Persiapan Pindahan #1

Suhu udara di Bandung setiap pagi selalu dingin, bikin hidung kami bertiga mampet.  Ya, kami bertiga sedang di Bandung (lagi), kok bertiga? Yang satu lagi kemana? Papa sudah di Balikpapan sekarang,sudah resmi duluan tinggal di sana. Kami bertiga masih harus tinggal di Cibubur, karena di Balikpapan Papa masih mencari tempat tinggal untuk kami berteduh dan sekolah untuk Naufal dan Raditya. Kemarin waktu Papa berangkat ke Balikpapan, Eyang (mama&papa mertua) menemani kami di Cibubur. Dua hari yang lalu kami datang lagi ke Bandung. Karena agenda selanjutnya setelah Papa ke Balikpapan adalah menunggu rumah ortu saya yang selama 10 hari ditinggal pergi umroh ke tanah suci.

Kalau bicara soal waktu, akhir-akhir ini semua kegiatan melenceng dari agenda alias acak-acakan. Rasanya apa yang sudah direncanakan jadi berantakan,berubah semuanya. Sampai gempor dan sedih juga sih, tapi nggak apa-apa tetep bersyukur dan berusaha sekuat tenaga. Mulai dari jadwal umroh yang molor, pengumuman promosi&mutasi yang mendadak dan mengejutkan🙂,dan seterusnya mempengaruhi agenda lainnya.

Capek? Hihihi….jangan ditanya deh ya! Hidup memang penuh kejutan. Rasanya baru kemarin ribet sama urusan sakit anak-anak dan yang jatuh dari motor,weitsss…..detik berikutnya harus ganti halauan, karena mo pindah jauh. Sempet sedih, karena pas mo berangkat umroh (yang umroh bapak,mama dan adik bungsu saya) bapak saya sakit, untung gak parah, dokter kasih ijin berangkat (saya sempet nganteri bapak ke dokter), alhamdulillah. Tapi sedih aja sih, karena pas mereka berangkat gak bisa nganterin soalnya lagi super sibukkkkkkk di Cibubur persiapan pindah, Papa berangkat plus pompa air mati (ada episode saya ngangkutin air pake ember dari rumah tetangga ke bak kamar mandi saya). Rasanya rudettt dan sedih lah saat itu….Dalam perasaan seperti itu tetep yakin, Allah pasti kasih jalan keluarnya, tiap saat selalu berdoa dan berdoa, minta diberikan kemudahan dalam segala sesuatunya, yakin banget Allah pasti kasih jalan keluarnya.

Alhamdulillah….perlahan tapi pasti jalan keluar itu mulai tampak. Papa lancar di Balikpapan, sekarang sedang mencari rumah dinas (berusaha dapetin rumah dinas, untuk menghemat biaya), yang ibadah umroh  juga alhamdulillah lancar. Alhamdulillah Eyang menemani kita bertiga di Cibubur, anak-anak seneng banget ditemenin Eyangnya. Alhamdulillah pompa air sudah normal seperti sediakala (ga usah ngangkutin air lagi). dan seterusnya agenda yang lain pun mengikuti….semuanya lancar…alhamdulillah.

Memang ya yang namanya rejeki itu bukan hanya uang dan uang. Terus terang pindahan kali ini kami modal sisa-sisa tabungan yang ada, modal dengkul, modal percaya dan syukur bahwa ini adalah ketentuan Allah yang harus kami jalani dengan ikhlas. Karena beberapa waktu yang lalu kami sudah mengalokasikan dana untuk pendidikan anak-anak dan beberapa tabungan wajib lainnya yang sifatnya gak likuid. Termasuk sudah menyekolahkan anak-anak di sekolah yang bagus di Cibubur (awalnya berat sekali melepaskan sekolah mereka, tapi hrus ikhlas yaaa). Rejeki itu bisa berupa kelancaran dan kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada kita, tinggal kitanya yang harus  jeli, sebenernya rejeki Allah itu bener-bener melimpah ruah menghujani kita.

Anak-anak mah sudah pasti senang dan semangat karena mau pindah ke Balikpapan. Ah, jadi ingat masa kecil dulu, baik saya maupun Papanya anak-anak sejak kecil biasa dibawa pindah-pindah ikut ortu, dari satu daerah ke daerah lainnya. Saya dan papanya anak-anak baru merasakan sekarang ketika sudah menjadi orang tua, ternyata pindahan itu ribetttt….hahahaha.

Oh iya, secara teknis yang kami lakukan untutk persiapan pindahan :

1. Ngurusin semua dokumen-dokumen penting

2. Cari perusahaan jasa pindahan (mulai dari packing sampai dengan tiba di tempat tujuan mereka yang kerjakan).

3. Cari kenalan yang tinggal di sana

4. Di sana Papa mencari rumah dan sekolah anak-anak

5. Di Cibubur saya sudah menghadap kepala sekolah untuk urusan sekolah Naufal

6. Nyicil packing, sementara barang yang mau disimpan di Bandung sebagian sudah beres, dan sudah disimpan rapi di Bandung.

7. Papa di Balikpapan lagi cari perabotan bekas (tempat tidur, lemari, meja dsb), sambil mo berhitung murah mana ongos kirim dari Jakarta sama kalau beli barang bekas di Balikpapan.

Untuk sementara masih itu yang kami lakukan untuk persiapan pindahan. InsyaAllah rencananya saya dan anak-anak nyusul Papa setelah lebaran.

5 thoughts on “Persiapan Pindahan #1

  1. Pingback: #150minutesworkoutbbi | Tantangan 4 Minggu Berolah Raga | Bagian #1 – Coretan IraI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s