Resolusi 2012

Meskipun 2011 ditutup dengan perasaan dika cita, bukan berarti harus mengumbar kesedihan. Ada banyak pelajaran yang saya ambil dari peristiwa di tahun 2011 kemarin. Pelajaran itu membuat saya berpikir lebih bijak lagi dalam menjalani kehidupan.

Pelajaran tentang Kehilangan
============================
Saya dapatkan di akhir tahun 2011. Alhamdulillah Teh Wida kakak ipar saya begitu tegar dan tabah menerima kenyataan suaminya meninggal, padahal anaknya 3 orang masih kecil. Tidak ada menangis meratap-ratap, semuanya dihadapi dengan tegar. Hal ini dilandasi oleh pemahaman yang dalam mengenai ilmu agama. Saya belajar dari kejadian ini, bahwa tidak ada yang kekal di dunia. Terus terang saya sangat sayang pada kedua ortu saya, dan nggak bisa membayangkan bagaimana rasanya hati ini jika kehilangan mereka. Saya sangat mencintai kota Bandung dan sering kali memiliki perasaan mendayu-dayu tentang kota ini, lalu bagaimana kalau suatu saat saya harus meninggalkan kota Bandung jauh ke pulau seberang. Semua pertanyaan saya terjawab pada akhir tahun 2011. Selama di Bandung kemarin, rasanya saya seperti masuk pesantren. Saya diperlihatkan bagaimana seharusnya bersikap ketika mengalami kehilangan. Yang selama ini saya telah salah menyikapinya. Kehilangan bukan akhir dari segala-galanya, justru kita harus berjuang menyongsong masa depan yang masih kita miliki, dunia itu tidak kekal adanya, kehidupan akhiratlah yang kekal. Dua tahun yang lalu Alm. Aa Dida memberika ceramah pada acara halal bihalal keluarga besar alm. Nenek saya, beliau berulang kali menekankan, janganlah kita disibukkan dengan urusan duniawi sehingga lupa bahwa seharusnya bekal yang harus kita persiapkan adalah bekal di akherat nanti….subhanallah….

Manager yang Profesional
========================
Beberapa waktu lalu saya menghadiri ceramah di mesjid Istiqomah Balikpapan, pembicaranya adalah Ust. Teh Ninih. Di sini saya diingatkan bahwa hidup itu harus memiliki target, menjadi seorang ibu rumah tangga harus bisa mengatur hidup dengan baik, harus profesional. Ini yang masih berantakan bagi saya, karena saya ini hidup sangat moody😀. Moody ini harus diminimalisir mulai tahun ini dan mulai belajar bertindak sebagai manager yang profesional.

Ibu yang Sabar
==============
Hal yang paling berat ketika pindahan ini adalah mengenai anak-anak. Proses adaptasi mereka cukup menguras pikiran dan air mata. Nyaris setiap hari menghadapi Naufal yang sangat-sangat rewel dan pada akhir tahun dia sakit, ujung-ujungnya waktu di Bandung dia ngaku ke Neneknya, kalau dia itu stress karena teman-temannya di sekolah JAHAT. Duh!😦. Hafalan surat yang sudah pernah dia hafal berantakan, gak mau belajar, ngamuk-ngamuk….ternyata semua itu adalah ungkapan rasa stressnya. Anak-anak ini jadi gak mandiri, semua masih saya yang mengerjakan, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, makan masih disuapi, mandi dimandikan, belajar gak bisa disambi kerja…harus dibimbing. Pokoknya super duper capek dan berantakan deh rasanya. Mana setiap hari harus nunggu di kelasnya Raditya, bolak-balik nyupir antar jemput, harus masak , nyuapin dst…dst…hufffftthhhh…..capekkkk. Ni kalo si capek udah dateng, denger anak berantem udah naik darah aja bawaannya. Padahal pada saat yang sama si anak juga sebetulnya merasa tertekan dengan proses adaptasi. Saat ini yang dibutuhkan mereka adalah ibu yang sabar. Mungkin saya memang harus capek dulu, saat ini sikonnya tidak memungkinkan untuk menerapkan kemandirian dst..dst pada mereka. Saat ini mereka butuh dimengerti, butuh rasa nyaman dan dari siapa lagi akan mereka dapatkan selain dari saya ibunya. Jadi, saya harus sabar dan lebih sabar lagi terhadap mereka.

Membimbing Naufal Shalat 5 waktu
================================
Usia Naufal sudah 7 tahun sudah waktunya untuk bisa shalat 5 waktu. Dan saya tidak mau main-main dengan yang satu ini. Papanya punya tugas mengajak dia shalat di mesjid setiap magrib dan isya.

Aktif menjadi SALES ASI
=======================
Mudah-mudahan tahun ini saya bisa aktif kembali jadi SALES.

Aktif Menulis di Blog
=====================
Iyah, yang ini juga harus mulai saya lakukan. Terlalu banyak momen yang gak sempet saya tulis di sini.

Ingin Punya Penghasilan Sendiri*
===============================
Kalau yang ini, keinginan terpendam, dan kepengen banget sebetulnya, tapi saya bingung harus ngapain dan mulainya dari mana. Gak apa-apa…tetep ditulis di sini dengan tanda bintang di belakangnya😀

Menjadi Lebih Bijaksana dan Solehah
===================================
Doa saya pada setiap pergantian tahun. Cukup abstrak, tapi buat saya kedua hal ini yang akan menuntun saya pada kehidupan yang lebih baik lagi.

Itu resolusi saya tahun ini, baru kali ini saya berani menuliskannya, *setelah dengerin ceramahnya Teh Ninih tempo hari*😀 . Mulai tahun ini belajar menjadi ibu rumah tangga yang profesional Yess!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s