Balikpapan 8 Jam Diguyur Hujan Deras, Banjir & Longsor

Subuh kemarin, tepat 24 jam yang lalu saya sudah terbangun dari tidur. Di luar mulai turun hujan deras dan angin kencang.
Perasaan udah gak enak aja sama hujan kali ini, memang sudah berhari-hari Balikpapan udaranya panas dan cerah sekali.
Saya yang sedari sebelum subuh sudah rutin beraktifitas di dapur sendirian, kemarin itu karena merasa ada yang gak enak, saya bangunkan suami untuk menemani saya masak di dapur😀. Tumben-tumben loh,suami saya aja sampe bengong….xixixi.

Pagi harinya sekitar pk. 6 mati listrik, untung sarapan sudah siap,anak-anak juga udah pada mandi, tinggal sarapan. Sementara di luar hujan semakin deras.

Kegiatan sekolah dan ke kantor tetep berlangsung seperti biasa. Saya setiap hari mengantar anak-anak sekolah menggunakan mobil.

Di jalan mulai terasa menakutkan ketika sudah melewati daerah Pasar Baru. Air mulai tergenang di sana-sini. Semakin mendekati sekolah, di daerah Klandasan arah sebaliknya air sudah mulai meninggi se mata kaki. Jarak pandang semakin dekat, padahal semua kendaraan yg ada di jalan saat itu sudah menyalakan lampu. Di depan kantor Walikota, depan KODAM Mulawarman banjir, dan ada beberapa mobil mogok. Suasana saat itu membuat saya ketakutan, karena saya baru kali ini mengalaminya, rasanya hujan kali ini beda dengan hujan seperti biasanya.

Masuk daerah sekolahan anak-anak, terjadi kemacetan yang panjang dan lama. Sampai di sekolah pun yang masuk sekolah cuma sedikit, karena kabarnya sudah terjebak banjir. Biasanya siang saya pulang dulu ke rumah, kemudian kembali lagi ke sekolah untuk jemput Naufal, tapi kemarin itu mengingat di jalan kondisinya banjir dan masih hujan deras, kemarin saya stand by di sekolah sampai siang saat jam pulangnya Naufal.

Kondisi rumah saya kalau hujan deras air pasti masuk dari bawah dan dari lobang-lobang atap seng. Kemarin saya tinggalkan dalam keadaan bocor dimana-mana dan air memang sudah masuk menggenangi garasi dan sebagian kecil dapur. Agak khawatir juga meninggalkan rumah, tapi hari itu kita berusaha untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

Di sekolah dapat kabar dari sopir jemputan anak-anak telah terjadi banjir dimana-mana, macet dimana-mana karena jalan bnayak yang di tutup. Di Jl. Martadinata bahkan terjadi longsor yang menimpa 1 rumah mengakibatkan 4 orang penghuninya tewas, innalillahi wa innailaihi roji’un.

Saya memantau berita melalui twitter dan juga sms ke tetangga komplek yang juga memantau terus kondisi kali yang ada di komplek rumah. Alhamdulillah nggak sampai kebanjiran.

Pulang sekolah, kondisi sepanjang jalan Jend. Sudirman sudah surut, nggak seperti tadi pagi. Meskipun masih hujan deras, namun terlihat agak cerah, jarak pandang sudah normal. Melewati perempatan DAM / jl. MT. Haryono macet, karena jalan ke arah MT. Haryono ditutup, kabarnya banjir tinggi.

Melewati jembatan dekat hotel Zurich yang lokasinya bersebelahan dengan sungai, terlihat ketinggian air sungai dan arusnya yang sangat deras. Beberapa meter dari sungai, ada dua gang yang kebanjiran cukup tinggi, kalau ga salah lihat sepaha orang dewasa.

Melihat hal tersebut bikin saya deg-degan karena ada kali melewati komplek rumah. Kabar dari tetangga, air di kali tinggi dan arusnya deras, tapi nggak sampai meluar airnya. Dan betul saja, ke arah komplek rumah, kondisi semakin baik, saya menduga ni disebabkan karena permukaan daerah komplek rumah lebih tinggi dari pada daerah yang dekat dengan hotel Zurich.

Yang membuat saya khawatir adalah rumah kami posisinya hanya 300m dari laut, dan saat itu kabar yang berhembus air laut sedang pasang sejak dini hari. Kalau air laut pasang, artinya luapan dari sungai-sungai tertahan dan ga bisa ngalir ke laut, malah justru air laut ikut-ikutan masuk ke daratan. Setelah baca berita di kompas, memang air laut saat itu sedang pasang, makanya air tertahan di daratan dan mengakibatkan banjir parah, tapi alhamduilillah rumah masih aman. Beritanya di sini

Sampai rumah ternyata mati lampu lama sekali sampai jam 20.30 wita baru nyala. Hujan saat itu masih turun, tapi kalau melihat selokan di depan rumah, aman karena tidak seperti tadi pagi yang airnya meluap dan arusnya deras.

Pagi ini, ketika saya menulis jam 4 subuh, kondisi mati lampu dan hujan sudah reda. Semoga esok matahari muncul untuk menyinari bumi di Balikpapan,amin.

4 thoughts on “Balikpapan 8 Jam Diguyur Hujan Deras, Banjir & Longsor

    • Deket Bun,di sini jadi anak pantai….gosong semua item,krn panasss.
      Alhamdulillah hari ini suasanan udah tenang, matahari udah cerah ceria😀

    • Teh Tie…..
      Euleuh, meuni sono pisan. Saya selalu ngiler liat foto2 kue dan masakan hasil karya Teteh di FB😀 *penggemar gelap ceritanya*
      Selalu slurrrrppphhh….ah keren pokoknya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s