Pengumuman Mati Air :(

no water

Tengah malam tadi pas lagi seru-serunya ngetik, tiba-tiba hp saya berbunyi. Sebuah pesan melalui WhatsApp masuk ke hp saya. Ketika saya buka, ternyata pengirimnya adalah salah satu tetangga komplek yang mengabarkan bahwa ada informasi mulai besok akan mati air dan akan berlangsung selama 5 hari ke depan, untuk itu dihimbau kepada para ibu untuk segera menampung air sebanyak-banyaknya.

Salah satu suka duka hidup di Kalimantan yang katanya menjadi paru-paru dunia dengan sumber daya alam yang melimpah ya begini inilah kenyatannya. Jangan kaget karena di sini sering mati listrik, mati air dan antri BBM.

Sebelum saya pindah ke Balikpapan, Kalimantan Timur, adik laki-laki saya telah terlebih dahulu tinggal di Pontianak Kalimantan Barat. Di Pontianak, dia sering memberi kabar kepada kami keluarganya di Pulau Jawa kalau di sana sering sekali mati listrik dan mati air. Kejadiannya bisa berhari-hari lamanya. Inilah alasannya kenapa setiap rumah di Pontianak rata-rata memiliki genset. Paling repot kalau sudah mati air, adik saya sampai gak mandi dan hunting air sampai ke mall-mall, ikut buang air dan kalau bisa mandi sekalian di mall. Untuk mengantisipasi mati air biasanya di setiap rumah memiliki tandon penampungan air berupa kolam-kolam di depan atau di belakang rumah. Tandon air ini fungsinya untuk menampung air hujan dan digunakan ketika mati air.

Belum lagi kalau antri bbm di SPBU, bisa bermeter-meter panjangnya. Masih untung kalau sudah ngantri berjam-jam pas giliran mengisi bbm-nya masih ada, sering kali kita kehabisan bbm. SPBU yang ada di Kalimantan tidak sebanyak yang ada di Pulau Jawa. Padahal jarak tempuh antar daerah di Kalimantah lebih jauh dibandingkan dengan di Pulau Jawa. Di kota-kota Pulau Jawa, yang namanya SPBU bertebaran dimana-mana, sedangkan di Kalimantan jarang terlihat SPBU, apalagi kalau sudah masuk derah luar kota.

Setelah pindah ke Balikpapan, akhirnya saya merasakan juga bagaimana sengsaranya kalau mati air, mati listrik dan harus antri bbm atau ketika ada pembatasan jumlah bbm.Kejadian terparah ketika mati air adalah pada saat mati air mendadak tanpa pemberitahuan selama 3 hari. Biasanya kalau akan mati air, PDAM akan memberikan pengumuman melalui koran atau media twitter, tapi sering juga PDAM tidak memberikan pengumuman. Ini yang bikin repot,karena saya nggak punya tandon penampung air hujan dan mati air-nya itu bisa berlangsung selama berhari-hari lamanya….kebayang kan? Waktu kejadian mati air mendadak selama 3 hari itu, untungnya saya dapat bantuan air 2 galon dari tetangga karena saya nggak kebagian air dari truk tangki yang datang ke komplek rumah kami. Untungnya di hari ke-4 air mulai mengalir ke rumah meskipun warnanya hitam…hiyy…*biarpun hitam tetap saja terpaksa kami pakai*.

Seperti nggak mau kalah dengan mati air, mati listrik pun sering terjadi di Balikpapan. Kalau yang rutin biasanya setiap hari sabtu atau selasa malam. Anak-anak sampai hafal kalau hari selasa mereka akan cepat-cepat makan malam dan mengisi pekerjaan rumah, karena biasanya mulai pk 19.00 akan mati listrik. Untungnya di komplek ada genset yang bisa digunakan oleh seluruh warga ketika mati listrik. Genset ini digunakan khususnya untuk malam hari. Setiap rumah dijatah satu lampu saja.

Untuk antri bbm, ini hal yang tak terlupakan buat saya. Biasanya kalau di Pulau Jawa, saya dan suami menunggu sampai tanda tangki bbm sampai ke garis paling bawah. Hal yang sama kami lakukan ketika awal-awal kami pindah ke Balikpapan, kebiasaan sih. Nah, suatu hari petunjuk tangki bensin sudah menunjukkan ke garis paling bawah, tapi saya masih santai nunggu sampai lebih bawah lagi, biar sekalian ngisinya. Dilalah….ternyata ketika saya akan ke SPBU, saat itu sedang ada pembatasan jumlah bbm,siang hari SPBU sudah tutup karena bensin habis *duh…*. Pindah ke SPBU lain, ternyata antrinya bo!!! Ya Allah, saat itu saya deg-degan sekali rasanya, bagaimana kalau kehabisan bensin di jalan? Karena pengalaman ini, sekarang saya dan suami nggak pernah nunggu sampai garis paling bawah, baru turun satu setrip, kalau melewati SPBU, pasti langsung kami isi full tank. Lain cerita, terjadi pada teman saya, ceritanya suatu hari orang komplek ada acara gathering ke luar kota. Nah, saya berangkat rombongan konvoi 2 mobil dengan mobil teman saya. Rupanya bensin teman saya sudah pas-pasan banget, sebelum berangkat teman saya mencari-cari SPBU, ternyata belum ada yang buka, ada yang buka….tapi nggak ada bensin. Dicari lagi agak ke luar kota….ada yang buka, tetapi harus lama mengantri dengan truk-truk besar. Makanya jangan nunggu sampai habis deh, turun dikit, musti cepet-cepet mampir ke SPBU daripada sengsara nggak ada bensin *kesannya jadi parno begini ya*.

Baiklah, kembali ke persoalan yang terjadi tengah malam tadi. Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 wita, saya terus terang sudah capek dan ngantuk ingin cepat istirahat karena besok hari pertama anak-anak sekolah setelah melewati liburan panjang mereka. Di belakang ada cucian piring, cucian baju, dan besok pagi ada rencana masak untuk sarapan + bekal makan siang Pak Suami dan anak-anak. Dan saya belum menampung air😦. Tapi rasa capek saya saat itu nggak bisa ditahan, akhirnya saya putuskan untuk istirahat sebentar, sambil menyetel alrm di hp pukul 3.30 wita. Saya pun tertidur…..dalam tidur, saya mimpi yang aneh-aneh gara-gara ketakutan belum menampung air dan masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan. Tiba-tiba saya terbangun karena alrm hp saya bunyi. Ketika bangun, saya lihat jam dinding….Ya Allah pukul 5 pagi!!! Waaa….TERLAMBAT!!! Segera saya bangunkan pak Suami, untuk membantu saya menyelesaikan pekerjaan di belakang sebelum mati air. Pagi itu suasana di rumah cukup tegang dan heboh. Bersyukur akhirnya semua pekerjaan bisa selesai dan kami berhasil menampung air….fiuhh.

Sampai detik ini alhamdulillah air masih mengalir normal, semoga saja berita semalam hanya hoax, amin.

2 thoughts on “Pengumuman Mati Air :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s