#7 Kecewa

Waktu menunjukkan pk 04.00, tiga puluh menit sudah saya berada di depan laptop, maksud hati ingin mengerjakan sebuah pekerjaan yang urgent, namun apa daya jaringan internet sungguh sangat tidak bersahabat di pagi buta ini.

Terbayang oleh saya, untuk mendapatkan waktu yang pas untuk bisa membuka laptop saja luar biasa perjuangannya. Seharian saya sibuk dengan urusan domestik rumah tangga, menjelang malam pun sebenarnya saya sudah terlalu capek, dan akibatnya beberapa hari belakangan saya memang nggak sanggup melakukan tugas-tugas ekstra yang harus saya lakukan.

Pagi ini saya berhasil terbangun pk 03.00, akhirnya…dengan semangat ’45 saya membuka laptop dan agenda saya. Ada pekerjaan yang harus saya lakukan, yang selama ini selalu tertunda. Laptop yang saya gunakan ini sudah diperbaiki, karena sebelumnya sempat rusak, Windownya tidak bisa dinyalakan. 2 minggu laptop harus menginap di kantor suami untuk diperbaiki. Dan selama itu juga banyak sekali pekerjaan saya yang terhambat.

Pada saat yang hampir bersamaan mertua saya datang dari Bandung untuk berunjung ke rumah kami di perantauan. Nggak mungkin menyambut mertua yang jauh-jauh datang dengan hal yang biasa-biasa saja. Ya, kesibukan saya pun bertambah, jadwal mengantar keliling kota, ke luar kota, mengunjungi sanak saudara yang tinggal jauh di perantauan, serta urusan dapur yang harus selalu ngebul.

Saya pikir, semua akan ‘aman-aman’ saja asal laptop sudah sembuh dan jaringan internet selalu dalam kondisi prima, artinya meskipun beberapa hari belakangan ini ada kesibukan ekstra, saya tetap bisa bekerja dengan meluangkan waktu sebelum subuh tiba. Tapi kenyataannya, setelah susah payah bangun, dan dengan harapan setinggi langit, pagi ini saya benar-benar kecewa. Sampai detik ini jaringan internet tidak bisa digunakan.

Saya hanya bisa menunggu sambil melihat agenda saya yang sedari tadi terbuka, tanpa bisa saya transfer isinya untuk saya e-mail. Sementara waktu berjalan terus tanpa mau kompromi sedikit pun untuk melambatkan putarannya.

Pukul 5.00 wita, sudah saatnya saya turun ke dapur untuk menyipakan masakan hari ini, bekal sarapan dan makan siang untuk suami, sarapan untuk anak-anak-mertua dan sederet urusan domestik yang seharian bakalan menyita waktu saya *lagi*. Sepertinya saya memang ditakdirkan untuk urusan yang satu ini ketimbang mengurus hal lain.

Ah, seandainya jaringan internet ini tidak error, tentu segalanya akan lebih mudah, tentu pekerjaan saya sudah selesai dari tadi. Saya pun hanya bisa berandai-andai ditemani buku agenda yang masih terbuka halamannya.

2 thoughts on “#7 Kecewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s