Idul Adha 1433 H

Ini adalah kedua kalinya kami merayakan Idul Adha di Balikpapan. Tahun yang  lalu kami rayakan persis setelah kami pindahan. Tahun ini alhamdulillah kami berkurban juga di mesjid komplek sama seperti tahun yang lalu.

Karena kesibukan anak-anak sekolah (mid semester) saya nggak bikin persiapan apa-apa untuk menyambut hari raya lebaran Idul Adha kali ini. Santai banget liat hari Kamis pagi pasar pada penuh dan temen-temen di sekolah juga udah pada belanja ketupat dan roti maryam.
Oh iya di sini kalau lebaran Haji orang-orang banyak yang menghidangkan roti maryam dibandingkan dengan ketupat.

Kamis malam suara takbir sudah berkumandang dari mesjid. Saya masih nyantai aja…biasa aja. Tapi ketika subuh saya bangun, dan mendengar suara takbir….baru terasa “sabishii” aliyas sepi. Sepi soalnya saya nggak menyiapkan apa-apa untuk hari raya kali ini. Meja makan aja kosong gak ada makanan😀. Papa Noor mo ngajak cari sarapan di luar setelah pada shalat Ied, ya sudah saya pun santai nggak menyiapkan sarapan pagi itu.

Setelah shalat Ied, kami keluar cari sarapan, ternyata sodara-sodara….toko-toko pada tutup…xixixi. Perut udah laper banget gak mau kompromi. Alhamdulillah ketemu satu depot jual makanan, itu pun penuh, sampe kita makan di mobil😀.

Selesai sarapan, saya minta diantar ke pasar Klandasan yang gak jauh dari depot makan. Barangkali saya bisa beli sesuatu di sana. Masuk pasar, sepi…yang jualan hanya satu dua aja, untung ada yang jual ayam, saya beli 1 ekor, lalu ke tukang sayur beli buncis dan cabe hijau, beli bumbu kare dan ketupat yang udah matang 10 buah. Ceritanya pulang dari pasar saya mau langsung masak kare ayam dan oseng cabai hijau buncis😀.

Alhamdulillah sebelum dzuhur masakan saya sudah jadi semua, suami dan anak-anak pulang shalat jumat sudah bisa menyantap ketupat dan kare ayam….alhamdulillah, jadi deh ‘lebarannya’…hehehe.

Sabtu pagi, acara potong sapi di depan mesjid komplek. Tahun ini saya giliran yang berkurban, urunan sapi dengan tetangga komplek. Siang saya dapat pembagian daging sapi 3 keresek, yang satu keresek saya bikin sate maranggi, hati sapi saya bikin sambel goreng kentang, sisa daging saya masak : rawon, coto makassar, konro, semur dan empal😀. Jadi untuk satu minggu ke depan kita bakalan makandaging tiap hari😀 semoga gak kolesterolan…hehehe…

Malam Minggu seperti biasa, kita ada acara makan bersama dengan warga komplek, tempatnya di mesjid. Alhamdulillah bisa ngumpul dan makan bareng sama temen-temen. Suaminya temen di komplek ada yang jagoan masak, beliau selalu membuatkan masakan untuk acara makan-makan, salah satu andalannya adalah Sop Buntut….yummy!

Alhamdulillah lebaran kali ini ini bisa menunaikan kurban,kita sekeluarga sehat dan bisa nyate maranggi….ngobatin kangen sama kampung halaman.

*foto-foto satenya menyusul yah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s