Memasuki Saat ‘Kritis’

Bingung cari judul, jadi maaf kalau agak mengejutkan🙂.

Saat kritis apa ya? Siapa yang sakit?

Sebetulnya ga ada yang sakit kok🙂.

Maksudnya masa kritis persiapan pindahan. Owww ternyata pindahan itu lumayan ribedd loh! Jauh dari suami dan ortu ternyata berpengaruh banget. Hubungan lewat telpon sering bikin salah paham dan esmosi. Jadwal yang enggak pasti, anak-anak yang harus tetep sekolah,tetep menjalankan ibadah ramadhan, harus packing barang-barang, belom lagi tentang biaya yang terus membengkak padahal dana kita terbatas. Huffft……

Beruntung semua terjadi di bulan Ramadhan, baik ortu dan mertua juga alhamdulillah mensupport penuh dari jauh. Mereka yang selalu membuat hati ini jadi adem. Mungkin karena doa-doa yang mereka panjatkan. Di bulan Ramadhan, mau nggak mau se-emosi apapun, teteup bisa menahan diri, dan merasa Allah SWT selalu memberi kita jalan keluarnya.

Di saat-saat kritis ini, yang harus diingat adalah banyak-banyak istigfar dan terus menerus memanjatkan doa, minta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal. Apalagi sebagai seorang istri dan ibunya anak-anak, musti banyakin stok sabar, banyak-banyak berdoa supaya di sana suami bisa memilih dan mendapatkan yang terbaik untuk kami sekeluarga.

Hati saya meleleh-leleh ingat kata-kata Mama saya :”Manut ya sama yang dikatakan dan diminta suami, insyaAllah kita semua mendukung dan selalu berdoa untuk kalian.”

Amin….amin….Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s