Maret 2012

Nggak nyangka di tahun 2012 ini begitu banyak rencana kegiatan yang bakalan harus diwujudkan. Dan semua itu nggak jauh-jauh dari kegiatan saya selama ini menjadi Sales ASI. Iyah, alhamdulillah dukungan datang dari temen-temen seperjuangan di Bandung😀. Bikin semangat dan siap tebal muka…hehehe. Dan juga rencana yang ‘satunya’ lagi, yang insyaAllah terwujudkan akhir tahun ini,amin. Kegiatan ibu-ibu istri pegawai mah tetep jalan, mau nggak mau kok ya saya tuh mau aja yaa…hahaha, tau deh kalau urusannya dengan organisasi kayak yang tertantang untuk menggelutinya….wkwkwkw…ah jadi maluw….

Nggak sih alasan sebenernya adalah saya mencoba utuk tetap memberdayakan pikiran saya untuk dituangkan ke dalam kegiatan yang positif, sosial dan edukasi. Tugas rutin sebagai ibu rumah tangga saja sebetulnya juga menantang untuk diulik, tapi sering kali bertemu dengan rasa jenuh, karena yang dihadapi itu-itu saja. Sedangkan kalau punya aktifitas lain selain menjadi ibu rumah tangga saja, alhamdulillah menambah motivasi dan semangat belajar.

Ngobrolin soal anak-anak, sekarang Raditya udah gak ditungguin lagi di dalam kelas😀. Akhirnya saya lulus juga dari TK A selama 5 bulan (full nungguin di dalam kelas)…hehehe😀. Rupanya setelah 5 bulan sekolah, Radit sudah merasa nyaman dan kenal dengan lingkungan,teman dan gurunya. Saya memang nggak mau bikin Radit trauma, jadi saya melepaskan dia perlahan-lahan, dengan tidak mengganggu kenyamanan dia. Semuanya juga dilakukan bertahap. Pertama, di rumah baik saya maupun Papanya, selalu bercerita dan memberi motivasi bahwa supaya Radit mau ditinggal di kelas tanpa Ibunya. 5 bulan tuh saya duduk di dalam kelas TK A, sampe hafal sama tabiat masing-masing murid….dan bisa akrab dengan temen sekelasnya Radit. Setelah itu, saya coba memberikan penawaran pada Radit dengan hadiah, kalau saya boleh duduk di luar kelas, di depan pintu kelasnya, Radit akan diberi hadiah. Selanjutnya bertahap saya meniggalkan dia sampai di tempat tunggu, yang jaraknya ga jauh dari kelas Radit. Hari pertama saya di lingkaran tempat saya menuggu Radit, dia nangis meronta-ronta di dalam kelas. Saya tega-tegain aja…namanya juga dicoba. Hari ke-2 masih sama. Hari ke-3 sudah tidak menangis, tapi sebentar-bentar keluar kelas😀. Hari ke-4 masih sama sampai seminggu pertama. Rupanya dia sering keluar kelas karena masih malu berkomunikasi dengan guru di kelas. Minggu ke-2 alhamdulillah….mulai anteng di dalam kelas, meskipun belum mau ngomong sama bu guru, dia sudah berkurang rasa malunya sedikitt…hehehe😀. Dan saya pun kini duduk manis menunggu di lingkaran (tempat saya nungguin Radit) mulai dari jam masuk kelas sampai kelas bubar. Beruntung gurunya berbaik hati memberikan kesempatan kepada saya dan Raditya untuk menjalankan proses ini.

Kalau Naufal, si sulung…alhamdulillah akhirnya kami menemukan guru privat untuk belajar Al-Qur’an + menghafal/tahfiz. Perjuangan juga loh mencarinya. Naufal itu ada bakat hafalannya kuat dan dia mau belajar menghafal Qur’an, dia semangat mengaji dan menghafal. Dulu waktu kelas 1 di Al-Azhar, sudah lumayan karena setiap hari di sana selalu diajari oleh gurunya. Nah, setelah pindah ke sini, masuk SD biasa,meskipun seminggu ada ekskul wajib berupa TPA, tapi nggak tau kenapa kok rasanya kurang sreg. Karena sayang dia punya potensi, dan kalau kami menyerah begitu saja pada keadaan, sayang banget yaaa…semua bakalan menguap seiring dengan waktu. Alhamdulillah setelah tanya kesana-kemari, akhirnya kami dapat guru yang kebetulan bu guru ini ahli di bidangnya😀, 7 tahun di Yaman menemani suaminya kuliah S2, lalu bu guru ini menyempatkan diri untuk kuliah khusus mengenai ilmu Al-Qur’an, sebagai tahfiz juga, sayang baru setahun kuliah, negara Yaman ada huru-hara, yang menyebabkan bu guru dan keluarganya dievakuasi oleh pemerintah Indonesia utuk dikembalikan ke kampung halaman.Dan rupanya di Balikpapan ini kami berjodoh,semoga. Bu Guru ngaji dan tahfiz ini kalem pembawaannya. Naufal juga sepertinya cocok. Dia mulai giat mengaji & menghafal. Sampai-sampai sama Papanya diberikan hp bekas Papanya, tanpa simcard tapi diisi murrotal juz 30 sebagai sarana Naufal untuk menghafal dimana saja *kecuali di sekolah* soalnya saya larang dia bawa hp ke sekolah. Mudah-mudahan Bu Guru bisa membimbing Naufal, diberikan kesehatan, dimudahkan jalannya dan diberikan kemampuan,amin.

 

4 thoughts on “Maret 2012

  1. Mba kalo boleh tau guru tahfiz anaknyanya siapa ya mba? Saya kenal ada ustad lulusan yaman disini kebetulan istrinya org sunda hehe siapa tau saya kenal ya

    Oiya salam kenal saya suka membaca tulisan2 mba, sangat bermanfaat bagi saya, sederhana, positif, dan sangat inspiratif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s