“Pindah”…Senang Atau Sedih?

gambar diambil dari : www.inspired-moms.com

gambar diambil dari : http://www.inspired-moms.com

Dalam dua bulan terakhir dua orang teman saya pamit karena akan pindah ke luar kota dan satu orang sahabat saya suaminya mutasi sedangkan dia dan anak-anaknya akan menyusul beberapa bulan ke depan.

Setiap kali dipamiti oleh teman yang akan pindah membuat perasan saya menjadi senang sekaligus sedih dan ujung-ujungnya malah bingung sendiri. Saya turut merasa senang kalau teman saya pindah ke tempat yang diinginkannya, seperti back to home base atau pindah karena suaminya mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Namun saya juga merasa sedih, karena saya bakal kehilangan teman lagi. Iya sih jaman sekarang kan jaman udah canggih, komunikasi bisa dilakukan kapan saja melaui teknologi, silaturahim masih bisa terjaga dengan baik. Tapi kalau orangnya tidak ada di depan mata dan tidak tinggal dalam satu kota buat saya rasanya lain. Ditambah lagi saya di sini juga merantau jauh dari orang tua dan sanak saudara, jadi teman dan sahabat sudah saya anggap saudara sendiri. Terus saya suka berpikir…..kapan ya giliran saya pindah? Kapan ya suami kena mutasi? Dan kalau mutasi, akan pindah kemana ya? Saya jadi bingung sendiri.

Sejak kecil sebetulnya saya juga sering pindah-pindah tempat tinggal karena profesi Bapak saya  seorang tentara. Gara-gara sering pindah-pindah saya jadi punya banyak sekolah. Pindah yang paling jauh adalah ke Pulau Sumatera tepatnya di Pekanbaru Riau, sedangkan sisanya hanya seputaran Pulau Jawa (Jawa Barat – Jawa Timur). Dulu waktu masih kecil kalau pindah perasaan happy-happy aja deh. Ketika Bapak dan Mamah memberi tahu bahwa kami sekeluarga akan pindah biasanya saya malah senang. Kesibukan packing barang, pamit ke teman-teman sekolah dan tetangga, dan membayangkan akan menempati rumah baru serta masuk ke sekolah baru, teman-teman baru membuat saya semangat sekali kalau mendengar akan pindahan. Bahkan dulu sempat mikir, “Kenapa teman-teman saya pada nangis kalau saya pindah? Kenapa harus sedih sih?”

Jadi, sebetulnya urusan pindah-pindah tempat tinggal dan pindah-pindah kota ini sudah tidak asing lagi buat saya. Pun demikian halnya dengan suami. Ayahnya suami alias mertua saya berprofesi sebagai PNS di Badan Pemeriksa Keuangan. Suami saya sudah berkali-kali pindah kota bahkan sudah menyambangi berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatera sampai Kepulauan di Maluku.

Dilalah, ternyata Tuhan menjodohkan saya dengan suami yang punya background sama (suka pindah-pindah) dan profesi suami saya ini juga mengharuskannya siap dipindahkan ke seluruh penjuru negeri. Saya bersyukur mengawali kariernya, suami cukup lama bekerja di daerah ibu kota Jakarta, 5 tahun malang melintang empat kali pindah kantor. Baru dua tahun yang lalu suami mendapatkan promosi dan harus pindah ke luar pulau nun jauh dari kampung halaman kami yaitu ke pulau Kalimantan. Mungkin karena cukup lama di Jakarta akhirnya suami harus mencicipi juga bagaimana rasanya mutasi ke luar pulau.

Seumur hidup inilah pengalaman pertama kalinya suami pindah membawa serta keluarga ke pulau Kalimantan. Rasanya beda, nggak seperti dulu ketika dibawa pindah oleh orang tua. Sekarang kita yang menjadi orang tua, membawa pindah anak-anak. Perasaan cemas seperti bagaimana nanti kehidupan di tempat baru? Bagaimana nanti sekolah anak-anak? Bagaimana orang-orangnya? Dan seterusnya dan seterusnya. Dan ternyata benar….kami harus melalui proses adaptasi yang lumayan menguras kesabaran. Namun ketika telah melewati tahun pertama, akhirnya kami bisa enjoy tinggal di tempat baru ini.

Mutasi, pindah…itu pasti akan saya alami lagi, namun kapan pastinya dan kemana pindahnya…entahlah hanya Tuhan yang tahu.

3 thoughts on ““Pindah”…Senang Atau Sedih?

  1. i feel you raaa….tapi anak anakku walopun baru SD dan TK, kicik kicik begitu udah punya keputusan sendiri dan gigih banget ama keputusannya…gak ikut bubu pindah lagi ke jakarta x_x . Jaman masih di cabang dulu, deg degan tiap ada gosip mau ada mutasi dan yg masa nya udah 3 taun biasanya udah pada ‘tau diri’ karna itu artinya alarm buat mutasi😀 hehehe…semoga cepet mutasi deket ke homebased yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s