Raditya Mulai Belajar Membaca

Didorong rasa penasaran yang sangat besar dan kegemarannya melihat-lihat isi buku, Raditya (4th) mulai belajar membaca. Semua ini adalah murni keinginan dia sendiri. Sebetulnya saya bukan penganut ‘ingin anaknya pada usia muda bisa membaca’ . Radit sendiri masih duduk di TK kecil, saya pengennya dia puas-puasin main dan bersosialisasi. Saya cukup santai alias nggak terburu-buru ingin supaya Radit bisa baca tulis. Kemarin juga sempet ya Radit ingin ikut les baca tulis di kelas dengan wali kelasnya, ternyata hanya bertahan beberapa kali pertemuan, karena motivasi dia ikut les calistung itu hanya supaya dia dibelikan alat tulis lengkap….hihihihi :D Setelah dibelikan pensil,penghapus,penggaris dan tempatnya satu set bergambar thomas&friends, keinginannya untuk ikut kelas les calistung menguap sudah. Dia ogah-ogahan belajar di kelasnya. Ya sudah saya pun nggak memaksa, akhirnya dia berhenti.

Selang beberapa waktu kemudian, di sekolahnya Radit sudah semakin enjoy, semakin mengenal lingkungan dan sudah tidak malu lagi bersosialisasi dengan guru maupun teman-teman. Rasa percaya diri mulai kuat, dia sudah mulai mau berbicara dengan bu guru meskipun bicaranya sedikitttt saja😀, sudah bisa mengikuti perintah bu guru di kelas ketika menyuruhnya mengulangi perkataan bu guru, gak malu disuruh menari/senam *malah seneng banget kalau disuruh nari/senam*, sudah mulai ada rasa kangen sekolah,bu guru dan teman-temannya kalau sedang libur. Sekarang kesannya kalau sudah sampai di sekolah dia malah sombong sama saya hahaha🙂 *dulu kan maunya nempel terus sama saya*

Radit tuh di kelas pintar menyimak apa yang disampaikan oleh bu guru, nanti di rumah dia akan ceritakan pengalamannya di sekolah. Cara dia menuturkan ceritanya pun saya nilai cukup baik, kalimatnya runut dan teratur, sehingga mudah dimengerti. Keterampilan dia dalam tugas-tugas yang diberikan setiap hari dalam kelas juga cukup baik, dia bisa konsentrasi ketika mewarnai,menggambar, menggunting, mencocok, mengelem, menebalkan huruf, kalau diberi tugas oleh bu guru dia  berusaha menyelesaikannya sesuai petunjuk bu guru. Dalam bersosialisasi dengan teman sekelasnya juga dia sudah mulai bisa mengatur emosinya, nggak sedikit-dikit nangis or ngambek dan bisa memilih mana teman yang nyaman diajak main mana yang enggak.

Menurut saya,hal-hal di atas adalah merupakan kepintaran yang harus diasah dan dikembangkan oleh seorang anak TK. Makanya saya santai banget dalam soal ‘anak harus bisa calistung’. Istilahnya, saya nggak mau anak saya melompati perkembangan yang seharusnya dia dapatkan sesuai dengan usianya. Misalnya belum juga si anak mampu mengenal dirinya sendiri, udah dipaksa bersosialisasi, belum juga anak mampu bersosialisasi udah dipaksa ke tahapan berikutnya dst.

Ternyata,setelah Radit enjoy dengan apa yang ia jalani sekarang, mulai ke tahap berikutnya. Basicnya dia senang dengan buku,tapi apa daya dia belum bisa membaca,dan rasa penasaran dia semakin menjadi-jadi. Di rumah, saya memang mengenalkan buku pada anak-anak sejak mereka kecil. Setelah Naufal masuk TK, saya jadi pelit membelikan anak-anak mainan. Tapi saya royal membelikan mereka buku,peralatan gambar, dan keterampilan. Saya juga sering bawa mereka ke toko buku. Karena rasa penasarannya itulah, Radit akhirnya minta ke saya untuk diajarkan membaca.

Buku belajar membacanya menggunakan bukunya Aa Naufal. Buku ini cukup mudah dicerna, kertasnya tebal, bagus, huruf-hurufnya juga jelas dan berwarna. Soal buku untuk belajar membaca, saya juga cukup selektif memilihnya, karena di toko buku itu buanyaaaakkk sekali pilihan buku untuk belajar membaca. Saya hunting satu persatu, sampai akhirnya pilihan jatuh pada buku “abaca-baca Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Mambaca” penulisnya Septi Peni Wulandari penerbit Kawan Pustaka.

Sistem belajarnya sedikit-dikit. Sekali belajar hanya 1 halaman, pertama saya kenalkan hurufnya, lalu saya bimbing membacanya satu-satu, kemudian setelah 2 atau 3 kali saya bimbing, saya suruh dia membaca sendiri 2 kali. Diusahakan setiap hari belajar, waktunya nggak lama kok, hanya max 10 menit perhari. Setelah belajar membaca, saya kemudian membacakan dia majalah anak-anak, supaya dia tambah semangat belajarnya. Oh iya, setiap kali bertemu dengan huruf dimana aja,saya juga selalu bertanya “Ini huruf apa ?” atau mengenalkan, “Ini huruf….”, belajarnya dibawa fun tapi teteup konsisten.

Yang bikin saya kagum dari Radit adalah, meskipun masih 4th, kalau belajar dia bisa duduk manis konsenstrasi dan tenang mengikuti sampai selesai. Kadang dia ngantuk atau malas ketika saya kenalkan dengan huruf baru, tapi dia tetap berusaha memperhatikan saya dan tetap duduk manis🙂.

Sampai sekarang kegiatan belajarnya masih terus berlangsung, masih dalam tahap membaca, belum masuk ke menulis. Menulis baru saya kenalkan saja dengan cara ‘menulis di udara’ atau ‘menulis di punggung’, dan dia senang sekali🙂.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s