Melewati Malam Pergantian Tahun 2012 di Balikpapan

Ini adalah pertama kalinya saya sekeluarga menghabiskan malam tahun baru di Balikpapan. Pasti di setiap tempat memiliki kebiasaan berbeda dalam menyambut malam pergantian tahun. Sebetulnya mau tahun baru atau enggak buat kami sekeluarga sih biasa aja, sama seperti hari-hari yang lainnya, nggak ada yang istimewa.

Nah, ceritanya tgl 31 Desember 2012, saya dan anak-anak masih menikmati liburan di rumah. Menjelang sore kok ingin jalan-jalan ke mall ya? Akhirnya kita jalan tuh sore-sore naik angkot. Sudah janjian sama Papa, pulang dari mall minta dijemput.

Di sepanjang perjalanan angkot, saya cukup surprise melihat banyak penjual jagung dan ikan laut di pinggir jalan yang biasanya pemandangan seperti itu nggak ada kalau hari biasa. Ikan yang dijual pun ukurannya besar-besar. Biasanya kan kalau malam pergantian tahun banyak yang jualan terompet di pinggir-pinggir jalan, tapi kali ini justru banyak yang jual ikan laut ukuran jumbo dan jagung bakar yang belum dikupas kulitnya. Malah yang jual terompet kalah banyak sama yang jualan ikan.

Setelah jalan-jalan di mall, akhirnya Papa menjemput kami. Kami pun pulang ke rumah, lalu menjalani rutinitas sebagaimana biasanya. Sampai ketika tiba saatnya tidur kira-kira pk. 21.00 wita, sudah menggelar kasur di kamar, lampu juga sudah dimatikan. Tiba-tiba tetangga depan rumah membunyikan musik cukup keras, yang bikin kita nggak bisa tidur, kemudian Naufal dan Radit penasaran ingin melihat keluar. Ternyata menurut laporan anak-anak yang melihat keluar rumah, tetangga di depan sedang menyiapkan 4 tempat pembakaran, meja, kursi, jangung, ikan,dan udang yang masih mentah. Woww….mereka mau bikin pesta pikir saya. Anak-anak mondar mandir keluar masuk rumah, mereka kegirangan ada rame-rame di depan rumah. Lalu mereka bilang kalau ibu depan rumah mengundang kita untuk gabung makan-makan dengan mereka. Waduh…jadi enak nih diundang makan, tapi jadi kepikiran, mo nyumbang apa yaa?? Tadi sore masak buat makan malam jumlahnya pas. Di kulkas lagi nggak punya apa-apa. Akhirnya saya minta tolong Naufal beli soft drink di warung dekat rumah, lalu kita sumbangkan soft drink buat meramaikan acara malam itu🙂.

Sejam setengah kemudian, hasil bakar-bakaran matang, saya yang memang lagi ngantuk berat, memilih tetap berada di dalam rumah, sedangkan anak-anak masih di luar rumah, tiba-iba Naufal masuk ke rumah sambil membawa sepiring hasil bakar-bakaran berupa : 2 udang ukuran besarr, 1 ikan bawal jumbo, 2 jagung bakar, plus sambel dan lalapannya. Woww!! Nggak berapa lama, Naufal masuk lagi membawa 2 tusuk jagung bakar dan 2 tusuk udang lagi. Suasana di depan rumah semakin ramai, anak-anak juga ikut nimbrung di depan. Menjelang pk. 24.00 wita, acara makan berakhir, gotong royong membersihkan bekas pembakaran, lalu disambung dengan main kartu bapak-bapaknya, sementara anak-anak mudanya pada pergi naik motor. Dari depan rumah kembang api mulai bermunculan di langit, cantik sekali.
Suasana malam pergantian tahun yang sangat berkesan buat saya sekeluarga, tidak ada suara petasan, semuanya berbaur bergotong royong.
Pk. 01.00 wita kami sekeluarga tidur, sudah nggak kuat lagi.

Keesokan harinya, saya sebagai ibu-ibu selalu bangun lebih pagi dari anggota keluarga lainnya. Habis shalat dan masak nasi, saya melihat ke halaman depan rumah saya. Rumputnya sudah gondrong sekali, biasanya setiap bulan ada yang motong rumput dari komplek, tapi ini sudah sebulan nggak ada tukang potong rumput. Tak lama kemudian saya mengambil kerudung, sarung tangan plastik dan gunting biasa, lalu keluar rumah. Yup, saya mau membabat rumput yang sudah pada gondrong itu. Saya mulai dari tepi ujug lalu perlahan maju ke depan, membabat habis rumput yang gondrong dengan gunting biasa…hehehe🙂. Nggak terasa, sudah habis si rumput saya guntingin. Papa keluar rumah bawa sapu lidi dan karung, dia yang ngumpulin dan masukin rumput ke dalam karung, lalu disapunya halaman kami. Nggak sampai situ aja, got di depan halaman terlihat banyak sampah dan ditumbuhi rumput juga, saya ambil semua sampahnya dan saya babat tumbuhan yang tumbuh di got itu sampai bersih. Akhirnya bersih, rapih dan kece halaman saya :)…Yeahh…puas rasanya.
Abis itu, eh ternyata Acil nggak datang kerja, saya nyuci baju, nyuci piring-piring, nyipain makan siang. Sudah semuanya beres, saya mandi dan keramas, makan siang lalu istirahat. Dan ternyata sodara-sodara….ketika berbaring di kasur butut, badan saya mulai terasa pegal linu….haduhhh…..kaki,tangan,pinggang…semuanya sakitttt, jari saya juga ada yang luka, dan saya baru sadar pas sudah berbaring itu. Rupanya 2,5 jam merumput, eh kok merumput ya…memangnya saya sapi gitu? Maksudnya setelah 2,5 jam saya motong rumput pake gunting itu bikin sekujur tubuh saya sakitttt😦. Meskipun sakit, ketika melihat halaman depan yang sudah kece itu, ada rasa puas dan happy🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s