ACER ASPIRE E1 Notebook Impian Ku

Suatu hari saya ada janji bertemu dengan dua orang perempuan muda dari bagian promosi sebuah produk kosmetik. Kami janjian bertemu di sekolah anak saya, karena saat itu posisi saya memang sedang berada di sana. Setelah kami berbincang-bincang serius mengenai rencana kerja sama untuk mengadakan sebuah event, kami mulai mengobrol santai.

Kami berbincang di sebuah gasebo (sebutan untuk tempat ibu-ibu menunggu anaknya sekolah) yang terdiri dari sebuah bangunan segi empat sederhana, memiliki atap dan dinding setengahnya. Di dalamnya tersedia bangku-bangku panjang. Tidak ada AC atau pendingin ruangan,oleh karena itu saat cuaca panas terasa sekali panasnya dan saat hujan, tak jarang kami harus kebasahan kena air tampias. Saat itu terlihat beberapa kelompok ibu sedang asyik mengobrol. Salah seorang perempuan muda itu beberapa kali mengamati keadaan sekeliling, melihat aktivitas ibu-ibu yang sedang ada bersama kami di situ.

Tak lama kemudian ia bertanya kepada saya, “Ibu nggak bosan mengunggu setiap hari seharian di sekolah seperti ini? Apa saja kegaiatan ibu sekarang?”.

Saya tersenyum mendengar ia melontarkan pertanyaan tersebut kepada saya. Saya bisa memahami mengapa ia bertanya seperti itu. Usianya masih muda dan ia memiliki karier yang bagus di masa depan. Barangkali ketika ia melihat saya dan apa yang ada di sekitar saya saat itu, ia membayangkan kurang lebih seperti inilah kalau nanti sudah menjadi emak-emak.

Banyak pilihan untuk menjalani rutinitas yang saya jalani sekarang sebagai emak-emak yang setiap hari harus menunggu anaknya di sekolah. Semua itu tergantung masing-masing individu. Dari beberapa ibu yang saya tanyai alasan mengapa mereka harus menunggu anaknya di sekolah, 80% menjawab karena jarak antara sekolah dan rumah cukup jauh, sehingga mereka memutuskan untuk menggu anaknya di sekolah dari pagi sampai bubaran kelas. Alasan yang sama seperti yang saya miliki.

Untuk mengisi hari-hari ‘membosankan’ di sekolah, ibu-ibu teman yang senasib dengan saya ini mengisinya dengan berbagai aktivitas diantaranya mengobrol ngalor ngidul dari pagi sampai siang, rajin mengikuti arisan di sana sini, ada yang berjualan, ada yang rajin mengadakan potluck atau botram, ada juga yang rajin ikut pengajian di mesjid dekat sekolah, ada yang sengaja membawa pekerjaan rajutannya dan mengerjakannya di sekolah dan lain sebagainya. Kami semua punya cara masing-masing untuk mengisi waktu supaya tidak bosan.

Kalau saya pribadi ditanya apa kegiatan saya? Jawabannya : Banyak sekali!

Terutama dalam dua tahun terakhir, ketika saya menjalani rutinitas sebagai emak-emak yang tiap hari dari Senin – Jumat kerjanya mobile di luar rumah tetapi tetap harus mengerjakan beberapa ‘proyek’ seminar, tugas dari dharma wanita, kegiatan komite sekolah tidak lupa urusan hobby saya menulis.

Kerepotan saya dimulai dari pagi hari sebelum adzan subuh berkumandang. Saya bangun pagi langsung turun ke dapur mulai merendam cucian, mencuci piring bekas tadi malam, masak nasi, mengolah bahan-bahan makanan menjadi masakan, menyiapkan sarapan semua anggota keluarga, menyiapkan bekal makan siang untuk kami bawa pada hari itu. Beruntung urusan anak-anak dan beres-beres rumah suami saya mau bantuin. Terakhir tak lupa saya mandi pagi dan berdandan secukupnya untuk berangkat ke sekolah bersama anak-anak.

Sampai di sekolah saya langsung mengambil posisi duduk yang strategis di gasebo. Kegiatan pagi hari di sekolah saya buka dengan menulis. Nggak tau kenapa mood menulis saya itu selalu muncul di pagi hari. Kalau ide di dalam kepala ini tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, alhasil dalam beberapa jam ke depan semuanya akan menguap begitu saja keluar dari kepala saya. Setelah itu kemudian saya akan merasa buntu, tidak bisa menulis apa-apa lagi.

Selesai menulis, kalau sedang tidak ada ‘pekerjaan’ biasanya saya mengerjakan hobby saya yang lain yaitu membaca atau membuat crochet, diselingin ngobrol dengan ibu-ibu teman-teman saya di sekolah sampai siang.

Saya juga mengisi hari-hari saya dengan kegaitan olah raga aerobic seminggu tiga kali setiap Senin-Rabu-Jumat, dan hari Selasa saya mengikuti pengajian di mesjid dekat sekolah.

Oke, kembali ke laptop. Kalau lagi nggak ada pekerjaan sih biasanya saya cukup santai mengerjakan kegaitan saya membaca, crochet , senam, dan pengajian. Tapi….kalau sedang banyak pekerjaan, jangan ditanya deh….Iyaa….saya jadi sok sibuk.

Di rumah saya sudah sibuk sama mengurus urusan rumah tangga dan menjadi guru les privatnya anak-anak. Sejak pulang sekolah sampai malam hari fokus saya pada keluarga. Jadi, ya begitulah saya mempunyai waktu untuk mengerjakan berbagai kegiatan saya ketika sedang berada di sekolah.

Pagi-pagi pasti hand phone saya sudah menjerit-jerit, pesan melalui sms atau whatsapp masuk bertubi-tubi, berisi perintah ini itu yang harus segera saya kerjakan.

Baiklah, selesai menulis saya buka satu persatu pesan yang masuk. Oke, Ibu A dari dharma wanita memberi tahu kalau dia sudah mengirimkan laporan data anak asuh. Ibu B masih dari dharma wanita juga yang merupakan atasan saya mengingatkan bahwa saya harus segera mengolah data dan membuat laporan bendahara (posisi saya di organisasi Program Anak Asuh adalah sebagai bendahara). Well….ini artinya saya harus punya perngkat yang bisa membuat saya mengerjakannya di sekolah. Kalau tidak segera saya kerjakan…mau kapan lagi? Bisa-bisa saya digetok centong karena terlambat membuat laporan. Kalau laporan selesai, saya harus cek dan ricek ke Ibu Ketua, karena laporan yang saya buat ini bakalan disampaikan ke seluruh kantor-kantor. Kalau ada koreksi, maka saya harus cepat membetulkannya, dan melaporkannya kembali. Cek sana cek sini, sms ibu C, Ibu D semua atasan saya yang tinggalnya di luar kota, minta persetujuan dan seterusnya sampai jadi laporan dan siap diserahkan ke kantor-kantor. Setiap tiga bulan sekali saya bakalan sibuk sama urusan laporan ini.

Acara Santuna Program Anak Asuh DWP Pajak Kaltim

Acara Santuna Program Anak Asuh DWP Pajak Kaltim

Lain lagi ceritanya ketika saya sedang persiapan membuat seminar kesehatan anak di kota ini pada bulan Mei yang lalu.Persiapan untuk seminar ini sejak 6 bulan sebelumnya. Panitia lokal dibimbing oleh Yayasan Orang Tua Peduli di Jakarta. Jadi hubungan kami SLJJ (sambungan langsung jarak jauh). Mulai dari sosialisasi konsep seminar, membuat proposal, mencari venue dan seterusnya sesuai dengan juknis yang berlaku. Semakin mendekati hari H semakin hetic, panitia sudah bagi-bagi tugas. Tapi karena pada saat itu saya yang menjadi ketua panitia, saya harus terus berkoordinasi dengan tim dan juga dengan pihak yayasan di Jakarta.

Waktu itu saya sampai jumpalitan. Yang menjadi masalah adalah fasilitas saya tidak memadai, saya nggak punya notebook mini yang punya batrei kuat. Modal saya saat itu adalah laptop besar nan berat yang biasa saya bawa-bawa ini. Laptop ini kekuatan baterainya terbatas, maksimal 1 jam digunakan untuk mengetik langsung habis. Mau cari colokan untuk charager dimana??? Di gasebo mana ada colokan listrik…hu…hu…hu….sedih banget deh. Lagi pula membawa laptop sebesar ini riskan, mau saya bawa kemana-mana berat, kalau saya simpan di mobil takut dicuri orang. Padahal setiap waktu saya pasti berkoordinasi dengan tim dan yayasan mengharuskan saya terus menerus berhubungan dengan internet.

Sebetulnya saya punya handp phone dan bisa digunakan untuk membuka e-mail, ya saya bisa baca e-mail lewat hp tapi saya nggak bisa membalas e-mail, karena ribetttt! Sering terjadi saya sudah mengetik panjang lebar dari hp, ehh…mungkin karena terlalu lama dan banyak, ketika mau saya kirim hp saya langsung error….haduhhh .
Atau bisa sewaktu-waktu dari Yayasan telpon saya ,”Coba dicek segera yaa saya sudah kirim lewat e-mail, kalau ada yang kurang segera dilengkapi dan kirim balik ke saya.” Saya cepat-cepat ngacir ke warnet yang lokasinya agak lumayan ribet karena susah mencari tempat parkiran mobil. Gara-gara soal mencari parkiran di warnet ini saya juga pernah kena semprot tukang parkir, karena saya salah memarkirkan mobil saya. Nah, kalau sudah sampai di warnet dan mendapat tempat parkir yang oke, syukur-syukur kalau warnetnya sudah buka, ini seringnya kalau pagi-pagi warnetnya masih tutup…hufffft.

Alhamdulillah kegiatan seminar kesehatan akhirnya dapat dilaksanakan dengan sukses di Balikpapan. Rasanya senang sekali.

smart FM

Sosialisasi PESAT Balikpapan di SMART FM Balikpapan

pesat1

PESAT Balikpapan 4 & 5 Mei 2013

PESAT Balikpapan di Tribun Kaltim

PESAT Balikpapan di Tribun Kaltim

Di hari yang lain, saya diberi amanah untuk mengadakan penyuluhan tentang ASI Exclusive di dharma wanita. Lagi-lagi saya membutuhkan perangkat notebook yang terkoneksi dengan internet. Mempersiapkan bahan-bahan materi, mencari video dan gambar-gambar dan juga berkoordinasi SLJJ dengan teman-teman saya di Klub Peduli ASI.

img-20130426-wa0001

Sosialisasi ASI Exclusive di DWP

Sosialisasi ASI Exclusive DWP Kanwil Pajak Kaltim - April 2013

Sosialisasi ASI Exclusive DWP Kanwil Pajak Kaltim – April 2013

Dan saat ini saya lagi-lagi sedang mempersiapkan sebuah proyek seminar parenting yang insyaAllah akan menghadirkan pembicara seorang psikolog terkenal dari Jakarta. Semua harus saya persiapkan mulai dari membuat proposal dan sebagainya. Apalagi ibu ketua saya posisi di Jakarta, koordinasi dan surat menyurat harus terlus dilakukan.

Gara-gara nggak ada notebook, kemarin saya tergopoh-gopoh ngebut nyupir dari sekolah ke kantor untuk korrdinasi dengan tim panitia membuat surat-surat dan proposal. Saya tinggalkan anak-anak di sekolah, hari itu kebetulan hari jumat. Saya terlambat menjemput anak-anak, untung dekat sekolah ada mesjid, dengan waktu yang mepet saya antar anak-anak ke mesjid untuk ikut shalat jumat.

Waktu persiapan seminar kali ini sangat singkat hanya satu bulan dan ibu ketua panitia posisinya di Jakarta….ho…ho…ho….kebayang kan bagaimana rempongnya saya. Suatu sore ketika saya mau mengantar si sulung les bahasa Inggris telpon saya berbunyi, dari Ibu Ketua saya di Jakarta, “Mba Ira, saya sedang di percetakan mau setting backdrop dan banner, tolong disipakan logo dari sponsor-sponsor yang akan menjadi sponsor kita, saya tunggu SEGERA ya!”….. Eeeaa…..sambil nyupir sambil sms ke para sponsor minta dikirim logo by e-mail. Ketika logo sudah saya dapatkan, saya buru-buru cari warnet untuk mengirimkan logo-logo tersebut ke Ibu ketua.

Hufffffttt……inhale….exhale….

Semua kegiatan yang saya lakukan ini sifatnya kegiatan sosial yang tidak mencari keuntungan. Entah mengapa saya punya passion di bidang ini. Dan saya sudah memilih hal ini sebagai jalan hidup saya. Oleh karena itu, meskipun membuat saya heboh bin rempong saya tetap menjalaninya dengan penuh cinta.

Iya saya adalah orang yang mobile, benar sekali saya adalah orang yang setiap hari disibukkan dengan segudang kegiatan.Hal ini mau nggak mau mengharuskan saya memiliki perangkat gadget yang memadai. Andaikata ada sebuah notebook murah dengan ukuran tipis dan ringan, ada dvd-rw, bisa digunakan untuk internetan, ada webcam, memory yang besar dan processor yang mumpuni, pasti akan sangat membantu saya.

Lah kok kebetulan sekali Acer meluncurkan produk terbarunya, Acer E1 Sllim series yang memiliki fitur lengkap, baterai tahan lama serta bentuk yang 30% lebih tipis. Kehebatan si Tipis yang satu ini adalah :

Monitor Acer E1 Sllim series menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game.

Acer E1 Sllim series ini juga dilengkapi dengan optical drive DVD-RW dan bentuknya tetap langsing.

Acer E1-432 Sllim series menyertakan satu buah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter apapun, dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar ke dunia maya menggunakan jaringan hotspot yang tersedia disekitar kita.

Dilengkapi dengan prosesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Notebook ini dipersenjatai dengan Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Artinya si notebook langsing ini bisa bekerja secara efisien dengan menggunakan energi yang cukup hemat.

Serta menggunakan baterai dengan kapasitas 2500 mAh sehingga dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.

Bentuknya tipis dan ringan serta designnya elegan bikin saya bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya..

Cocok!……Keren abis produk yang satu ini. Iya, ini dia notebook impian saya. Notebook yang betul-betul saya perlukan.. Notebook yang bisa saya bawa kemana-mana tanpa membebani saya karena bentuknya yang tipis dan ringan. Notebook yang designnya juga elegan, bikin saya nggak malu menggunakannya dimana saja.Notebook yang memiliki fitu-fitur yang lengkap yang bisa memudahkan saya mengerjakan semua tugas-tugas saya. Notebook yang bisa menjadi sahabat saya menjalani berbagai aktivitas sosial. Ya, saya layak mendapatkan Acer E1 Sllim series ini dari Acer.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia

30 thoughts on “ACER ASPIRE E1 Notebook Impian Ku

  1. Pingback: Pemenang Lomba #30HariBlogChallenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s