#3 Botram Part 2

Pagi itu di sekolah Teh Fuji sudah tiba terlebih dahulu, dengan membawa bekal botramnya, ayam goreng dan oseng tempe. Nggak lama, teman-teman lain berdatangan membawa makanan khasnya masing-masing.

Pukul 8.30 anak-anak sudah masuk ke dalam bis, dan kita para ortu juga sudah siap mengikuti menggunakan mobil pribadi dari belakang, kami konvoi menuju tambak ikan.

Tiba di tambak ikan, anak-anak dibimbing oleh ibu guru melihat-lihat tambak dan memberi makan ikan. Tambak ikan ini milik pribadi aliyas tidak dibuka untuk umum. Memiliki area yang luas sekali dan beberapa kolam ikan yang ukurannya besar. Ikan yang dibudidayakan di tempat ini antara lain : ikan nila hitam, ikan bandeng dan patin.

Sementara anak-anak sibuk dengan tour de tambak ikan, ibu-ibu pun tak kalah sibuk membuka perbekalan untuk acara botram. Di sama ada meja panjang, kami mengeluarkan semua masakan yang kami bawa dari rumah. Ternyata jumlah makanan yang terkumpul sangat banyak ragamnya, meskipun masing-masing hanya membawa sedikit, tetapi ketika sudah dikumpulkan jadi kelihatan banyak.

Ada yang bawa telor balado, tahu balado, balado teri plus pete, kering teri plus kacang, oseng tempe, tumis ati rempela, tumis daun pepaya, pepes ikan, ikan bakar, ayam goreng, sambel, oseng terong, terong rebus, daun kemangi, timun, bola daun singkong…..banyak yaaa🙂.

Kami duduk bersama-sama menghadap meja panjang, aneka masakan sudah tertata dan siap disantap. Nasinya menggunakan nasi timbel. Ada sebagian ibu yang heran, kenapa tidak ada piring dan sendok? Kami yang orang sunda kemudian menjelaskan tentan gkebiasaan orang sunda makan nasi timbel, tujuannya selain membuat nasi lebih beraroma, nasi timbel itu praktis, karena tidak usah pakai piring, piringnya ya daun yang membungkus nasi itu, dan makannya pun menggunakan tangan, tentu lebih nikmat rasanya.

Benar-benar nikmat rasanya, kami makan bersama-sama, mencicipi masakan khas dapur masing-masing. Dan alhamdulillah semua orang tua yang pada hari itu ikut mendampingi anak-anak ke tambak ikan, guru-guru, sopir bis dan keneknya semua bisa mencicipi rasanya botram, meskipun mereka nggak ikut menymbang makanan, alhamdulillah cukup🙂.

Anak-anak sudah disediakan makanan dari sekolah, yaitu mie goreng pakai wortel, suwiran daging ayam dan irisan baso. Anak-anak juga makan dengan lahap sehabis tour de tambak ikan. Selesai acara, anak-anak membawa sekilo ikan nila hitam untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah, acara Botram dadakan kemarin sukses🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s