“Kejuaraan Taekwondo”

kejuaraan taekwondo

Sejak duduk di bangku kelas 3, Naufal ikut ekskul taekwondo di sekolahnya atas kemauannya sendiri. Ekskul gitar terpaksa ia tinggalkan karena gitarnya rusak😦 duuh sedihnya.

Latihan taekwondo setiap hari sabtu pagi di sekolah rutin ia jalani sejak semester awal kelas 3. Lumayan, setelah ikut ekskul bela diri asal korea ini, ia terlihat lebih PD. Sudah nggak takut lagi sama teman-teman yang suka nakal sama dia.

Awal bulan Januari kemarin, ada pengumuman dari pelatihnya bahwa akan ada kejuaraan taekwondo di Balikpapan. Naufal dengan PD nya pada saat itu juga langsung ingin ikut mendaftar. Modal nekad ceritanya, saya dan Papa Noor akhirnya mengijinkan ikut, mumpung dia yang mau sekalian uji nyali dan pengalaman berharga untuk dia.

Kalo dipikir-pikir, latihan cuma seminggu sekali sebetulnya mungkin kurang maksimal. Dia baru ban putih dan baru latihan 6 bulan….haduhh kok nekad ya ikut tarung.

Persyaratan yang harus dipenuhi pada saat mendaftar adalah : foto copy akte kelahiran, pas foto, surat keterangan sehat dari dokter, menyerahkan formulir dan membayar uang pendaftaran. Setelah persyaratan lengkap, dikumpulkan ke pelatih, kemudian dilakukan penimbangan berat badan. Naufal masuk ke kelas under 30 kg usia 6-8th.

Hari ‘H’ pun tiba, pagi-pagi kita sekeluarga mengantar Naufal ke GOR Banua Patra Balikpapan, tempat dilangsungkannya Kejuaraan Taekwondo. Ini ada untuk pertama kalinya Naufal mengikuti kejuaraan, tentunya menjadi pengalaman yang sangat berharga buat dia.

Pukul 07.00 wita semua atlet sudah berkumpul di GOR untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah pemanasan, dilakukan gladi bersih upacara pembukaan. Barulah pukul 10.30 wita dimulai upacara pembukaan yang diresmikan oleh asisten walikota. Setelah upacara selesai, para panitia bersiap-siap memulai kejuaraan. Persiapannya memakan waktu lumayan lama karena ada ketidakpuasan dari perwakilan kontingen. Mereka protes karena pembagian kelas tanding tidak fair. Akhirnya para panitia, tim juri dan pelatih berunding lagi, sampai kahirnya mereka memutuskan keputusan yang dianggap fair oleh semua pihak. Setelah beres urusan protes, sekarang masuk ke persiapan pertandingan, wasit, peralatan untuk menilai dan sebagainya…….pokoknya saya baru tau kalau mau mulai tanding tuh luamaaaa banget-banget dah!

Iya, sodara-sodara…..padahal kita udah ada di GOR pk. 07.00, mulai upacara pk.10.00 dan pertandingan baru dimulai pk. 11.30 wita. Kebayang kan….lamaaaa. Dan anak kita baru dapet giliran tarung/tanding pk. 19.30 wita…..nunggu 12 jam lebih di GOR. Maaf norak, karena saya baru tau hal ini *ehem*.

Begitu pertandingan dimulai, Radit demam…badannya panass banget😦, untung ngga rewel, dia tiduran aja di bangku penonton, sambil saya ‘banjur’ tenggorokannya dengan air minum sedikit demi sedikit. Sampai magrib tiba, Naufal tak kunjung dipanggil, saya memutuskan untuk pulang dulu ke rumah. Sampai di rumah Papa Noor dan Naufal mandi dan shalat magrib dulu, kemudian berangkat lagi ke GOR, sementara saya menuggu Radit di rumah yang tiduran terus dengan badan demam😦.

Jadi kesimpulannya saya mah nggak liat langsung Naufal bertanding. Alhamdulillah Naufal sabar menunggu dan nggak rewel minta macem-macem. Pada kejuaraan kali ini Naufal belum menang, tapi saya dan Papa Noor mengucapkan terima kasih pada Naufal karena sikapnya yang sabar dan baik pada hari ini, ketika bertanding pun, Naufal tidak merasa takut malah dia PD banget.

Hari ini merupakan pengalaman pertama kali dan tidak akan pernah terlupakan oleh kami sekeluarga. Semoga pengalaman kali ini membawa manfaat besar bagi kehidupan Naufal kelak, amin. Thanks Naufal, we proud of you!

5 thoughts on ““Kejuaraan Taekwondo”

  1. Salam kenal mba.. kebetulan sekali anakku (Akhtar) juga ikut kejuaraan taekwondo ini utk pertama kalinya.. iya ternyata persiapan kalo mau tanding itu luamaa ya..hiks hiks , Akhtar juga sdh di Benoa patra dr pagi jam 7 , ternyata turun tanding lepas isya kalah lagi ..hahaha.. nggak apa2 buat pengalaman. ..
    Oh iya sangking lama nunggunya sampai main nggak karu2an , akibatnya kaki Akhtar ketusuk pensil lumayan dalam , dikasih hansaplast eh pas tanding plesternya lepas akhirnya jadi sobek lumayan lebar… tapi lumayanlah meski tanding kaki satu skornya nggak kalah jauh 0 – 2 hehehe

    • Halo Bunda, salam kenal juga🙂 Akhtar ikut kejuaraan taekwondo yg kemarin itu Bun? Wah, samaa donk🙂
      Iya, nunggunya lamaaa banget, alhamdulillah meskipun belum menang anak2 kita udah berani tarung yaaa….insyaAllah jadi pengalaman untuk mereka. Bagaimana kakinya Akhtar sudah sembuh?

    • hehehe,nuhun Din eh kirain Kadaf masih ikut taekwondo,sebenernya naufal jg inginnya ikut futsal,tp jadwalnya bentrok,jd dia pilih taekwondo

  2. Pingback: Serunya Acara Taekwondo Korea Ambassador Cup 2016 | ICE BSD City Tangerang – Coretan IraI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s