q&A, dan artikel Varicella dari Milis Sehat ). Setelah mantap mempelajari seluk-beluk cacar air ini mulailah saya terapkan tata laksana sesuai petunjuk. Oh iya Naufal tetap saya mandikan air hangat, untuk mengurangi rasa gatalnya. Sempet saya minumkan 1x paracetamol sesuai dosis, karena badannya panas dan sangat tidak nyaman (rewel). Selebihnya nggak saya kasih apa-apa, karena cacar air penyebabnya virus, bisa sembuh sendiri, cukup di rawat sendiri di rumah. Selama sakit dia nggak sekolah, kebetulan pas libur karena kelas 6 UAN, jadi Naufal total ga masuk sekolah hanya dua hari.

Bersamaan dengan si cacar air yang sedang dialami sama Naufal….ehhh…Radit juga mengalami demam tinggi selama 3 hari disertai gejala seperti mau flu, saya pikir bakalan barengan kena cacar air seperti Aa nya. Ternyata salah saudara-saudara ! Setelah demam 3 hari, muncul ruam di kaki dan tangan (saya masih curiga ke cacar air), tapi bolak-balik dilihat punggunggungnya kok mulus-mulus aja ya? Eh, ternyata….gak lama setelah si ruam muncul di kaki dan tangan, saya lihat di mulutnya penuhhhh dengan sariawan…duhhh😦 . Waktu sariawannya belum muncul Radit masih mau makan banyak, pas sariawan udah memenuhi mulutnya…..udah deh…langsung GTM (gerakan tutup mulut). Jangankan makan, minum aja segitu kepengennya, malah nggak bisa minum karena sakit menelan😦 . Tapi untuk mimun tetap saya paksa supaya dia mau minum, caranya rajin saya suapi air putih pakai sendok, sambil diberi pengertian, “Kalau lagi demam dan sakit,Ade harus minum air yang banyaaaaakkkkk yaaaa”. Cara ini cukup ampuh untuk membuat Radit teteup mau minum air putih banyak-banyak. Cuma harap dimaklum, dia nggak mau makan, mau sih karena laper, tapi setelah 3 sendok kecil masuk makanan, dia menyerah. Saya akali dengan memberikan ice cream🙂. Lah, terus Radit ini sakit apa sih? Setelah (lagi-lagi membuka Primbon , semua gejala cocok, ternyata Radit mengalami HFMD (Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut atau dikenal juga dengan Flu Singapore . Saya lakukan tata laksana sesuai petunjuk. Penyebab penyakit ini adalah virus, bisa sembuh sendiri, nggak perlu antibiotik. Pas demamnya tinggi dan anaknya rewel aja saya beri paracetamol sesuai dosis (dosisnya 10 – 15mg per berat badan anak). Ini adalah yang kedua kalinya Radit kena HFMD , rewel sekali, gak mau makan, gak mau ngomong selama sakit, tiap hari beli ice cream buat mancing supaya mau makan😦 .

Dalam seminggu itu lumayan sibukkkk ngurus anak-anak yang lagi sakit. Eh…taunya hari Jumat,13 Mei 2011…pagi-pagi sekitar pk. 7.15 dapet telpon dari Papa Noor, ngasih tau motornya jatuh di jalan pas berangkat ke kantor. Dia lagi cari pertolongan orang yang mau antar dia pulang ke rumah, saya disuruh cari tukang urut khusus menangani kecelakaan. Deg! Langsung lemas badan saya mendengarnya. Tambah lemas, karena saya nggak tanya dimana sekarang posisi Papa Noor, di telpon ke hp nggak diangkat, sms nggak dijawab……haduhhhhh😦 pengen nangis rasanya. Kok ya lupaaa harusnya saya kan tanya dimana dia sekarang :(( . Ya sudah saya langsung tanya ke tetangga dimana tukang urut yang biasa menangani yang kecelakaan. Udah dapet informasinya. Saya tunggu Papa Noor di rumah dengan perasaan amat sangat cemas :(( . Kemudian pk. 8.30 Papa Noor datang dibonceng temannya dari kantor. Turun dari motor aja susahnyaa….hikss. Setelah teman yang mengantarnya kembali ke kantor, saya mandikan Papa Noor, kasih sarapan dan teh hangat, lalu saya suruh istirahat, sambil menunggu tukang urut datang ke rumah. Alhamdulillah, nggak sampe luka-luka, cuma lecet sedikit di bagian lutut, katanya motor jatuh karena oli tumpah di jalanan sekitar TMII. Selain Papa Noor ada dua motor lainnya juga ikut jatuh, Untung saat itu lalu lintas masih sepi, jadi hanya jatuh saja….hiksss😦. Tukang urut pun datang, menurut tukang urut, kakinya nggak apa-apa, tapi di pergelangan tangan kirinya ada tulang yang patah😦. Tiga hari nggak ada perubahan, padahal udah ditangani sama dua orang tukang urut. Saya membujuk Papa Noor supaya mau ke RS untuk dirotgen. Benar saja, hasil rotgen menunjukkan tulang kecil yang menuju ke jempol patah😦. dan Papa Noor dikonsul ke dokter spesialis ortopedi. Kemungkinannya harus dispalk atau dipasang pen. Eh, Papa Noor gak mau, mengingat biayanya yang cukup mahal😦 (PNS kan hanya pakai ASKES pegawai negeri, tidak mengcover rawat jalan). Duhh… gimana ini?? Dipaksa-paksa juga orangnya teteup nggak mau. Padahal uang tabungan untuk hal-hal darurat seperti ini mah ada, tapi Papa Noor lebih memilih mencari yang biayanya lebih ringan. Lalu atas saran dari saudara, kami dirujuk ke tempat urut H.Naim di daerah Cilandak.

Sampai detik ini Papa Noor masih kontrol seminggu sekali ke H.Naim, sudah 3 kali kami bolak-balik ke sana (hari ini mau yang ke-4 kalinya). Lumayan cocok ke tempat ini (cocok di kantong dan di hati). Karena masih dalam perawatan, maka Papa belum bisa naik motor ke kantor, sebagai gantinya menggunakan mobil omprengan yang kebetulan ada yang lewat deket rumah dan jurusannya langsung ke kantornya. Tadinya sempet mau memaksakan diri naik motor, gara-gara kalau dihitung-hitung, naik omprengan jatuhnya mahallll ketimbang naik motor *gubrak!…pingsan dah gw!!* Duhhh si Papa Noor ini….ya ampun banget deh!!! Denger dia ngomong begitu saya merasa sedih sekaligus geli (jurus paman gobernya teteup bertahan dalam jiwa raganya nih).

Hello…..orang-orang yang suka menuduh pegawai pajak tukang korupsi !!!!! Suami saya PNS pegawai pajak loh yaaa….. Lihatlah bagaimana kehidupan kami….kami hidup sesuai gaji yang diberikan pemerintah yaaa!!! Kagak pake korupsi-korupsian. Tolong jangan suka menuduh seenaknya donk! Oh iya…selama sakit suami saya juga nggak pernah bolos or ngambil cuti….teteup ngantor seperti biasa, seperti nggak ada apa-apa yang sedang terjadi padanya. Meski harus jalan tertatih-tatih dengan menggendong tangannya yang kiri.

Hihihi….saya protes nih judulnya, abis gimana ya? Suka bingung kalau Papa Noor sakit, masalahnya ASKES PNS tidak mengcover rawat inap, di instansinya juga nggak ada klinik or layanan kesehatan, jadi kalau pegawai sakit….ya monggo ditanggung sendiri-sendiri. Miris yaa…padahal suami saya ini bertugas mengumpulkan uang dari rakyat untuk negara, giliran rakyatnya sakit….negara kemana neh?? Lain halnya dengan kerja di swasta, ada asuransi yang mengcover rawat jalan (kerasa banget nih waktu dulu saya masih kerja sama udah nggak kerja seperti sekarang). Mungkin ada yang bisa kasih informasi adakah layanan asuransi swasta yang bisa digunakan oleh perorangan/bukan perusahaan yang mengcover rawat jalan juga selain rawat inap? Boleh yaa minta infonya🙂

Si Papa bukan pelit sih, tapi dia sayang menggunakan dana daruratnya, mending disimpan dan dipakai untuk istri dan anak-anaknya kalau dalam keadaan darurat😦 ….padahal kan padahal….ah saya selalu kalah adu argumen kalau sudah masuk ke ranah ini.

Hufffttt…..tarik nafas dulu yaaaa….!!! Oke, lanjut…

Seminggu nggak sekolah, Naufal akhirnya sembuh, alhamdulillah🙂. Radit juga mulai sembuh,alhamdulillah juga. Papa Noor sudah bisa beradaptasi dengan kondisi tangannya yang masih harus mendapatkan perawatan. Naufal mulai beraktifitas seperti biasa, udah nggak bolos les. Radit lagi rakus-rakusnya makan🙂. Saya mulai bernafas lega…..tapi tiga hari berselang….Radit mulai rewel dan muncul ruam di kaki dan punggungnya😦 . Selasa sore saya temukan si ruam gelembung berisi air di tubuhnya, semakin malam jumlahnya semakin banyakkkkkk. OMG! Radit kenapa?? Saya tanya ke milis Sehat, alhamdulillah dapat tanggapan cepat dari member, dan akhrinya saya meyakini kalau Radit kali ini positif ketularan cacar dari Aa nya😦 . Beda dengan Aa Naufal, cacar airnya Radit memenuhi sekujur tubuhnya😦 sampai kepala, penuh cacar air. Sedihhh banget deh ngeliatnya (nyesel menunda-nunda vaksinasi varicella). Alhamdulillah anaknya nggak rewel, gak seperti Aa kemarin. Makan minum normal dan mau masuk banyak. Hanya setiap mau tidur siang or malam selalu rewel dan demam tinggi (saya beri paracetamol). Sekarang cacarnya sudah mulai kering dan lepas (kadang dia lupa menggaruk-garuknya).

Sebulan ini perasaan saya up and down, kayak lagi naik roller coaster. Apalagi pas lagi genting-gentingnya…. Bener-bener rasa sabar saya sedang diuji. Untungnya sama orang tua selalu diingatkan agar selalu BERSYUKUR. Iya, bersyukur itu bisa meringankan beban dikala sedang menghadapi berbagai ujian. Bersyukur saya diberi kesehatan dan kemudahan sehingga bisa merawat suami dan anak-anak (meskipun di rumah nggak ada yang bantuin). Bersyukur dikaruniai anak-anak yang soleh, yang nurut sama emak babehnya. Bersyukur suami kemarin kecelakaan nggak sampe kenapa-napa. Bersyukur masih diberi rizki sama Allah SWT. Bersyukur….akhirnya saya berani nyupir mobil keluar wilayah Cibubur (hehehe….), berani karena terpaksa harus nganterin suami kontrol. Bersyukur punya ortu, sodara-sodara dan sahabat-sahabat yang selalu mendukung. Bersyukur, dapet ujian kesabaran mudah-mudahan Allah SWT menjadikan saya sebagai ibu dan istri yang lebih baik lagi.Dan masih banyak bersyukur lainnya. Tuh kan bener….lalu apalagi yang akan dijadikan alasan untuk bersedih dan berdiam diri….lihatlah bertapa banyaknya nikmat yang Allah berikan pada saya? Alhamdulillah ya Allah sujud syukur ku pada Mu.

Alhamdulillah juga….laptop hari ini bisa dipakai (lagi byar pet), jadi saya bisa nulis dan blog ini nggak ‘bulukan’🙂

3 thoughts on “Cacar Air-HFMD-Papa Jatuh Dari Motor-Cacar Air (lagi)-Laptop Byar Pet

  1. setuju.. gak semua pegawai pajak sejelek yg org duga.. itu hanya oknum. Lagian bukannya kantor pajaknya sendiri udah banyak mengalami kemajuan ya??

  2. Ya Allah iraaa….meni komplit ujian teh ya…tapi da Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umatnya,yakin pisan ira mah kuat…#kan salah satu guru saya…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s