Liburan Semester Satu 2012

Liburan semester satu anak-anak hanya 12 hari saja nggak ada lebihnya. Mulai tgl. 29 Desember 2012 dan masuk tanggal 2 Januari 2012. Tadinya ada rencana mau liburan ke Makassar atau Banjarmasin, tapi mengingat pendeknya waktu libur, rencana itu nggak jadi kita wujudkan. Oh iya soal liburan, supaya nanti nggak be-te atau terlalu capek setelah liburan dan supaya kembali mood untuk menjalani rutinitas setelah liburan, ini ada tips dari pak Toge ‘Tentang Libur’

Jadi ngapain aja liburan kemarin?
Menikmati waktu santai liburan di rumah aja, nggak kemana-mana. Karena setiap hari sekolah, pergi pagi pk. 06.30 wita, kembali lagi ke rumah sore yang normal pk. 15.00 wita dan yang nggak normal pk. 16.00 wita. Kebayang kan, tiap hari udar ider terus di luar rumah. Lalu kalau saya hari sekolah biasanya suka begadang, kadang memang ada yang harus dikerjakan, selebihnya saya memang gak bisa tidur, mungkin karena seharian terlalu padat jadwalnya, jadi saya nggak bisa relax.

Nah, makanya liburan kemarin aseli deh saya dan anak-anak menikmati enaknya nggak harus pergi-pergi keluar rumah. Pokoknya santai banget, anak-anak juga ngikutin emaknya, santai. Tapi tumben liburan kali ini mereka gak mau main keluar rumah. Anak-anak banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, nonton film, dan berkreasi dengan kertas *kertas 1 rim nyaris dihabiskan oleh mereka*, alat tulis, terutama pensil yang bagus-bagus keluar kandang semua…bertebaran di seluruh penjuru rumah. Iya, mereka kalau udah selesai nonton, masuk kamar lalu mulai pada ngambil kertas baru *padahal udah dibilangin suruh pakai kertas bekas, tapi mereka nggak mau*. lalu mereka menggambar sampai berjam-jam lamanya, kadang gambarnya digunting-gunting, kertas guntingan bertebaran dimana-mana, atau kertas yang mereka gambar mereka kumpulin dan disimpen di map lalu mapnya masing-masing diberi nama, atau juga kertas yang sudah mereka pakai menggambar dikumpulkan, dijadikan satu menjadi bola, lalu mereka main tendang-tendangan bola kertas di dalam rumah.

Semester ganjil ini, alhamdulillah Naufal raportnya bagus…selamat ya Nak! Terima kasih sudah jadi anak yang pinter🙂 Alhamdulillah.
Raditya juga sekarang saudah bisa membaca…horeee!! Selamat ya Radit, terima kasih juga sudah menjadi anak yang pandai🙂 Alhamdulillah.

Ngomong-ngomong soal Radit bisa membaca….kejadiannya persis seperti ketika dia tiba-tiba bisa naik sepeda roda dua secara otodidak. Radit waktu TK A memang pernah ingin ikut les *karena kepengen dibeliin buku dan 1 set peralatan menulis*, yang ujungnya dia nggak mau sama sekali ikut les baca-tulis-hitung sama Bu Gurunya di sekolah. Ya sudah, saya juga nggak memaksa, lalu di rumah saya latih membaca setiap hari sebentar aja…. awalnya Radit mau tapi lama-lama…dia mogok juga, akhirnya….ya sudahlah, saya nggak paksakan. Eh, rupanya di sekolah Bu Guru menganalkan Radit dengan huruf-huruf dengan cara yang menyenangkan. Caranya, Bu Guru setiap hari membahas beberapa huruf, misalnya huruf A, anak-anak dikenalkan dengan bentuknya, lalu anak-anak disuruh berlomba mencari kata yang huruf depannya A, misalnya : anjing, angin, aku…dst. Hal ini dilakukan Bu Guru setiap hari, sampai-sampai si anak diberi tugas untuk mencari kata yang huruf awalnya sudah ditentukan oleh BU Guru, nanti yang paling banyak bisa mengumpulka kata, akan mendapat reward dari Bu Guru. Pantas saja, di rumah Radit sibukkk ngumpulin kata-kata, tadinya saya juga nggak tau buat apa dia sibuk nanya ke saya, papanya dan Aanya. Setelah semua huruf selesai dibahas, tahap berikutnya Bu Guru mengenalkan satu suku kata, yaitu huruf yang digabung dengan huruf vokal a,i,u,e,o misalnya ba bi bu be bo. Satu persatu dikenalkan ke anak-anak, dan caranya sama, anak-anak diberi tugas mengumpulkan kata-kata dengan suku kata yang sudah ditentukan. Mungkin karena dilakukan secara rutin, akhirnya Radit hafal. Suatu hari di rumah, dia lihat Aanya buka buku, kemudian Radit mencoba membaca kata yang terdiri dari dua suku kata, dan bisa! ……Wooo…kaget donk saya, surprise🙂 Eh, iya kaget banget lah, karena saya memang sejak awal nggak ada target supaya Radit bisa cepat membaca, makanya saya santai aja. Tapi setelah saya tau dia sudah mulai bisa membaca, setiap saat kalau ketemu dengan kata yang terdiri dari dua suku kata saya suruh dia baca. Dan makin ke sini makin sering saya ajak dia membaca buku, Radit pun kelihatannya senang karena sudah bisa membaca, kebetulan minatnya pada buku juga sangat besar. Yes, Radit hobby baca buku loh! *maksudnya dia hobby buka-buka buku dan betah banget berlama-lama mengamati dan menikmati sebuah buku*

Sekarang giliran Naufal, semester kemarin, memasuki tengah semester dia sudah mulai enjoy dengan sekolahnya, sudah mau saya tinggal *saya nggak harus nongol ketika dia istirahat*. Nilainya pun di kelas lumayan lah, kadang sudah mau belajar sendiri, tapi jarang…hehehe. Dia sudah ngga ikut ekskul gitar, karena gitar yamaha warisan dari Papa rusak :(…huhuhu… Sebagai gantinya sekarang Naufal ikut taekwondo, dan menjelang akhir semester dia disuruh wali kelasnya ikut ekskul kartu bridge. Oh iya, UAS kemarin adalah UAS yang paling santai yang pernah saya hadapi…loh? Ini yang UAS ibunya atau anaknya ya??…hehehe….ya anaknya lah, ibunya mah cuma ikut-ikutan heboh karena takut anaknya gak dapat nilai bagus. Tapi UAS kemarin saya nggak ikutan heboh, santai aja menghadapinya. Naufal juga ikut jadi relax dan lebih konsentrasi belajarnya *soalnya ibunya kali ini nggak spaneng* Ternyata lebih enak menghadapinya dengan cara begini. Anak kita beri pilihan sambil dikasih tau keuntungan dan kerugian atas apa yang dia pilih, lalu selebihnya orang tua memberi saja, percaya saja *istilahnya Pak Toge*. Naufal sempet salah tingkah mungkin karena dia stress dengan pilihan yang cukup berat buatnya saat itu, yaitu belajar atau bermain. Belajar artinya nggak bisa main, tapi kalau memilih main artinya dia nggak belajar dan kalau nggak belajar nanti nilainya jelek. Dan karena saya sama suami memberi saja percaya saja, ya sudah kami terima sepenuhnya apa pilihan dia. Akhirnya Naufal mikir juga….rugi kalau nilainya jelek, jadi dia mau belajar….dia lalukan itu atas pilihannya sendiri .

Ketika liburan usai, Naufal dengan penuh kesadaran menyiapkan dan merapikan buku-buku dan alat tulisnya sendiri. Semua siap mengahadapi rutinitas sehari-hari. Saya mulai jadi sopir lagi, mulai sibuk lagi dengan macam-macam kegiatan, dan mulai begadang lagi🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s