Liburan di Bandung #1

Waktu liburan kenaikan kelas kemarin, sebetulnya kita sekeluarga sudah punya rencana liburan naik kapal laut dengan rute : Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Balikpapan. Papa Noor jauh-jauh hari sudah mencari informasi jadwal kapal dan hal-hal yang berkaitan dengan rencana liburan kita. Kita pilih liburan keliling daerah Kalimantan Timur karena mumpung kita lagi tinggal di sini dan ingin punya pengalaman mengunjungi kota-kota di sekitar Kaltim. Untuk sebagian besar teman saya,ketika saya bercerita kepada mereka tentang rencana liburan kami sekeluarga, mereka pada bingung kenapa memilih liburan ke kota kecil yang gak ada “apa-apanya”, mau lihat apa di sana? Namun bagi kami, setiap tempat pasti punya keunikannya masing-masing dan ada rasa penasaran ingin tau bagimana sih keadaan di masing-masing kota -kota tersebut.

Rencana liburan sudah 80%, Papa Noor sudah yakin dengan info yang didapatkannya dari browsing dan tanya sana-sini. Dia juga sudah minta ijin bosnya untuk cuti beberapa hari. Saya dan anak-anak sudah membayangkan beberapa hari lagi kita akan merasakan terombang-ambing di atas kapal laut, mencium aroma air laut, melihat sunset dan sunrise, mengunjungi kota Tarakan yang merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia (Tarakan adalah Pearl Harbour-nya Indonesia), di sana kita bisa melihat peninggalan sejarah peperangan antara Jepang dan pasukan Sekutu yang memperebutkan sumber minyak bumi. Selain itu kita bisa mengunjungi kawasan konservasi hutan mangrove yang katanya di sana ada bekantan yang bisa kita lihat secara langsung. Oh iya, konon kabarnya udang dan kepiting asal kota Tarakan itu rasanya enak banget! Dan satu lagi, saya juga penasaran sama kerupuk ikan asin tipis khas Tarakan….hadeuuuh…pokoknya bikin penasaran baget deh pengen main ke sana. Satu lagi kota yang akan kita kunjungi adalah kota Nunukan, salah satu kota kecil di daerah Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kita bisa mengunjungi kota Tawaw Malaysia dengan menyeberang menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Nunukan. Nah, itulah sedikit info yang kita dapatkan dari hasil bertanya kepada teman-teman dan browsing internet.

Mendekati hari “H” keberangkatan, Papa Noor mau beli tiket. Eh, giliran mau beli tiket kapal, dilalah kok ya susah banget ya, harus lewat agen, dan harganya berlipat-lipat dari budget yang sudah kita siapkan. Yah, gimana donk? Papa Noor sudah berusaha dapetin tiket kapal yang murah, sayangnya sampai sehari sebelum berangkat belum juga dapat kabar dapat tiket apa enggak…hiks…

Gak disangka, pada saat itu tiba-tiba kita dapat tawaran dari Mbah Akung-nya anak-anak di Bandung untuk liburan di Bandung dengan tiket pesawat pp ditanggung oleh beliau. Bolak-balik tawaran ini dipertimbangkan lagi…mending mana ya liburan ke Tarakan dengan biaya yang besar atau liburan di Bandung gratis😀 . Dan akhirnya kita memutuskan untuk liburan di Bandung saja saya bertiga dengan anak-anak, Papa Noor gak ikut. Rencana liburan berubah dalam waktu singkat, mendadak pesan tiket pesawat, mendadak packing….pokoknya jadi serba mendadak (Sabtu beli tiket, Minggu malam berangkat ke Jakarta). Bye bye Tarakan-Nunukan dan kapal laut….hu..hu..hu…

Kami berasal dari Bandung, jadi kalau ke Bandung itu namanya bukan liburan, tapi pulang ke tanah kelahiran. Biasanya kalau ke Bandung kita nggak kemana-mana, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah berkumpul dengan keluarga. Lagi pula Bandung yang sekarang sudah macet dimana-mana,jadi malas kalau harus pergi jauh-jauh. Kebetulan rumah Mbah Akung-nya anak-anak di tengah kota, kalau hanya ke mall TSM misalnya gampang aja tinggal selangkah. Aktifitas liburan diisi dengan belajar mengaji setiap pagi, memanggil guru ngaji ke rumah. Main sepeda di komplek pagi dan sore. Mengantar Mbah Akung dan Nenek menemani aktifitas rutin mereka ( ke bank,mall,pasar dst). Selebihnya menikmati santai di rumah. Aktifitas saya selama nemenin anak-anak liburan adalah menjadi sopir, tukang cuci dan setrika baju, dan beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya. Hal ini saya lakukan karena di rumah Nenek-nya anak-anak gak ada pembantu, jadi saya yang bantu-bantuin Mamah saya bekerja. Oh iya, Mamah saya ini orangnya super duper rajin. Rumah sebesar ini beliau sendiri yang merawatnya sehingga rumah selalu dalam keadaan bersih kinclong-clong. Beliau yang membersihkan kamar mandi,kamar tidur,meja ruang tamu, ruang keluarga, dapur, teras, balkon….semuanya. Makanya gak salah, kalau datang ke Bandung dan nginep di rumah Mamah itu rasanya seperti nginep di hotel berbintang, karena bersih dan rapi sekali. Lain waktu saya ingin juga cerita mengenai Mamah saya yang super duper rajin ini.

Saya di Bandung berburu buku (*novel). Setahun sudah saya membuat daftar buku-buku yang ingin saya beli. Setiap kali ada novel bagus, saya cuma bisa mencatat judul dan pengarangnya saja. Karena kalau beli dari Balikpapan harganya mahal, bisa beda Rp 20.000,-. Saya harus bersabar untuk mengunggu saat yang tepat membeli novel-novel yang ada dalam catatan. Makanya ketika sudah ada di Bandung, saya kalap ke toko buku (Palasari, Toga Mas, Rumah Buku dan Gramedia). Berdua dengan adik bungsu, saya memborong novel-novel impian saya….hehehe. Selain buku novel, saya juga membeli buku latihan soal pelajaran untuk anak-anak.

Saya dan si adik bungsu menyempatkan diri keluar malam *pas anak-anak udah pada tidur* ke Suga Rush di Jl. Braga. Saya penasaran, kabarnya Suga Rush ini tempat yang oke buat makan. Tadinya saya cuma mau ambil atm, tapi si adik nekad membawa saya ke atm di Jl. Braga….jadilah kita mampir sekalian. Suasana malam di Suga Rush cahaya lampunya remang-remang dan  banyak orang bule yang makan malam pada saat itu. Malam itu kita pesan pasta, churos, wafle dan minuman dingin. Pastanya enakkk banget, waflenya juga enak, churos nya juga…..semuanya enak banget!!! Dan yang paling penting harganya terjangkau!  :)

Soal kuliner di Bandung, setiap kali ke Bandung, anak-anak pasti mampir ke Mie Yamin Miskam di Jl. Telaga Bodas, Baso Malang Enggal di Jl. Burangrang, Lomie dan Baso Tahu di Jl Putri. Kemarin kita hanya sempat ke Mie Yamien Miskam dan Bakso Malang Enggal saja.

Saya dan anak-anak liburan di Bandung selama 17 hari. Alhamdulillah sempat bersilahturahim dengan sanak saudara. Tanggal 10 Juli kita kembali ke Balikpapan. Berangkat dari pool Pemandu Moda Primajasa di komplek Batununggal pk 03.30 meninggalkan kota Bandung menuju bandara Soetta. Kita kepagian sampai di terminal 3 Bandara Soetta, pk 06.00 sudah sampai, padahal pesawatnya take off pk 10.45😀. Alhamdulillah pesawatnya on time, kami pun terbang kembali ke Balikpapan.

Meskipun nggak jadi ke Tarakan, kami tetap senang karena bisa liburan di Bandung, bertemu dengan Mbah Akung-Nenek dan para Eyang-nya anak-anak juga berkumpul dengan saudara-saudara kami di sana. Menikmati udara dingin, aneka kuliner enak dan suasana jalanan kota Bandung yang semakin macet dimana-mana.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s