Raditya Masuk SD Dan Puasa Pertamanya

class room

Tahun ini Radit berusia 6 th dan mulai masuk SD. Awalnya saya sempat ragu-ragu akan menyekolahkan Radit ke Sekolah Dasar, karena selama 2 tahun sekolah di TK dia belum bisa pisah dengan saya dan nggak mau ngomong sama orang lain selain keluarga dan teman dekatnya. Karena alasan itu, tadinya saya berniat menyekolahkan Radit ke SD nanti pada saat usianya 7 tahun. Namun niat tersebut urung dilaksanakan, setelah diskusi panjang kali lebar kali tinggi dengan Papa Noor, akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan Radit ke SD pada tahun ini.

Pada saat pendaftaran ada wawancara dari pihak sekolah dengan calon murid tanpa didampingi oleh orang tua, dan Radit saat itu nggak mau ngomong malah menangis mencari saya yang sedang menunggu di luar ruangan.Tapi Alhamdulillah akhirnya Radit diterima di sekolah yang sama dengan Aa-nya.

Kemarin tanggal 15 Juli 2013 adalah hari bersejarah untuk Radit, yaitu hari pertamanya menjadi murid Sekolah Dasar. Jauh-jauh hari kami di rumah sudah banyak memberikan ilustrasi tentang bagaimana sekolah di SD. Sejak mengambil seragam sekolahnya Radit mulai terlihat semangat, dan semangat itu kami pupuk terus untuk mengikis rasa takutnya berbicara dengan orang lain. Saya gak berharap banyak, hanya bisa berdoa semoga pada hari pertama masuk sekolah nggak ada masalah dan menyiapkan stok sabar sebanyak-banyaknya untuk menghadapi ‘first day at school’.

Oh iya, tahun ini Radit juga mulai puasa penuh sampai magrib. Ini adalah puasa pertama yang dia jalani di bulan Ramadhan. Sama halnya seperti persiapan sekolah, saya dan Papa Noor membulatkan tekad untuk mengajarkannya berpuasa penuh, kami juga memberikan masukan yang banyak tentang puasa kepada Radit. Awalnya dia nawar mau puasa tapi hanya setengah hari, kami tolak. Radit taku kalau nggak makan dari subuh sampai magrib nanti bisa mati….hahahaha…dasar anak-anak. Hari pertama sampai hari ke-4 ramadhan dia masih merengek-rengek minta minum, mengeluh perutnya lapar, dan setiap pukul 5 sore dia marah-marah karena ingin buka. Kami diamkan saja, kami bujuk agar dia mau meneruskan puasanya sampai magrib. Setelah marahnya reda, baru kami dekati. Kadang dia nggak mau kami dekati meski marahnya sudah reda, ya sudah kami diamkan saja, yang penting dia tetap patuh untuk tidak buka sebelum magrib. Lewat 4 hari masa kritis dia mulai terbiasa berpuasa dan tidak pernah marah-marah atau merengek ingin makan minum.

Kebetulan puasa tahun ini bertepatan dengan hari pertama dia sekolah. Di rumah saya jelaskan padanya kalau nanti di sekolah akan banyak teman-temannya yang nggak puasa (maklum karena anak-anak nggak sekolah di SDIT, melainkan sekolah di sekolah umum), dia nggak boleh ikut-ikut merengek ingin makan atau minum, karena kita sedang melaksanakan ibadah puasa. Saya juga mengingatkan supaya dia nggak terlalu banyak lari-larian di sekolah, karena nanti cepat haus dan lapar.

Alhamdulillah, hari pertama masuk sekolah lancar sekali, dia mau masuk kelas dan saya menunggu di luar kelas. Dia kelihatan senang sekali. Termasuk urusan puasa, dia tetap menjalaninya dengan baik. Meskipun teman-temannya tidak puasa dan makan minum di depannya, Radit nggak tergoda untuk buka. Pernah suatu hari ketika sekolah usai, teman-temannya berkumpul dan semua makan permen lolly, hanya Radit sendiri yang puasa. Radit hanya melihat teman-temannya, lalu mendatangi saya yang duduk di tempat tunggu orang tua sambil matanya berkaca-kaca menahan nangis. Saya peluk dia dan menanyakan ada apa? Rupanya Radit ingin makan permen seperti teman-temannya, tapi nggak bisa karena sedang puasa. Lalu saya usap-usap punggungnya, lalu saya bisikkan, “Sabar ya Nak, kita sedang puasa. Kalau Radit mau, nanti ibu belikan permennya, tapi dimakan ketika buka puasa ya.” Radit mengangguk setuju, lalu kami pergi ke koperasi sekolah membeli permen lolly. Dan permen lolly itu baru dimakannya ketika magrib waktunya berbuka puasa.

Radit kelihatan senang dan PD masuk SD, meskipun masih belum mau ngomong sama orang lain. Saya masih menunggunya di tempat tunggu orang tua. Dia setiap hari minta jajan di tukang mainan yang ada di depan sekolah….hadeuuh… *ini PR buat ibunya* Untuk urusan belajar juga dia senang belajar.

Mumpung lagi ceritain sekolahnya Radit, sekalian mau nyeritain sekolahnya Naufal. Naufal tahun ini kelas 4, alhamdulillah dia masuk kelas unggulan. Kelihatannya teman-teman sekelasnya baik-baik dan banyak yang berprestasi, jadi Naufal juga semangat belajarnya. Mudah-mudahan dia bisa bertahan terus di kelas unggulan, karena dia sendiri yang kepengen.

Semangat ya Anak-anak !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s