Kontes Cosply Bukan Tontonan Untuk Anak-Anak

Suatu hari saya sekeluarga berjalan-jalan di salah satu mall di kota Balikpapan. Di salah satu area mall tersebut ada keramaian, karena rasa penasaran kami mencoba mencari tau ada apa gerangan di sana. Banyak anak-anak muda berkostum ala tokoh dalam kartun Jepang. Suara musik terdengar cukup keras, ada seorang perempuan muda sebagai pemandu acara dan di seberangnya terdapat dua buah meja dan kursi yang diduduki oleh dua orang pemuda yang sesekali menulis sesuatu. Rupanya saat itu sedang diadakan kontes cosply.

Cosply…apaan sih cosply?  Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) dan “play” (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer. Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia. Cosplayer Indonesia umumnya menggunakan costume yang berasal dari komik (manga), game, atau film yang berasal dari negeri sakura, Jepang. (sumber : wikipedia)

Saya dan anak-anak sangat tertarik dengan kreativitas anak-anak muda yang menggunakan kostum ala tokoh kartun itu. Saya pribadi gak terlalu hafal nama-nama tokoh kartun Jepang, saya lihat ada yang menggunakan topeng, ada yang rambutnya dicat berwarna-warni, ada yang membawa senjata pedang mirip seperti yang dimiliki tokoh aselinya.Bayangkan jika selama ini kami hanya melihat tokoh-tokoh kartun tersebut dari sebuah buku atau film dalam bentuk sesuatu yang tidak nyata, kini kami bisa melihat langsung tokoh tersebut dalam bentuk nyata. Dan para cosplayers lah yang membuatnya menjadi nyata….amazing!

cosply - foto koleksi pribadi

cosply – foto koleksi pribadi

image520 image521 image522 cosply2 image531Kontes cosply baru saja dimulai, karena baru pertama kalinya melihat kontes ini, maka kami pun sengaja mengambil tempat strategis untuk bisa melihat pertunjukan. Awalnya biasa aja, sesuai nomor urut kontestan satu persatu masuk ke area pertunjukan. Mereka memperlihatkan kreativitasnya dengan kostum dan perlengkapan yang mirip dengan tokoh kartun yang diperankan. Tapi ternyata para kontestan nggak cuma memperlihatkan kostumnya, mereka pun menirukan adegan yang ada di dalam film atau games di kontes ini. Di depan hidung anak-anak, mereka mempertontonkan adegan berkelahi, menggunakan pedang dan senjata mainan yang mereka bawa, disertai dengan sound efek. Para kontestan saling menyerang, saling membanting, bahkan adegan banting-bantingan dilakukan beneran. Haduuuh….lama-lama kok serem ya melihatnya. Penonton yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah dasar melihat adegan-adegan tersebut dengan mata terbelalak. Saya pun turut terbelalak melihatnya. Oke katakanlah adegan yang terjadi di pentas kontes tersebut sebenarnya adegan pura-pura, tapi bagaimana dari sudut pandang mata anak kecil?

Karena menurut saya adegan yang dipertontonkan ini gak baik dilihat oleh anak-anak, maka saya segera mengajak anak-anak saya untuk beranjak dari tempat itu. Anak-anak tadinya nggak mau ikut saya, mereka merengek-rengek masih ingin melihat kontes cosply, untung mereka akhirnya bisa dibujuk.

Ooh, begini toh kontes cosply itu. Sebetulnya seru sih melihat kreativitas anak-anak muda membuat kostum tokoh-tokoh kartun, tapi pas bagian adegan memperagakan tokoh tersebut dalam adegan berkelahi kok rasanya kurang tepat kalau kontes ini diselenggarakan di tempat umum, dimana banyak anak-anak kecil yang melihatnya. Hal positif apa yang akan dilihat anak-anak kecil dari adegan berkelahi seperti itu??

3 thoughts on “Kontes Cosply Bukan Tontonan Untuk Anak-Anak

  1. cosplay kan cuma kedok buat anak kecil biar nonton yang kadang agak vulgar tanpa sensor, bahaya tuuh….
    mending cosplay wayang orang, tu juga cosplay kan..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s